SURAH ALI 'IMRAN 69-74

*ALI 'IMRAN (20)*

*ALI 'IMRAN 69-74*

*USAHA SEBAGIAN AHLI KITAB UNTUK MENYESATKAN KAUM MUSLIMIN, SIKAP MEREKA YANG MEMANIPULASI AGAMA DAN FANATISME AGAMA*

*SEBAB TURUNNYA AYAT*

*1. Sebab turunnya ayat 69*
Ayat 69 turun berkaitan dengan *Mu'adz bin Jabal, Ammar bin Yasir dan Hudzaifah bin al-Yaman* ketika kaum Yahudi membujuk mereka bertiga untuk menganut agama Yahudi.

*2. Sebab turunnya ayat 72*
*Ibnu Ishaq* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, ia berkata, *'Abdullah bin ash-Shaif, Adi bin Zaid dan al-Harits bin Auf,* mereka bertiga saling berkata kepada yang lainnya, "Mari kita beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad dan para sahabatnya pada pagi hari dan pada sore harinya, kita kufur dan mengingkarinya, sehingga kita bisa menipu dan memunculkan kekaburan pada keberagamaan mereka, dengan tujuan mereka terbujuk melakukan apa yang kita lakukan ini, sehingga hal itu bisa menjadikan mereka keluar dari agama mereka. Lalu Allah SWT menurunkan 71 sampai 73 dari surah Ali 'Imran.

*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *As-Suddi dari Abu Malik,* ia berkata, "Para rahib Yahudi berkata kepada orang-orang Yahudi lainnya, "Janganlah kalian mempercayai kecuali kepada orang yang mengikuti agama kalian." Lalu Allah SWT menurunkan ayat, (قُلْ إِنَّ ٱلْهُدَىٰ هُدَى ٱللَّهِ أَن)

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Kaum Yahudi hasud dan dengki kepada kaum Mukminin serta ingin menyesatkan mereka. Akan tetapi akibat buruk sikap mereka ini tidak lain menimpa diri mereka sendiri, namun mereka tidak menyadarinya. Begitulah, kaum kafir baik dahulu maupun sekarang selalu bermimpi untuk menyesatkan kaum Muslimin dan berusaha membuat mereka meninggalkan agama Islam dan kembali kepada agama Yahudi atau Nasrani atau menjadikan mereka tanpa agama. Akan tetapi, mereka selalu gagal dan merugi, dengan sikap mereka tersebut, berarti mereka telah membuktikan sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang berakal lemah dan pandir. Karena aqidah Islam tertanam di hati setiap Muslim lebih kuat dari pada gunung yang tertanam kokoh di bumi. Mereka tidak mengetahui kebenaran Islam dan menjadi kewajiban bagi mereka untuk mengetahuinya. Karena dalil, bukti dan hujjah yang ada sangat jelas dan kuat yang menegaskan akan keesaan Allah SWT kebenaran, keindahan dan orisinilitas syari'at Islam, kemampuannya
memenuhi semua kebutuhan yang ada sepanjang masa serta keunggulannya di atas semua syariat yang lain. Karena syari'at Islam adalah syari'at dan agama Allah SWT.

Menurut akal dan kebiasaan, tidak bisa diterima sikap Ahli Kitab yang mencampur adukkan antara yang hak dan yang batil atau menyembunyikan sebuah kebenaran yang terang berkilau padahal mereka mengetahuinya.

Penipuan dengan cara pura-pura menampakkan keimanan pada waktu tertentu untuk menyesatkan dan menimbulkan keraguan kemudian kembali lagi kepada kekufuran merupakan sebuah usaha kekanak-kanakan yang ngawur dan gegabah. Usaha mereka ini tidak berpengaruh sama sekali kecuali terhadap orang-orang rendahan, seperti mereka. Karena bermain-main dengan agama dan memanipulasi keimanan tidak merupakan ciri orang-orang yang memurnikan ketaatan dan agama mereka hanya kepada Allah SWT. Juga karena, jika keimanan telah tertanam di dalam hati berdasarkan dalil dan bukti, maka tidak mungkin untuk menghilangkan dan mencabutnya kembali sampai akhir hayat.

Kenabian bukan hanya terbatas untuk umat tertentu, akan tetapi Allah SWT mengkhususkan, menentukan dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Allah SWT mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Allah SWT adalah pemilik kekuasaan mutlak dan keputusan yang final dan tidak bisa dibatalkan. Allah SWT menurunkan wahyu atau malaikat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya. Maka, tidak layak kaum Yahudi mengatakan bahwa tugas kenabian hanya terbatas untuk mereka, atau bahwa hujjah mereka akan menang di sisi Allah SWT kelah karena sebenarnya mereka tidak memiliki hujjah, Islam lebih benar dari aqidah mereka, agama dan keimanan kaum Muslimin jauh lebih benar dan lebih kuat dari pada agama dan keimanan mereka.

Sesungguhnya petunjuk kepada kebenaran dan kebaikan serta petunjuk kepada Allah SWT berada di genggaman-Nya, Dia memberikannya kepada para Nabi-Nya. Jadi, Ahli Kitab tidak berhak protes dan menolak jika ada seseorang yang diberi seperti apa yang diberikan kepada mereka. Jika mereka protes dan menolak, maka dikatakan kepada mereka, "Sesungguhnya karunia itu berada di genggaman Allah SWT diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya."

Segala perkara semuanya berada di bawah kuasa dan pengaturan Allah SWT Dia Dzat Yang memberi dan menghalangi, Dia memberikan keimanan, ilmu dan perilaku yang benar kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia juga menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya dengan membutakan hati dan penglihatannya, menutup hati dan
pendengarannya, meletakkan penutup pada pandangannya. Hanya Allah SWT pemilik hujjah yang sempurna dan hikmah yang agung.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login