SURAH ALI 'IMRAN 104-109

*ALI 'IMRAN (32)*

*ALI 'IMRAN 104-109*

*AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR DAN PENEGASAN TENTANG LARANGAN BERPECAH BELAH*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

1. Sesungguhnya dakwah kepada Islam, menyebar luaskannya ke seluruh penjuru dunia, amar ma'ruf dan nahi mungkar; semua ini merupakan kewajiban-kewajiban yang masuk kategori fardhu kifayah. *Allah SWT berfirman:*

_"Tidak seatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."_ *(at-Taubah:122)*



Para da'i haruslah orang-orang yang benar-benar mengetahui dan memahami dengan benar tentang apa yang ia dakwahkan, orang-orang yang teguh mengerjakan kewajiban-kewajiban agama. Mereka adalah orang-orang yang dijelaskan *Allah SWT di dalam ayat:*

_"(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah lah kembali segala urusan-"_ *(al-Hajj: 41)*

Hal ini dikarenakan seorang da'i adalah sosok panutan dan teladan yang baik yang diikuti dan ditiru oleh orang lain. Penjelasan tentang kriteria-kriteria seorang da'i bisa kita lihat di dalam penjelasan tentang syarat-syarat yang dituntut dari seorang da'i berikut ini:

Memiliki ilmu dan pengetahuan yang baik tentang Al-Qur'an, sunnah, sirah Nabi Muhammad saw. dan sirah orang-orang saleh.

Menguasai bahasa masyarakat yang ingin didakwahi, karena tujuan yang ada tidak mungkin tercapai kecuali dengan syarat ini. Rasulullah saw. sendiri memerintahkan beberapa sahabat untuk mempelajari bahasa Ibrani untuk berkomunikasi dengan kaum Yahudi.

Mengetahui dengan baik ilmu pengetahuan modern, ilmu pengetahuan umum, kondisi, situasi, akhlak, perilaku, moral, watak dan karateristik masyarakat, mengetahui dengan baik tentang _al-Milal wan nihal_ (agama, madzhab dan aliran aliran keyakinan yang ada), kekeliruan-kekeliruan berbagai aliran dan prinsip-prinsip sosial ekonomi yang berkembang di dunia modern sekarang ini serta sikap Islam terhadapnya.

2. Sesungguhnya perpecahan dan perselisihan di dalam hal agama dan politik umat adalah sesuatu yang dilarang dan sebuah kemungkaran besar yang bisa menghancurkan kemaslahatan dan kepentingan umum serta mengancam eksistensi negara dan umat Muslim. Al-Qur'an menganggap orang-orang yang berselisih di dalam hal agama termasuk kelompok orang-orang kafir dan musyrik, seperti di dalam ayat:

_"dan janganlah kamu termasuk orangorang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka (Maksudnya: meninggalkan agama tauhid dan menganut pelbagai kepercayaan menurut hawa nafsu mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka."_ *(ar-Ruum: 31-32)*

_"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."_ *(al-An'aam: 159)*

Barangsiapa yang keluar dari batasan dan tujuan-tujuan agama, maka berarti ia telah berbuat zhalim dan barangsiapa yang selalu berbuat zhalim, maka berarti ia adalah kafir. *Allah SWT berfirman:*

_"Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim."_ *(al-Baqarah: 254)*

Barangsiapa yang tidak berpegang kepada Al-Qur'an dan Islam, mengembalikan masalah yang diperselisihkan kepada selain Al-Qur'an dan sunnah juga termasuk sebagian dari orang-orang kafir. Namun perlu digarisbawahi bahwa perbedaan dan perselisihan yang dilarang adalah perselisihan di dalam masalah akidah dan pokok-pokok agama. Adapun perbedaan yang terjadi di antara para ulama fiqh di dalam hasil ijtihad seputar masalah-masalah yang bersifat cabang, maka hal ini justru sebuah perbedaan yang terpuji, bukan tercela dan bahkan termasuk kategori kemudahan dan kelonggaran di dalam syari'at Islam.

3. Sesungguhnya orang-orang yang taat kepada Allah SWT dan memenuhi janji-Nya mereka adalah orang-orang yang berwajah putih berbinar penuh kebahagiaan di akhirat. Mereka kekal di dalam surga. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk di antara mereka dan menjauhkan kita dari kesesatan setelah mendapatkan petunjuk.

Sedangkan orang-orang yang selalu bermaksiat yang kafir setelah beriman, maka bagi mereka siksa yang buruk disebabkan kekufuran mereka. Setiap orang yang melakukan perubahan, manipulasi atau membuat-buat di dalam agama Allah SWT sesuatu yang tidak diridhai-Nya dan tidak diizinkan oleh-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang berwajah hitam muram. Dan di antara mereka yang paling dijauhkan dari rahmat Allah SWT adalah orang yang menentang jama'ah kaum Muslimin dan meninggalkan jalan mereka. Begitu juga nasib yang sama juga dialami oleh orang-orang yang selalu berbuat zhalim, berusaha menghilangkan kebenaran, menghinakan dan membunuh orang-orang yang benar secara terang-terangan melakukan dosa-dosa besar dan menganggap remeh kemaksiatan orang-orang yang sesat, mengikuti hawa nafsu dan ahli bid'ah. Tidak ada orang yang kekal di dalam neraka kecuali orang yang kafir dan ingkar terhadap kebenaran yang di dalam hatinya tidak ditemukan sebiji dzarrah pun kebaikan atau secuil keimanan.

4. Semua yang ada di alam ini dan semua yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah SWT Dia bebas mengatur dan melakukan apa saja terhadapnya sesuai dengan kehendak-Nya dan Dia tidak menghendaki kecuali hikmah, kebaikan dan kemaslahatan para hamba Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu tidak butuh untuk berbuat zhalim, karena segala sesuatu berada di dalam genggaman dan pengaturan-Nya.

Oleh karena itu, tidak boleh seseorang meminta atau menyembah kepada selain Allah SWT. Semua makhluk wajib hanya meminta dan menyembah kepada-Nya, tidak boleh menyembah kepada selain-Nya.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login