SURAH ALI 'IMRAN 23-25

ALI 'IMRAN (8)

ALI 'IMRAN 23-25

KEBERPALINGAN AHLI KITAB DARI HUKUM ALLAH SWT

SEBAB TURUNNYA AYAT

*Sebab Turunnya Ayat 23 dan 24:*
*Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mundzir dan Ibnu Ishaq* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a*., ia berkata: "Suatu ketika, Rasulullah saw; masuk ke dalam _al-Midraas_ (semacam sekolahan Yahudi untuk mempelajari kitab Taurat) untuk menemui sekelompok orang Yahudi. Lalu beliau menyampaikan dakwah kepada mereka untuk masuk Islam. Lalu *Nu'aim bin Amr dan al-Harits bin Zaid* berkata kepada beliau, 'Agama apa yang kamu pegang wahai Muhammad?" Beliau berkata, 'Agama dan syari'at Ibrahim." Mereka berdua berkata, "Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang Yahudi." Lalu beliau berkata, "Kalau begitu, mari kita meminta hukum dari kitab Taurat yang sekarang ada di antara kita." Namun mereka berdua menolak usulan Rasulullah saw. tersebut. Lalu Allah SWT menurunkan ayat (أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ نَصِيبًۭا مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ يُدْعَوْنَ) sampai akhir ayat (يَفْتَرُونَ)

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini mewajibkan untuk berpegang teguh kepada kitab Allah SWT di dalam hukum-hukum syariat dan hukum-hukum pengadilan. Ayat-ayat ini juga mengandung kecaman terhadap perilaku kaum Yahudi dan yang lainnya yang jika diajak untuk memutuskan hukum berdasarkan kitab Allah SWT dan menaati perintah yang terkandung di dalamnya untuk mengikuti dan beriman kepada Nabi Muhammad saw. maka mereka memalingkan diri dan tidak bersedia menerima hukum Allah SWT. Hal ini merupakan celaan dan kecaman yang sangat keras terhadap sikap mereka yang ingkar dan durhaka.

Ayat-ayat ini juga mengandung kecaman terhadap persangkaan-persangkaan mereka yang tidak benar yaitu bahwa pada hari Kiamat mereka adalah orang-orang yang akan selamat dari siksa api neraka, mereka mengandalkan nasab mereka, mengandalkan kedudukan mereka sebagai keturunan para Nabi, bahwa mereka adalah umat pilihan. Padahal sebenarnya, baik buruknya suatu balasan disesuaikan dengan amal perbuatan.

Ayat ini juga mengandung dalil bahwa jika ada seseorang yang diminta untuk datang ke hadapan hakim untuk memutuskan hukum bagi permasalahan yang terjadi antara dirinya dan pihak lawan, maka wajib baginya untuk memenuhi permintaan ini. Selama dirinya tahu bahwa hakim yang akan memutuskan perkara tersebut bukan seorang hakim yang fasiq atau selama tidak diketahui bahwa hakim tersebut memiliki sikap tidak suka terhadap kedua belah pihak yang sedang berperkara. Jika tidak memenuhi permintaan ini, maka ia harus ditegur dan _dita'ziir_.

*Madzhab Maliki* mengambil konklusi hukum dari ayat ini, yaitu bahwa ayat ini mengandung penjelasan bahwa syari'at umat-umat terdahulu sebelum Islam juga menjadi syari'at bagi umat Islam kecuali yang diketahui memang telah dinaskh atau dihapus.

Bahwa wajib bagi kita untuk menerapkan hukum syari'at para Nabi terdahulu jika memang datangnya melalui jalur kaum Muslimin dengan benar dan shahih. Kita tidak membaca kitab Taurat dan mengamalkan kandungannya dikarenakan orang-orang yang memegang kitab Taurat tersebut tidak bisa dipercaya, karena mereka telah melakukan perubahan dan pendistorsian terhadap kitab Taurat tersebut. Bahkan tidak bisa dibuktikan kalau kitab Taurat tersebut memang benar-benar masih asli dan memang benar-benar kitab yang diterima oleh Nabi Musa a.s.. Akan tetapi, kitab Taurat tersebut ditulis lima abad setelah masa Nabi Musa a.s. Seandainya kita mengetahui dengan pasti bahwa ada bagian dari kitab Taurat tersebut yang masih asli dan belum mengalami pendistorsian, maka kita boleh membacanya.

Dalil dan bukti yang jelas, nyata dan pasti menegaskan bahwa mereka, para Ahli Kitab adalah orang-orang yang berpegangan pada sesuatu yang hanya bersifat prasangka dan kebohongan-kebohongan semata. Lalu bagaimana keadaan mereka dan apa yang mereka lakukan tatkala digiring dan dikumpulkan pada hari kiamat, di mana kala itu prasangka-prasangka yang tampak manis bagi mereka yang mereka sangkakan Ketika di dunia tiba-tiba hilang dan ternyata tidak benar sama sekali. Mereka akan diberi balasan atas kekufuran, keberanian mereka mengada-adakan kebohongan dan perbuatan mereka yang sangat buruk. Ini merupakan sebuah ancaman.===

Tafsir Al Munir

KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login