SURAH ALI 'IMRAN 18-20

ALI 'IMRAN (6)

ALI 'IMRAN 18-20

PERNYATAAN AKAN KEESAAN ALLAH SWT, KEADILAN-NYA DAN AGAMA YANG DITERIMA DI SISI-NYA

SEBAB TURUNNYA AYAT

Ketika Rasulullah saw telah berada di Madinah, ada *dua uskup dari Syam* datang menemui beliau. Ketika melihat keadaan kota Madinah, salah satunya berkata kepada sahabatnya, "Kota ini sangat mirip dengan kota seorang Nabi yang akan muncul di akhir zaman." Setelah bertemu dengan Rasulullah saw. mereka berdua mengenali beliau dengan
sifat-sifat yang beliau miliki, lalu mereka berdua berkata, "Kamu Muhammad?" Beliau berkata, "Benar." Mereka berdua bertanya, "Dan kamu juga Ahmad?" Beliau berkata, "Benar." Mereka berdua berkata, "Kami ingin bertanya kepadamu tentang sebuah asy-Syahaadah (persaksian atau pernyataan), jika kamu bisa menjelaskan kepada kami tentang asy-Syahaadah tersebut, maka kami akan beriman kepadamu dan membenarkanmu."

Lalu Rasulullah saw. berkata kepada mereka berdua, "Bertanyalah kepadaku." Lalu mereka berdua berkata, "Beritahukan kepada kami tentang asy-Syahaadah yang paling agung yang ada di dalam kitab Allah SWT." Lalu Allah SWT menurunkan ayat (شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ) lalu mereka berdua pun masuk Islam dan membenarkan Rasulullah saw.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Tema ayat 18 adalah penegasan akan keesaan Allah SWT dengan dalil dan bukti-bukti _kauniyyah_ (alam) yang Allah SWT tampakkan di dalam jagad raya, pada diri manusia dan di dalam penurunan ayat-ayat syari'ah. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menjelaskan dan menyatakan akan hal ini.

*Al-Qurthubi* berkata, "Ayat ini menjelaskan tentang keutamaan ilmu dan kemuliaan serta keutamaan orang-orang yang berilmu. Karena seandainya ada orang yang lebih mulia dari pada orang-orang yang berilmu, maka tentunya Allah SWT akan menyebutkan mereka bersamaan dengan penyebutan asma-Nya dan para malaikat seperti disebutkannya para
ulama bersama dengan penyebutan asma Allah SWT dan para malaikat. Hal ini dikuatkan oleh kenyataan bahwa Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw untuk selalu menambah ilmu dengan *firman-Nya:* 

_"dan katakanlah, "Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku."_ *(Thathaa: 114)*

Di dalam kitab as-Sunan diriwayatkan bahwa *Rasulullah saw bersabda:*

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ،

_"Ulama adalah pewaris para Nabi."_

Diriwayatkan juga bahwa *Rasulullah saw. bersabda:*

(العُلَمَاءُ أُمَنَاءُ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ)

_"Para ulama adalah para kepercayaan Allah SWT atas makhluk-Nya."_ 

Ini merupakan kemuliaan yang besar bagi para ulama, kedudukan mereka di dalam agama sangat tinggi dan penting.
 
Anas meriwayatkan dari *Rasulullah saw.* bahwa beliau bersabda, _"Barangsiapa yang membaca ayat (شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ) al-Aayah_ *(AIi 'Imran: 18)* ketika hendak beranjak tidur, maka Allah SWT menciptakan untuknya 70.000 malaikat yang akan selalu memintakan ampunan untuknya sampai hari kiamat."

Sedangkan ayat 19 menyatakan bahwa agama yang diridhai di sisi Allah SWT hanyalah Islam saja. Islam adalah iman kepada Allah SWT dan menaati semua perintah-Nya. Agama atau risalah yang dibawa oleh semua Nabi hanya satu yaitu Islam. Adapun perselisihan yang terjadi di dalam masalah agama muncul dari para pengikut dan pemeluknya dikarenakan perasaan dengki dan sikap zalim mereka.

Ayat ini bertujuan untuk mencabut dan menghapus perselisihan di dalam agama dan memerintahkan untuk menjauhi sikap berpecah belah di dalam agama menjadi berbagai kelompok dan aliran. Karena Ahli Kitab yang berselisih di dalam masalah kenabian Muhammad saw. sebenarnya mereka mengetahui dengan pasti kebenaran akan kenabian beliau. Perselisihan mereka ini disebabkan sikap dengki mereka dan keinginan untuk meraih dunia. Sebenarnya kitab-kitab suci mereka telah menyatakan kepada mereka tentang sifat-sifat Rasulullah saw. dan kenabian beliau, menjelaskan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh makhluk adalah para hamba-Nya. Oleh karena itu, wajib bagi orang-orang yang beriman dengan benar untuk menghilangkan perselisihan dan perpecahan dan kembali kepada persatuan dan kesepakatan di antara para pengikut agama dengan meyakini akan keesaan Allah SWT dan membenarkan risalah Muhammad saw. 

Ayat ini dan ayat-ayat yang sejenis termasuk bukti dan dalil yang sangat jelas dan nyata bahwa Nabi Muhammad saw. diutus kepada seluruh umat manusia. Banyak ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits yang menyatakan akan hal ini. Di antaranya adalah *firman Allah SWT:*

_"Katakanlah ( Muhammad), " Wahai manusia! Sesungguhnya aku utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya), ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk"._ *(al-A raaf: 158)*

_"Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh Alam."_ *(al-Furqaan: 1)*

Diriwayatkan di dalam shahih *Bukhari dan Muslim* serta di dalam kitab-kitab hadits lainnya sebuah hadits yang _mutawatir_ bahwa Rasulullah saw. mengirimkan beberapa surah kepada para Raja dan kelompok-kelompok umat manusia, baik Arab maupun non Arab, Ahli Kitab maupun para paganis, untuk mengajak mereka kepada Islam. Hal ini demi
melaksanakan perintah Allah SWT yang memerintahkan untuk menyeru seluruh umat manusia kepada Islam.

*Imam Muslim dan Abdur Razzaq* meriwayatkan dari *Abu Hurairah r.a.* dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda:

(وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ)

_"Demi Dzat Yang jiwa Muhammad berada di dalam genggaman-Nya, seseorang dari umat ini tidak mendengar tentang aku, baik ia Yahudi maupun Nasrani kemudian ia mati dan tidak beriman kepada risalahku kecuali ia termasuk penduduk neraka."_

Di dalam sebuah hadits shahih, *Rasulullah saw. bersabda:*

(بُعِثْتُ إِلَى ٱلْأَحْمَرِ وَٱلْأَسْوَدِ)

_"Aku diutus kepada (semua umat manusia) baik yang berkulit merah maupun yang berkulit hitam."_

*Imam Bukhari, Muslim dan Nasa'i* meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah saw. bersabda:

(كَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً، وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً)

_"setiap Nabi (sebelumku) hanya diutus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada seluruh umat manusia."_===

Tafsir Al Munir

KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login