Surah Thaahaa Ayat 36-41

*THAAHAA (5)*
 
*KISAH NABI MUSA*

*DELAPAN NIKMAT ALLAH SWT KEPADA MUSA SEBELUM DIANGKAT SEBAGAI NABI*

*Surah Thaahaa Ayat 36-41*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut:

1. Ketika Nabi Musa meminta kepada Allah delapan hal, maka Allah mengabulkan dan memenuhi permintaannya, sebagai sebuah anugerah, nikmat, rahmat dan kemurahan dari-Nya. 

2. Setelah mengabulkan doa Nabi Musa, Allah SWT menyebutkan delapan anugerah yang diberikan kepada Nabi Musa sebelum ia meminta, dan kedelapan anugerah tersebut terangkum dalam perlindungan Allah SWT terhadapnya dari kejahatan para musuh-Nya dan dari pembunuhan ketika baru dilahirkan dan ketika ia masih muda.

3. Wahyu dari Allah kepada ibu Nabi Musa untuk membuat kotak dan melemparkannya ke Sungai Nil adalah berupa ilham atau mimpi. Mayoritas ulama sepakat bahwa ibu Musa bukanlah seorang nabi atau rasul, sehingga kata wahyu yang digunakan dalam ayat di atas maksudnya bukanlah wahyu yang disampaikan kepada para nabi karena Allah SWT berfirman (bahwa hanya laki-laki yang dapat diangkat sebagai nabi, ed.),

_"Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka..."_ *(al-Anbiyaa': 7)*

Di dalam Al-Qur'an juga terdapat kata wahyu yang bukan bermakna wahyu yang diturunkan kepada para nabi. Allah SWT berfirman:

_"Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah..."_ *(an-Nahl: 68)*

Dan Allah berfirman,

_"Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa."_ *(al-Maa'idah: 111)*

4. Diantara perbuatan, rencana dan kehendak Allah yang luar biasa adalah Dia menyelamatkan Musa yang masih bayi dari kekejaman Fir'aun. Nabi Musa kecil lalu diasuh di dalam rumah Fir'aun, namun ia menjadi sebab kebinasaan Fir'aun dan ditenggelamkan di laut bersama kaumnya dan para tentaranya.

5. Makna kecintaan Allah SWT kepada Nabi Musa adalah memberikan manfaat kepada para hamba-Nya dengan menyiapkan Nabi Musa untuk mengemban risalah sejak ia masih kecil, dan terus berlanjut hingga ia besar dan meninggal dunia.

6. Merupakan skenario Allah yang sangat lembut, bahwa Musa kecil yang masih menyusu, tidak mau menyusu kepada siapa pun, hingga saudaranya yang pura-pura tidak tahu tentang Musa datang. Ia lalu mengambil Musa kecil dan meletakkannya di pangkuannya kemudian menempelkan puting susunya pada bibir Musa, dan Musa kecil pun langsung mengulumnya dan ia tampak senang. Orang-orang pun bertanya kepadanya, _"Maukah kamu tinggal bersama kami?"_ Saudari Musa menjawab, _"Saya tidak memiliki air susu, tapi saya akan tunjukkan kalian kepada keluarga yang akan merawatnya dan mereka akan ikhlas mengasuh bayi ini."_ Mereka pun bertanya, _"Siapa perempuan itu?"_ Saudari Musa menjawab, _"lbuku."_ Mereka bertanya lagi, _'Apakah ibumu punya air susu?"_ Ia menjawab, _"la punya air susu untuk saudaraku, Harun."_ Harun lebih tua satu tahun dari Musa. Ada yang mengatakan lebih tua tiga tahun, dan ada yang mengatakan lebih tua empat tahun. Hal ini karena Fir'aun pernah kasihan terhadap Bani Isra'il sehingga ia pernah menghentikan pembunuhan terhadap mereka selama empat tahun, dan Harun dilahirkan pada masa-masa itu, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas. Ibunya lalu datang dan Musa pun menerima susunya. 

7. Di dunia ini, setelah nabi, tidak ada orang yang lebih sayang kepada anaknya dari seorang ibu berkat ketetapan Allah karena seorang ibu mengeluarkan rasa kasih sayang kepada anaknya dari sel-sel khusus yang dimilikinya. Oleh karena itu, ibu Musa sangat sedih dan gelisah terhadap kondisi anaknya setelah ia lemparkan ke sungai. Akan tetapi, Allah Yang Maha Penyayang terhadap hamba-Nya, mengembalikan Musa kepadanya, membuatnya bahagia dan menghapus kesedihan dan kegelisahannya.

8. Pembunuhan Nabi Musa terhadap laki-laki Koptik yang kafir tersebut tidaklah secara sengaja dan ketika itu Musa belum diangkat menjadi nabi dan masih sangatbelia. Ka'ab, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim di dalam Shahih-nya, berkata, "Ketika itu Musa berusia dua belas tahun."

9. Allah memberikan keamanan kepada Musa dari ketakutan, pembunuhan, dan ditahan. Allah mengujinya dengan ujian yang berat dalam beberapa fase hidupnya ketika ia masih muda, hingga ia pantas untuk mengemban risalah.

10. Musa bekerja selama sepuluh tahun menggembala domba Syu'aib, seorang laki-laki saleh, sebagai mahar untuk istrinya. Jadi, Musa menyelesaikan masa yang paling lengkap dari dua masa yang ditawarkan oleh Syu'aib. Wahab berkata, "Musa berada di tempat Syu'aib selama dua puluh delapan tahun, sepuluh tahun darinya sebagai mahar bagi istrinya, Shafura binti Syu'aib, dan delapan belas tahun tinggal di tempat Syu'aib hingga ia mempunyai anak di sana.

11. Setelah Nabi Musa melalui banyak ujian, tiba waktunya dia diangkat menjadi seorang nabi. Dia lalu pun diangkat menjadi seorang nabi pada waktu yang telah ditentukan dan diketahui oleh Allah. Karena para nabi tidak diutus kecuali ketika berusia empat puluh tahun.

Allah memilih Musa untuk mendapatkan wahyu dan risalah dari-Nya, dan Allah mengutusnya kepada Fir'aun dan kaumnya. Adapun lanjutan kisah di atas adalah pada ayat-ayat berikutnya.

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits yang berisi tentang penafsiran makna al-ishthifaa', dari Abu Hurairah r.a., dari Rasulullah saw., beliau bersabda:

Adam dan Musa bertemu, lalu Musa berkata, "Kamu yang telah membuat manusia sengsara dan kamu telah mengeluarkan mereka dari surga." Maka Adam membalas, "Bukankah kamu yang telah dipilih oleh Allah untuk menunaikan risalah-Nya dan Dia memilihmu untuk diri-Nya, Dia juga telah menurunkan Taurat kepadamu?" Musa menjawab, "Ya-" Adam berkata lagi, "Bukankah kamu mendapati hal itu telah tercatat padaku sebelum Dia menciptakanku?" Musa menjawab, "YA." Maka Adam pun mengalahkan Musa' *(HR Bukhari dan Muslim)*===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login