AT-TAUBAH (31)
SURAH AT-TAUBAH: 79-80
CELAAN ORANG-ORANG MUNAFIK TERHADAP ORANG-ORANG MUKMIN DAN TIDAK ADANYA AMPUNAN BAGI MEREKA
ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ ٱلْمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ فِى ٱلصَّدَقَـٰتِ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٧٩
*Artinya:* _(Orang-orang munafik itu), yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih._
ٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِن تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةًۭ فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ ٨٠
*Artinya:* _Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik._
*Sebab Turunnya Ayat (79)*
*Imam Bukhari dan Imam Muslim* meriwayatkan dari *Abu Mas'ud al-Badri*, dia mengatakan bahwa, "Ketika turun ayat sedekah, kami pun bekerja mengangkut barang untuk mendapatkan upah lalu bersedekah dengannya. Kemudian seorang laki-laki (yang kunyah-nya *Abu Aqil* dan namanya adalah *al-Habhab*) datang dengan membawa banyak sedekah. Jadi, orang-orang munafik mengatakan bahwa, "Dia hanya riya'." Lalu dia pun bersedekah satu sha' saja. Oleh karena itu, orang-orang munafik itu mengatakan bahwa, "Sesungguhnya Allah tidak memerlukan sedekah ini." Lalu turun ayat (ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ ٱلْمُطَّوِّعِينَ) dan seterusnya.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas mengajarkan beberapa hal berikut ini.
1. Orang-orang munafik adalah kaum yang kebingungan, hati mereka berpenyakit dan mereka tidak mengetahui hakikat dari berbagai hal. Jadi, Anda lihat mereka mencela orang-orang Mukmin untuk menutupi kemunafikan mereka dan menjaga agar realita yang sesungguhnya tidak terbongkar. Di samping itu juga, memang mereka suka mengkritik dan melecehkan orang lain. Al-Qur'an membongkar rahasia mereka dan menjelaskan keburukan berbagai perbuatan mereka.
2. Balasan bagi ejekan dan celaan mereka terhadap orang-orang Mukmin yang berinfak fi sabilillah adalah neraka dan siksaan yang pedih di dalamnya. Hal ini karena balasan sesuai dengan perbuatannya, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.
3. Permohonan ampun Rasulullah saw. tidak berguna bagi mereka selama mereka masih kafir dan bersikeras dalam kemunafikan. *Asy-Sya'bi* mengatakan bahwa, "Abdullah bin Abdillah bin Ubay yang merupakan orang saleh meminta kepada Rasulullah saw. untuk memohonkan ampun terhadap ayahnya yang sedang sakit sebelum meninggal dunia. Lalu Rasulullah saw. memenuhi permintaannya itu, turunlah ayat di atas. Artinya bahwa permintaan ampun Rasulullah saw. untuk sebagian orang munafik adalah atas permintaan mereka. Akan tetapi, ar-Razi menguatkan bahwa Nabi saw. tidak memintakan ampun untuk mereka karena beliau tahu bahwa orang munafik adalah orang kafir dan memohonkan ampun untuk orang kafir adalah tidak boleh dalam syari'at beliau. Ketika orang-orang munafik meminta kepada beliau untuk memohonkan ampun untuk mereka, Allah melarang beliau untuk memenuhi permintaan mereka tersebut."====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
