ALI 'IMRAN (30)
ALI 'IMRAN 98-99
KETETAPAN HATI AHLI KITAB DI DALAM KEKUFURAN DAN SIKAP MEREKA YANG MENGHALANG-HALANGI DARI JALAN ALLAH SWT
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Zaid bin Aslam,* ia berkata, "Suatu ketika, *Syas bin Qais* -ia adalah seorang Yahudi yang sudah lanjut usia, sangat kuat kekufurannya, sangat benci dan hasud kepada kaum Muslimin lewat di dekat sekelompok sahabat Rasulullah saw dari kaum Aus dan Khazraj yang saat itu sedang berada di majlis tempat mereka bekumpul dan berbincang-bincang. Lalu Syas bin Qais merasa sangat tidak suka melihat mereka bersatu dan baiknya jalinan di antara mereka setelah mereka masuk Islam, padahal sebelumnya pada masa jahiliah mereka saling bermusuhan. Lalu di dalam hatinya Syas bin Qais berkata , "Kaum bani Qailah (Aus dan KhazrajJ telah berkumpul dan bersatu di negeri ini. Tidak, sungguh demi Allah, kami tidak akan merasa tenang dan tenteram jika mereka berkumpul dan bersatu di negeri ini."
Lalu Syas bin Qais menyuruh seorang pemuda dari kaum Yahudi yang waktu itu berada bersamanya untuk ikut masuk ke dalam perkumpulan tersebut, ia berkata kepadanya, "Pergi dan duduklah bersama mereka. Ingatkanlah mereka tentang kejadian Bu'aats (Salah satu hari penting pada masa jahiliah, di mana waktu itu terjadi pertempuran yang sengit antara kaum Aus dan Khazraj) dan nyanyikanlah syair-syair yang mereka ucapkan pada saat itu." Bu'ats adalah nama hari di mana terjadi pertempuran antara Aus dan Khazraj yang berakhir dengan kemenangan di pihak Aus. Pemuda tersebut pun melakukan apa yang diperintah Syas bin Qais kepadanya tersebut. Singkat cerita, mereka pun berhasil diprovokasi dan dihasut, lalu mereka saling bertengkar dan saling menyombongkan diri. Sehingga waktu itu ada dua orang -yang satu dari pihak Aus, yaitu Aus bin Qaizhiy dari bani Haritsah sedangkan yang satunya lagi dari Khazraj, yaitu Jabir bin Shakhr (ada yang menyebutnya Jabbar bin Shakhr) dari bani Salamah- melompat berhadap-hadapan dan saling adu mulut. Salah satunya berkata kepada lawannya,
_"Jika mau, maka saya akan menjadikannya bagaikan seorang pemuda yang gagah, kuat dan semangat berperang."_
Lalu kedua belah pihak pun sama-sama terpancing emosinya dan saling berkata, "Kembali, ambil senjata, kita bertemu di _azh-Zhaahirah_ (Tempat yang datar dan berbatu hitam yang terletak di luar kota Madinah). Lalu mereka pun berangkat menuju _azh-Zhaahirah_ dan mereka mulai bergabung dengan kelompok masing-masing sambil meneriakkan slogan-slogan yang dahulu biasa mereka katakan pada masa jahiliah.
Kejadian ini pun sampai ke telinga Rasulullah saw.. Lalu beliau bergegas pergi menemui mereka bersama beberapa sahabat Muhajirin. Setelah sampai kepada mereka, beliau berkata, _"Wahai kaum Muslimin, apakah setelah Allah SWT memuliakan kalian dengan Islam, memutus kejahiliaan dari diri kalian dengan Islam dan mendamaikan serta menyatukan kalian, apakah setelah semua ini kalian ingin mendatangkan kejahiliaan lagi, sedangkan aku berada di antara kalian. Sehingga hal itu menyebabkan kalian kembali kepada keadaan kalian dahulu ketika kalian masih dalam keadaan kafir, Allah, Allah."_ Mendengar seruan beliau tersebut, mereka pun tersadar dan tahu bahwa apa yang sedang mereka alami adalah akibat hasutan setan dan tipu daya musuh mereka.
Lalu mereka pun melemparkan senjata mereka dan saling berpelukan antara satu dengan yang lainnya. Kemudian mereka pun beranjak pergi bersama Rasulullah saw. dengan sikap patuh dan taat.
Lalu Allah SWT. menurunkan ayat, _"wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman."_ *(Ali 'Imran:100)*
*Jabir bin Abdullah* berkata, "Sebelumnya, tidak ada ada orang yang datang kepada kami yang lebih kami benci dari Rasulullah saw. lalu beliau memberi isyarat kepada kami dengan tangan beliau. Lalu kami berhenti dan Allah SWT pun mendamaikan dan menyatukan kami, maka, sejak saat itu tidak ada orang yang lebih kami cintai dari Rasulullah saw. dan kami tidak menyaksikan hari yang lebih buruk dan keji awalnya. Namun, paling baik akhir dan kesudahannya dari pada hari itu.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Sesungguhnya ajaran-ajaran pokok dan tujuan semua agama pada dasarnya sama. Cara-cara semua agama di dalam menyampaikan dakwah kepada tauhid, keluhuran akhlak dan budi pekerti serta dakwah untuk hanya menyembah Allah SWT semata adalah sama juga. Oleh karena itu, merupakan keharusan bagi pengikut agama-agama yang ada untuk
bergabung dan bersatu tanpa bersikap fanatik dan memegang kuat apa yang ada pada mereka.
Dikarenakan Islam adalah penutup semua risalah samawi yang ada, maka para pengikut agama sebelumnya seharusnya ikut bergabung dan bersatu di bawah panji Islam. Sehingga pasukan iman bersatu di dalam satu barisan melawan pasukan kesyirikan dan paganisme.
Orang-orang Muslim, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada semua rasul tanpa membedakan antara satu dengan lainnya dan beriman kepada apa-apa yang diturunkan kepada semua para rasul, berupa kitab suci, shuhuf dan ajaran-ajaran.
Inilah yang ditekankan dan digaris bawahi oleh Islam di dalam dakwahnya kepada Ahli Kitab agar mereka berhenti bersikap membangkang dan hasud serta bersegera menerima dakwah Al-Qur'an. Kedua ayat ini merupakan salah satu bentuk celaan Allah SWT terhadap Ahli Kitab dengan cara yang halus dan ramah atas sikap penentangan dan penolakan mereka kepada yang hak pengingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah SWT yaitu Al-Qur'an dan kandungan-kandungannya yang menjadi dalil dan bukti akan kenabian Nabi Muhammad saw. dan sikap mereka yang selalu memalingkan dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah SWT dengan segenap kekuatan dan tipu daya yang mereka miliki. Padahal mereka tahu dengan jelas dan pasti bahwa apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. adalah benar dari Allah SWT dan mereka juga telah diberi berita gembira oleh para Nabi sebelumnya tentang kedatangan Nabi Muhammad saw.
Di dalam kedua ayat ini terdapat penegasan bahwa mereka memang berhak mendapatkan celaan dan kecaman, terdapat penegasan tentang penggagalan konspirasi mereka, menyingkap berbagai bentuk tipu daya dan makar yang mereka rencanakan dan mementahkan segala bentuk kesyubhatan dan kesesatan mereka. Karena Allah SWT Maha Menyaksikan dan Maha Mengetahui rencana dan perbuatan mereka tersebut. Sekali-kali Allah SWT tidak pernah Ialai dari berbagai bentuk tipu daya mereka dan Allah SWT akan memberi balasan kepada mereka atas semua perbuatan dan sikap mereka tersebut yang aneh dan penuh dengan sikap mendustakan dan pembangkangan.
Benar, ini adalah sebuah peringatan di dunia sebelum semuanya terlambat, pemberitahuan tentang yang hak agar manusia tidak tersesat serta peringatan terhadap sikap mengikuti hawa nafsu terutama sikap hasud, pembangkangan, kesombongan dan keangkuhan yang mendorong seseorang menyeret dirinya ke dalam kesesatan dan mendorongnya untuk berusaha menyesatkan orang lain.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
