AL-AN'AAM (21)
AL-AN'AAM: 65-67
KUASA ALLAH DALAM MENGADZAB ORANG YANG MAKSIAT
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan hadits dari *Zaid bin Aslam* ia berkata, "Pada saat turun (قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًۭا ). *Rasulullah saw. bersabda:*
لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ
_“Sepeninggalku janganlah kalian kembali menjadi seperti orang-orang kafir yang saling menyerang diantara kalian dengan menghunus pedang.”_
Lalu, para sahabat berkata, ‘Kami bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan bahwa anda adalah Rasulullah.' Lalu sebagian yang lain berkata, 'Hal ini tak akan pernah terjadi karena kita adalah orang Muslim.’ Kemudian turunlah ayat 65 sampai 67 surah al-An'aam.
*Imam Ahmad dan at-Tirmidzi* meriwayatkan dari *Sa'id bin Abi Waqash*, ia mengatakan bahwa *Rasulullah saw.* ditanya tentang ayat (قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ) hingga akhir ayat. *Beliau bersabda:*
_“Hal itu pasti terjadi hanya saja kejadiannya belum terungkap.”_ *(HR Imam Ahmad dan at-Tirmidzi)*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Kekuasaan Allah SWT meliputi kasih sayang dan anugerah-Nya, serta adzab dan siksaan-Nya. Dia berkuasa menolong hambahamba-Nya dengan berbagai macam keluasan rezeki, keselamatan, dan kesuksesan, sebagaimana yang telah diterangkan dalam ayat-ayat sebelumnya. Dia juga berkuasa menurunkan berbagai macam adzab, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat ini, seperti adzab dari atas langit contohnya hujan batu, angin topan, halilintar, angin puting beliung yang menderu-deru yang menimpa kaum Ad, kaum Tsamud, kaum Nabi Syu'aib, kaum Nabi Luth, kaum Nabi Nuh atau juga adzab dari arah bawah kalian, seperti gempa bumi, lahar gunung, atau longsor yang menimpa Qarun dan kaum Madyan. Selain itu, adzab yang pedih dan terus-menerus, contohnya timbulnya kekacauan, perpecahan, perselisihan, dan memecah-belah para pemimpin dalam urusan dunia, serta terjadinya peperangan dan pembunuhan di saat terjadi fitnah.
Ayat ini ditujukan umum untuk orang-orang Mukmin dan kafir. Berita dari Al-Qur’an tersebut benar-benar telah terjadi. Musuh-musuh telah menguasai rumah, jiwa, dan harta kita. Api fitnah telah menguasai kita dengan terjadinya pembunuhan antara sesama dan terjadinya perampasan harta orang lain. Alangkah buruknya kondisi orangorang Arab dan kaum Muslimin ketika jiwanya kosong dari ajaran agama. Bahkan, mereka menjadi pengikut musuh-musuhnya dan telah mengobarkan api perpecahan dan perselisihan di antara mereka.
Adapun akibat bagi orang-orang yang mendustakan Al-Qur'an—ini merupakan kisah yang benar—urusan mereka tidak bergantung pada Nabi karena tugas Nabi saw. hanyalah sebagai pemberi peringatan dan menyampaikan apa yang datang dari Tuhannya. Semua perkara mereka kembali kepada Allah SWT semata. Setiap peringatan ada masanya, setiap berita pasti akan menjadi kenyataan, dan segala sesuatu ada waktunya tanpa bisa dipercepat maupun ditangguhkan termasuk juga adzab di dunia dan di akhirat.
Inilah ancaman dari Allah SWT bagi orangorang kafir karena mereka tidak mengakui hari kebangkitan. Sekaligus juga menjadi ancaman bagi mereka di dunia, sebagaimana yang terjadi dalam Perang Badar maupun perang-perang lainnya yang memusnahkan kekufuran dan kemusyrikan dari tanah Hijaz.
Orang-orang Muslim pun tak perlu merasa senang dengan ancaman ini. Mereka juga berhak mendapat balasan (adzab) jika meninggalkan Al-Qur’an karena sikap tersebut dekat sekali dengan sikap mendustakannya. Oleh karena itu, mereka juga termasuk dalam ancaman dan peringatan itu, sebagaimana *firman Allah SWT,*
_"Katakanlah, 'Bagaimana pendapatmu jika (Al-Qur’an) itu datang dari sisi Aliah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran)?' Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"_ *(Fushshilat: 52-53)*.====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
