SURAH AT-TAUBAH: 1-4

AT-TAUBAH (1)

SURAH AT-TAUBAH: 1-4

PELANGGARAN ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP JANJI MEREKA DAN PENGUMUMAN PERANG TERHADAP MEREKA SERTA BERLEPAS TANGAN (BARA'AH) DARI MEREKA

بَرَآءَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ١

*Artinya*: (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

فَسِيحُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍۢ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُخْزِى ٱلْكَـٰفِرِينَ ٢

Artinya : Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir1#.


1#)- Sebelum turunnya ayat ini, ada perjanjian damai antara Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam dengan orang­-orang musyrikin. Di antara isi perjanjian itu ialah tidak ada peperangan antara Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam dengan orang-orang musyrikin, dan bahwa kaum muslimin dibolehkan berhaji ke Mekah dan tawaf sekeliling Kakbah. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā membatalkan perjanjian itu dan mengizinkan kepada kaum muslimin memerangi kembali. Maka turunlah ayat ini dan kaum musyrikin diberi kesempatan empat bulan lamanya di tanah Arab untuk memperkuat diri.

وَأَذَٰنٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوْمَ ٱلْحَجِّ ٱلْأَكْبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌۭ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ٣

Artinya Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar1, bahwa sesungguhnya Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertobat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

إِلَّا ٱلَّذِينَ عَـٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنقُصُوكُمْ شَيْـًۭٔا وَلَمْ يُظَـٰهِرُوا۟ عَلَيْكُمْ أَحَدًۭا فَأَتِمُّوٓا۟ إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ ٤

Artinya: kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya1#. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
1#)- Maksud yang diberi tangguh empat bulan itu ialah mereka yang memungkiri janji mereka dengan Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam. Adapun mereka yang tidak memungkiri janjinya, maka perjanjian itu diteruskan sampai berakhir masa yang ditentukan dalam perjanjian itu. Sesudah berakhir masa itu, maka tiada lagi perdamaian dengan orang-orang musyrikin.

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat tersebut di atas menjelaskan beberapa hal.

Pertama, pembatalan terhadap perjanjian-perjanjian dengan orang-orang Musyrik yang bersifat mutlak dan tanpa batas waktu tertentu karena mereka sendiri melangar perjanjian dan tidak menghargai syarat-syarat dalam perjanjian tersebut.

Kedua, pihak yang memiliki perjanjian dengan kaum Muslimin di bawah masa empat bulan, maka akan digenapkan menjadi empat bulan.

Ketiga, tempo waktu yang diberikan untuk jaminan keamanan, kebebasan untuk berpindah-pindah, dan berpikir tentang dampak dari opsi yang ditawarkan apakah akan masuk Islam atau diperangi adalah selama empat bulan, yang dimulai setelah Idul Adha atau hari nahr dan berakhir sampai hari kesepuluh dari bulan Rabiul Awwal tahun kesepuluh Hijriah. Ini adalah bukti yang sangat jelas tentang konsep Islam dalam interaksi eksternalnya dengan para musuh yang didasarkan pada prinsip perdamaian, keamanan dan saling memahami.

Keempat, pihak yang memiliki perjanjian dengan batas waktu tertentu maka ia akan dibiarkan sampai berakhir waktu tersebut, apa pun konsekuensinya, selama ia tidak melanggar perjanjian atau melakuakn sesuatu yang dapat dipahami sebagai pelanggaran.

Kelima, Islam menghargai segala bentuk perjanjian dan mewajibkan umatnya untuk menepatinya. Bahkan Islam menjadikan penghargaan terhadap perjanjian ini muncul dari nilai keimanan dan berkaitan erat dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Keenam, tak seorang pun dari orang-orang kafir itu yang akan luput dari Allah SWT. Mereka tidak akan lolos dari adzab di dunia, dan di akhirat nanti telah disediakan untuk mereka adzab yang pedih, agar tak seorang pun yagn berpikiran bahwa ketika ia bisa lolos dari adzab di dunia ia bisa lepas dari adzab akhirat. Bahkan adzab akhirat yang menantinya lebih berat dan dahsyat.

Ketujuh, diawalinya surah ini dengan Bara'ah dan tanpa basmalah menimbulkan rasa takut dan gentar yang lebih dalam jiwa.

Kedelapan, tidak ada istilah putus asa dalam syari'at Al-Qur'an. Allah SWT telah membuka pintu tobat dan harapan di depan orang-orang kafir itu. namun, di saat yang sama Dia juga mengancam mereka dengan adzab yang pedih jika mereka berpaling dari Islam.===

Tafsir Al Munir
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login