*THAAHAA (4)*
*KISAH NABI MUSA*
*TANGAN YANG BERCAHAYA (MUKJIZAT KEDUA)*
*Surah Thaahaa Ayat 22-35*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan kepada
beberapa hal berikut:
1. Bersinarnya tangan Nabi Musa seperti sinar matahari dan bulan bahkan lebih terang lagi, setelah dia keluarkan dari lubang bajunya. Ini merupakan mukjizatnya yang kedua setelah mukjizat tongkat.
2. Allah mengutus Nabi Musa sebagai seorang rasul kepada Fir'aun yang zalim yang mengaku sebagai tuhan dan pengakuan tersebut didukung oleh kaumnya yang zalim juga. Allah mendukung Nabi Musa dengan mukjizat tongkat dan mukjizat tangan yang bersinar, serta memperlihatkan kepadanya hal-hal yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang rasul.
3. Doa Nabi Musa kepada Allah — dan doa adalah salah satu bentuk ibadah — untuk kemudahan misinya dan agar dapat merealisasikannya sebaik mungkin. Dan Allah menjawab semua doa Nabi Musa ini, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya,
_"Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa!"_ *(Thaahaa: 36)*
Allah melapangkan dada Nabi Musa dan menghilangkan kesempitan serta kesedihan darinya. Allah juga memudahkan urusannya dan menguatkannya. Kegaguan pun banyak berkurang dari lidahnya, walaupun masih tersisa sedikit darinya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT ketika mengisahkan kata-kata Fir'aun,
_"Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?"_ *(az-Zukhruf: 52)*
Allah menjadikan saudaranya, Harun, sebagai seorang nabi agar membantunya menunaikan risalah. Bantuan ini merupakan hal yang sangat diperlukan untuk dapat merealisasikan tujuan dengan baik, juga agar Harun membelanya, menguatkannya dan ikut serta dalam menunaikan tugasnya.
Keduanya banyak bertasbih dan menyucikan Allah dari kekurangan yang tidak layak bagi-Nya, seperti tuduhan Allah memiliki anak dan sekutu. Keduanya juga berdzikir kepada-Nya semata, tanpa menyekutukan-Nya sama sekali, sejalan dengan dakwah Nabi Musa.
Sesungguhnya, Allah SWT Maha Mengetahui berbagai hal yang tidak tampak. Dia Maha Mengetahui kondisi Nabi Musa, saudaranya, Fir'aun dan lain sebagainya. Dia Maha Mengetahui apa yang dialami oleh Musa ketika masih kecil. Sehingga Allah merawatnya dengan baik dan menolongnya melawan Fir'aun serta kaumnya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
