SURAH ALI 'IMRAN 110-112

*ALI 'IMRAN (33)*

*ALI 'IMRAN 110-112*

*SEBAB KENAPA UMAT ISLAM ADALAH UMAT TERBAIK, DITIMPAKANNYA KEHINAAN DAN KERENDAHAN ATAS KAUM YAHUDI*

*SEBAB TURUNNYA AYAT*

*1. Sebab turunnya ayat 110*
*'Ikrimah dan Muqatil* berkata, 'Ayat ini turun berkaitan dengan Ibnu Mas'ud, Ubai bin Ka'b, Mu'adz bin jabal dan Salim budak Abu Hudzaifah. Ceritanya adalah, bahwa ada dua orang Yahudi, yaitu Malik bin ash-Shaif dan Wahb bin Yahudza berkata kepada merekA: "sesungguhnya agama kami lebih baik dari pada agama yang kalian dakwahkan kepada kami dan kami jauh lebih baik dan lebih mulia dari kalian". Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.



*2. Sebab turunnya ayat 111*
*Muqatil* berkata, "Suatu Ketika para pemuka kaum Yahudi, mereka adalah Ka'b, Yahra, Nu'man, Abu Rafi', Abu Yasir dan Ibnu Shuriya datang menemui orang Yahudi yang telah beriman, yaitu Abdullah bin Salam dan para sahabatnya. Lalu para pemuka kaum Yahudi tersebut mengganggu Abdullah bin Salam dan para sahabatnya karena keimanan dan keislaman mereka. Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini mengandung penjelasan tentang sifat, karakteristik dan keadaan dua golongan umat manusia, menjelaskan tentang sebab kenapa kedua golongan tersebut memiliki sifat dan keadaan tersebut dan melakukan perbandingan di antara keduanya berdasarkan kejujuran, kebenaran dan objektifitas penilaian yang sangat tinggi. Umat Islam adalah umat terbaik dikarenakan keimanannya yang benar dan sempurna kepada semua yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengimaninya serta penunaiannya terhadap kewajiban amar ma'ruf dan nahi mungkar. Keunggulan ini akan tetap dimiliki oleh umat Islam selama umat Islam konsisten di dalam komitennya menunaikan syarat-syarat tersebut di atas.

Jika nash yang diturunkan Allah SWT menegaskan bahwa umat Islam adalah umat terbaih maka selanjutnya sunnah Nabi saw menjelaskan bahwa generasi awal umat ini lebih utama dan lebih baik dari generasi setelahnya. Dalam hal ini, *Rasulullah saw. bersabda:*

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

_"Sebaik-baik manusia (dari umat ini) adalah orang-orang yang semasa denganku (generasi sahabat), kemudian orang-orang yang datang setelah mereka (generasi tabi'in), kemudian orang-orang yang datang setelah mereka (generasi tabi'ut tabi'in)."_
* (HR. Bukhari no. 2652, Muslim no. 2533)*

Ini adalah pendapat mayoritas ulama, jadi barangsiapa yang bertemu Nabi Muhammad saw melihat beliau meskipun hanya sekali dalam hidupnya dan beriman kepada beliau, maka ia lebih utama dari orang yang datang setelahnya.

Keutamaan orang-orang yang semasa dengan Nabi Muhammad saw dikarenakan mereka adalah golongan minoritas dengan keimanan mereka di saat jumlah orang-orang kafir waktu itu jauh lebih banyak, mereka sabar dan tabah menghadapi berbagai bentuk gangguan orang-orang kafir serta kuat di dalam memegang agama dan keimanan mereka. Adapun generasi akhir umat ini, pada dasarnya juga memiliki keutamaan lain yang tidak menutupi dan menghalangi keutamaan generasi pertamanya, jika memang generasi akhir tersebut menegakkan agama, memegangnya dengan erat dan sabar di dalam menjalankan ketaatan kepada Tuhan mereka di saat berbagai bentuk kejahatan, kemaksiatan, kefasikan dan dosa-dosa besar merajalela di mana-mana, sehingga ketaatan menjadi sesuatu yang asing dan tampak aneh.

Dengan begitu, mereka bisa menyerupai generasi awal umat ini, yaitu sebagai orang-orang asing karena ketaatan dan keimanan mereka. Amal perbuatan mereka juga menjadi suci dan baik sama seperti amal perbuatan generasi pertama mereka. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh *Imam Muslim dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah* r.a.,

_"Islam datang pertama kali sebagai sesuatu yang asing dan akan kembali seperti awal datangnya, maka berbahagia dan beruntunglah orang-orang asing."_

Di dalam hadist lain, Rasulullah saw bersabda seperti yang diriwayatkan oleh *Tirmidzi dan al-Hakim* -dan mereka berdua memasukkannya ke dalam kategori hadits shahih- dan diriwayatkan pula oleh *Ibnu Majah* dan yang lainnya dari *Abu Tsa'labah al-Khusyani:*

_"sesungguhnya di hadapan kalian ada hari-hari, di mana orang yang sabar di dalam menetapi agamanya pada hari-hari itu bagaikan orang yang menggenggam bara api. Orang yang melakukan sebuah amal pada hari-hari itu, pahalanya sama dengan pahala amal yang sama yang dilakukan oleh lima puluh orang." Dikatakan kepada beliau, "Lima puluh orang dari mereka?" Beliau berkata, "Tidak, akan tetapi lima puluh orang dari kalian."_

*Abu Dawud ath-Thayalisi dan Abu Isa at Tirmidzi* meriwayatkan:

مَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ الْمَطَرِ، لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ

_"Umatku seperti hujan, tidak bisa diketahui apakah permulaannya yang lebih baik atau akhirnya."_

Hadits yang sama juga diriwayatkan oleh *Daaruquthni* di dalam Musnad hadits Imam Malik dari sahabat Anas r.a. dengan teks seperti berikut:

مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ

_"Perumpamaan umatku adalah seperti sebuah hujan, tidak diketahui apakah permulaannya yang lebih baik ataukah akhirnya."_

Dan ketika itu, generasi awal umat ini sepadan dengan generasi akhirnya di dalam hal keutamaan amal, kecuali para pasukan Badar dan Hudaibiyah.

Pujian untuk umat Islam ini selama mereka masih konsisten di dalam menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar dan beriman kepada semua hal yang memang wajib diimani. Namun apabila mereka melalaikan tugas dalam mengubah kemungkaran, bahkan ikut berkomplot dengan kemungkaran dan ikut terlibat, maka pujian ini otomatis akan langsung dicabut dan diganti dengan celaan dan ini adalah sebab kebinasaan mereka.

Keimanan Ahli Kitab kepada Nabi Muhammad saw. tentu jauh lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan ada yang fasik, namun yang fasik jauh lebih banyak dan menjadi komunitas mayoritas.

Allah SWT memberikan janji kepada kaum Mukminin dan Nabi Muhammad saw bahwa kaum Ahli Kitab tidak akan mampu mengalahkan mereka, bahwa mereka akan dimenangkan atas kaum Ahli Kitab. Mereka tidak mendapat gangguan dari Ahli Kitab kecuali hanya gangguan-gangguan kecil berupa kebohongan-kebohongan yang mereka buat-buat dan pengubahan, manipulasi dan pendistorsian yang mereka lakukan. Adapun kesudahan yang baik adalah bagi kaum Mukminin.

Ayat ini mengandung mukjizat Nabi Muhammad saw. karena setiap orang Yahudi yang melawan dan memerangi beliau, maka ia akan kalah. Sedangkan sebab kenapa kaum Yahudi selalu berada di dalam murka Allah SWT dan mereka selalu dilingkupi kehinaan dan kerendahan di manapun mereka berada adalah karena kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah SWT. Di antaranya lagi adalah dikarenakan mereka tidak beriman kepada Al-Qur'an dan Islam, mereka melakukan kejahatan berupa pembunuhan terhadap para Nabi yang mereka lakukan dengan zhalim, usaha mereka untuk mencelakai dan membunuh Nabi Muhammad saw., mengagitasi dan memprovokasi orang-orang musyrik untuk memusuhi dan memerangi beliau serta membinasakan kaum Muslimin sampai ke akar-akarnya untuk selamanya. Hal ini seperti yang terjadi pada perang Badar pada tahun kedua Hijriyah, perang _al-Ahzaab_  (Khandaq) pada tahun kelima Hijriyah dan berbagai bentuk permusuhan-permusuhan lainnya.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login