AN-NISAA' (29)
AN-NISAA': 31
PAHALA MENJAUHI DOSA-DOSA BESAR
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat ini menunjukkan bahwa dosa dibagi menjadi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Pembagian ini disepakati oleh mayoritas pakar fiqih dan tafsir.
Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kecil yang dilakukan oleh seseorang seperti menyentuh atau melihat lawan jenis yang bukan mahram asalkan dia menjauhi dosa-dosa besar dan juga komitmen melakukan kewajiban-kewajiban agama, sebagaimana yang telah saya terangkan dalam penafsiran ayat.
*Imam Qatadah* juga menegaskan bahwa janji Allah untuk mengampuni dosa-dosa kecil adalah untuk orang yang meninggalkan dosa besar. Rasulullah saw juga bersabda:
_"Jauhilah dosa besar dan ucapkanlah kata-kata yang benar, maka kalian akan mendapat kabar gembira."_
Para pakar ushul fiqih berpendapat bahwa kita tidak dapat memastikan bahwa dosa kecil akan dihapuskan dengan meninggalkan dosa-dosa besar. Semua itu harus disandarkan kepada dugaan dan harapan yang kuat dalam hati serta harus ada keyakinan bahwa semua tergantung kepada kehendak Allah SWT. semata.
*Ibnu Abbas* berkata bahwa yang dimaksud dosa besar adalah setiap dosa yang Allah menjanjikan neraka kepada orang yang melakukannya, atau Allah marah, melaknat terhadap orang yang melakukan perbuatan tersebut atau berjanji akan mengadzabnya. *Ibnu Mas'ud* mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dosa besar dalam ayat ini adalah perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah dari awal surah hingga ayat ketiga puluh tiga.
*Imam Thawus* menceritakan bahwa suatu hari *Ibnu Abbas* ditanya oleh seseorang,"Apakah jumlah dosa besar adalah tujuh?" *Ibnu Abbas* menjawab, "Yang lebih tepat jumlahnya tujuh puluh." *Imam Sa'id bin Jubair* menceritakan bahwa ada seseorang bertanya kepada *Ibnu Abbas*, 'Apakah jumlah dosa besar adalah tujuh?" *Ibnu Abbas* menjawab, "Lebih tepat dikatakan bahwa jumlahnya adalah tujuh ratus ketimbang hanya berjumlah tujuh. Namun, dosa tidak akan dianggap besar jika disertai dengan kesungguhan permintaan ampun dan dosa tidak dianggap kecil jika dilakukan terus menerus.
Contoh dosa besar adalah menyekutukan Allah SWT mengingkari ayat-ayat Allah dan sabda-sabda Rasul-Nya, sihir, membunuh anak, mengatakan bahwa Allah mempunyai anak atau istri, membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan, berzina, berhubungan badan dengan sesama laki-laki _(liwath)_, judi, minum khamr mencuri, memanfaatkan harta orang lain tanpa izin _(ghasab)_, menuduh zina, makan riba, tidak puasa di bulan Ramadhan tanpa ada uzur, sumpah palsu, memutuskan hubungan silaturahim, durhaka kepada kedua orang tua, lari dari medan perang, memakan harta anak yatim, mengurangi takaran dan timbangan, mengerjakan shalat sebelum waktunya, melakukan shalat setelah waktunya habis tanpa ada uzur memukul orang Muslim dengan tanpa alasan yang dibenarkan, sengaja membuat perkataan palsu kemudian menisbahkannya kepada Rasulullah, mencela para sahabat Rasul, kesaksian palsu, mengumpat kedua orang tua, menyembunyikan kesaksian tanpa ada uzur menerima suap (risywah), memfitnah atau mengumpat penguasa, tidak mau membayar zakat, meninggalkan amar makruf nahi munkar ketika mampu melakukannya, melupakan Al-Qur'an setelah mempelajarinya, membakar hewan dengan api, memisahkan istri dari suaminya dengan tanpa sebab yang dibenarkan, putus asa terhadap rahmat Allah, merasa aman dari siksa Allah, melakukan zihar, makan daging babi atau bangkai tidak dalam keadaan darurat.
*Ibnu Mas'ud* berkata, "Ada lima ayat dalam surah an-Nisaa' yang lebih saya cintai ketimbang semua isi dunia, yaitu:
1. _"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar diantara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."_ *(an-Nisaa': 31)*
2. _"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."_ *(an-Nisaa': 48)*
3. _"Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."_ *(an-Nisaa': 110)*
4. _"Sungguh, Allah tidak qkan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya."_ *(an-Nisaa': 40)*
5. _"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan di antara mereka (para ra sul), kelak Allah akan memberikan pahala kepada mereka. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."_ *(an-Nisaa': 152)*.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
