SURAH ALI 'IMRAN 149 - 151

*ALI 'IMRAN (44)*

*ALI 'IMRAN 149-151*

*PERINGATAN JANGAN SAMPAI MENGIKUTI AJAKAN ORANG-ORANG KAFIR* 

*SEBAB TURUNNYA AYAT*

*1. Sebab turunnya ayat 149:*
*Ali bin Abi Thalib r.a*. berkata, "Ayat ini turun berkaitan dengan perkataan orang-orang munafik kepada kaum Mukminin ketika mengalami kekalahan pada perang Uhud, "Kembalilah kalian kepada para saudara kalian dan masuklah kalian ke dalam agama mereka." 



Diriwayatkan dari *Hasan al-Bashri r.a.,* "Jika nasihat dan pendapat dari mereka. Karena mereka telah berusaha untuk menyesatkan kalian dan menimbulkan kesyubhatan dan keraguan bagi kalian di dalam hal agama. Mereka berkata, "seandainya Muhammad memang benar seorang Nabi, maka tentunya ia tidak akan kalah dan tentunya musibah yang terjadi pada perang Uhud tidak akan menimpa dirinya beserta para sahabatnya. Akan tetapi Muhammad hanyalah manusia biasa seperti yang lainnya, terkadang ia menang dan bernasib baik terkadang kalah dan bernasib buruk."

Diriwayatkan dari *as-Suddi,* "Jika kalian menyerah kepada Abu Sufyan dan kawan-kawannya, meminta keamanan dari mereka, maka mereka akan mengembalikan kalian kepada agama semula kalian."

*2. Sebab turunnya ayat 151:*
*As-Suddi* berkata, "Tatkala Abu Sufyan dan kawan-kawannya telah pergi dari Uhud untuk kembali ke Makkah, maka ketika telah sampai di suatu tempat, mereka merasa menyesal dan berkata, "Betapa buruknya apa yang telah kita lakukan, kita memerangi mereka (kaum Muslimin) sehingga ketika jumlah mereka hanya tersisa sedikit karena banyak yang melarikan diri, maka malahan kita membiarkan mereka. Kembalilah kalian dan habisi mereka."

Lalu ketika mereka telah bertekad bulat untuk kembali lagi guna menghabisi kaum Muslimin, maka Allah SWT memunculkan rasa ketakutan yang begitu besar di dalam hati mereka, sehingga akhirnya mereka mengurungkan keinginan mereka tersebut. Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini."

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Yang penting dan dijadikan pegangan adalah umumnya kandungan kata bukan khususnya sebab. Ayat-ayat ini merupakan peringatan kepada kaum Muslimin agar selalu waspada jangan sampai terpedaya dan mengikuti kemauan orang-orang kafir dengan segala bentuk kekufuran mereka. Hal ini dikarenakan sikap mereka yang akan selalu memusuhi, membenci, memperdaya dan nasihat serta jaminan keamanan yang dijanjikan mereka tidak bisa dipercaya.

Orang yang beriman dengan kekuatan imannya, keyakinannya bahwa ia pasti akan menghadap Allah SWT serta keyakinannya terhadap kekuasaan, bantuan dan pertolongan-Nya, maka ia akan selalu memiliki semangat dan tekad yang kuat dan memiliki kepribadian yang tangguh serta memiliki kesadaran tinggi terhadap harga diri. Namun jika di dalam diri seorang Mukmin terdapat tanda-tanda takut kepada orang-orang kafir, maka ia bukanlah seorang Mukmin dalam arti sebenarnya. Akan tetapi hal ini berarti keislamannya hanya Islam warisan dan hanya sebatas namanya saja.

Orang musyrik dan orang kafir akan selalu berada di dalam kegelisahan dan ketidaktenangan, ketakutan begitu kuat mencengkeram hati dan jiwanya yang paling dalam. Karena kekufuran tidak memberi jiwanya keyakinan yang benar dan kokoh, akan tetapi hanya berupa warisan dan tradisi-tradisi yang selalu diulang-ulang, fanatisme  buta yang membuatnya tidak mampu melihat kebenaran dan membuatnya tidak mampu berpikir dengan baik dan benar tentang keesaan Allah SWT dan kekuasaan-Nya yang menyeluruh dan mutlak di dunia dan akhirat.

Ayat tentang rasa takut yang dimunculkan Allah SWT di dalam hati orang-orang kafir menjadi bukti kebatilan dan kesesatan syirik baik secara rasio maupun perasaan. Begitu juga ayat ini mengandung isyarat jeleknya dampak atau pengaruh syirik terhadap jiwa. Karena syirik tidak bisa memberikan sebuah keyakinan yang kokoh, ketenangan dan kedamaian, akan tetapi sebaliknya, hanya menimbulkan ketakutan, kegelisahan dan ketidaktenangan setiap saat.

Betapa kuat efek atau pengaruh ancaman-ancaman Al-Qur'an kepada orang-orang kafir berupa siksa api neraka yang sangat panas. Meskipun seandainya mereka memejamkan mata, namun mereka tetap mendengarnya.

Ayat, (وَبِئْسَ مَثْوَى ٱلظَّـٰلِمِينَ) yang mengisyaratkan lamanya mereka tinggal di dalam neraka menunjukkan bahwa mereka kekal di dalam neraka, tidak sedikit pun siksa mereka diringankan dan mereka sekali-kali tidak akan pernah keluar dari neraka, walau hanya untuk sekedar istirahat barang sejenak atau hanya sekedar untuk menghirup udara segar barang sebentar untuk mengembalikan jiwa kehidupan dan kenikmatannya.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login