SURAH AL-ANFAAL: 20-23

AL-ANFAAL (5)

AL-ANFAAL: 20-23

PERINTAH UNTUK MENAATI ALLAH DAN RASUL SERTA ANCAMAN MENENTANG KEDUANYA

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas menjelaskan dua hal: perintah untuk menaati Allah dan Rasul serta ancaman kalau menentang perintah dan larangan keduanya. Orang-orang beriman sifatnya adalah selalu mendengarkan kebenaran, menjadikannya sebagai cahaya petunjuk, menaati segala perintah, dan menjauhi segala larangan. Mereka inilah orang-orang beriman yang sebenarnya dan manusia-manusia yang paling cerdas dan sempurna.

Taat pada Allah dan Rasul itu sebenarnya adalah satu. Taat pada Rasul berarti taat pada Allah. Hal ini sama dengan *firman Allah SWT*,

_“Mereka bersumpah kepadamu dengan (nama) Allah untuk menyenangkan kamu, padahal Allah dan rasul-Nya lebih pantas mereka mencari keridaan-Nya jika mereka orang Mukmin."_ *(at-Taubah: 62)*

Ucapan seorang Mukmin, "Aku dengar dan aku patuh" tidak ada gunanya selama tidak ada buktinya dengan melakukan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Orang yang tidak mematuhi perintah dan melakukan berbagai maksiat berarti ia bukan seorang yang taat.

Sementara itu, orang-orang yang tidak beriman seperti Yahudi, orang-orang munafik dan orang-orang musyrik, mereka tidak mau mendengarkan kebenaran; mendengarkan untuk menadaburi, memahami dan merenungkan. Oleh karena itu, Allah SWT memberitakan bahwa orang-orang kafir itu adalah makhluk Allah SWT terburuk dan seburuk-buruk makhluk yang berada di atas bumi.

Orang munafik menampakkan keimanan namun menyembunyikan kekafiran. Ia pura-pura mendengar, padahal sebenarnya ia tidak menadaburi dan tidak memahami apa-apa. Orang Yahudi dan Nasrani suka mendebat kebenaran setelah kebenaran itu jelas bagi mereka. Mereka berpegang dengan apa yang diwariskan dari nenek moyang mereka. Mereka tulikan telinga dan mandulkan akal untuk memikirkan dan merenungkan agama yang benar karena ngotot berpegang dengan apa yang diwarisinya.

Orang-orang musyrik selalu membangkang. Mereka tidak pernah mau mendengarkan apa saja sama sekali. Mereka bahkan juga menghalangi orang lain untuk mendengarkan Al-Qur'an dan mendengarkan sabda-sabda Rasulullah saw. Mereka menutup telinga untuk mendengarkan kebenaran dan selalu bertahan pada sikap taqlid kepada nenek moyang tanpa berpikir sama sekali.

Mereka semua tidak memahami perbedaan antara yang haq dan yang batil, yang baik dan yang buruk, Islam dan kafir. Oleh karena itu mereka benar-benar makhluk Allah SWT terburuk, bahkan lebih buruk dari binatang melata karena mereka membahayakan sementara binatang ternak tidak membahayakan.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login