AR-RA'D (2)
BEBERAPA FENOMENA DAN MANIFESTASI KUASA ALLAH SWT DI LANGIT DAN BUMI
Surah Ar-Ra’d Ayat 2-4
ٱللَّهُ ٱلَّذِى رَفَعَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍۢ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّۭ يَجْرِى لِأَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۚ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ يُفَصِّلُ ٱلْـَٔايَـٰتِ لَعَلَّكُم بِلِقَآءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ ٢
*Artinya*: _Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas arasy dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhan-mu._
وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنْهَـٰرًۭا ۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ ٣
*Artinya*: _Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan1#, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan._
1#- Maksud "berpasang-pasangan" ialah jantan dan betina, pahit dan manis, putih dan hitam, besar kecil, dan sebagainya.
وَفِى ٱلْأَرْضِ قِطَعٌۭ مُّتَجَـٰوِرَٰتٌۭ وَجَنَّـٰتٌۭ مِّنْ أَعْنَـٰبٍۢ وَزَرْعٌۭ وَنَخِيلٌۭ صِنْوَانٌۭ وَغَيْرُ صِنْوَانٍۢ يُسْقَىٰ بِمَآءٍۢ وَٰحِدٍۢ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍۢ فِى ٱلْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَـٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ ٤
*Artinya*: _Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang, dan yang tidak bercabang disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Di antara kebaikan, belas kasih, rahmat, bimbingan, dan tuntunan Allah SWT kepada para hamba-Nya adalah Dia menjelaskan berbagai bukti petunjuk kepada mereka serta menarik perhatian mereka kepada apa yang menunjukkan eksistensi-Nya, kesempurnaan dan totalitas kuasa-Nya, ilmuNya dan kehendak-Nya.
Semua hal yang disebutkan memiliki keadaan, letak, tempat, sifat, karakteristik, dan tabiat tersendiri yang berasal dari Allah SWT.
2. Bukti-bukti petunjuk bermacam-macam, di langit dan bumi. Bukti petunjuk yang terdapat di langit ada tiga.
_Pertama_, langit yang ditinggikan tanpa tiang dan pilar.
_Kedua_, bersemayam di atas Arasy.
_Ketiga_, penundukkan matahari dan rembulan untuk tujuan-tujuan tertentu dalam jangka waktu tertentu, demi manfaat makhluk dan kemaslahatan para hamba selama mereka masih di dunia hingga datangnya Kiamat.
Allah SWT mengatur segala urusan menurut apa yang Dia kehendaki, dengan mengadakan dan meniadakan, menghidupkan dan mematikan, menjadikan kaya dan miskin, menurunkan wahyu, mengutus para rasul, membebankan kepada para hamba, dan menerangkan ayat-ayat-Nya.
Zat Yang kuasa atas semua itu, Dia juga kuasa untuk mengulangnya kembali. Oleh karenanya, *Allah SWT berfirman* ( لَعَلَّكُم بِلِقَآءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ ) Ini adalah untuk menegaskan _uluuhiyyah, rubuubiyyah,_ dan kehidupan pada hari Kiamat. Zat Yang kuasa mengatur mulai dari atas Arasy hingga apa yang ada di bawah tanah tanpa ada suatu urusan pun yang membuat-Nya sibuk dan terpalingkan dari suatu urusan yang lain, demikian pula Dia menghisab makhluk tanpa ada suatu urusan pun yang membuat-Nya sibuk dan terpalingkan dari suatu urusan yang lain.
Adapun bukti-bukti petunjuk yang ada di bumi ada enam.
_Pertama_, menghamparkan bumi agar makhluk hidup dapat hidup di atasnya.
_Kedua_, pengukuhan dan penstabilan bumi dengan gunung-gunung yang tertanam kukuh dan tinggi menjulang.
_Ketiga_, mengalirkan sungai-sungai dan memancarkan sumber-sumber mata air.
_Keempat_, menjadikan buah memiliki dua macam yang berpasangan, seperti jantan dan betina, manis dan asam, panas dan dingin, putih dan hitam.
_Kelima_, menutupkan malam pada siang dan melenyapkan gelapnya malam dengan cahaya siang.
_Keenam_, beraneka ragamnya hasil bumi berupa biji-bijian, tanam-tanaman, buah-buahan dan pepohonan yang memiliki batang bercabang-cabang dari satu akar batang induk, dan pepohonan yang hanya berbatang tunggal.
Semua yang disebutkan menunjukkan dan membuktikan secara pasti bahwa semuanya adalah karena pengaturan Allah SWT Yang Maha berbuat dan berkehendak bebas, bukan terjadi secara alami dengan sendirinya dan bukan pula secara kebetulan.
3. Ayat (وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ) dan ayat 30 surah an-Naazi’aat (وَٱلْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَىٰهَآ) sama sekali tidak memberikan pengertian kalau bumi tidak berbentuk bulat. Karena bentuk bulat bumi telah terbuktikan berdasarkan bukti-bukti ilmiah secara rasional dan materil. Satelit-satelit luar angkasa yang mengitari bumi menunjukkan bahwa bumi berbentuk bulat. Bentuk bulat bumi juga dinyatakan secara tegas oleh para ulama kita semisal ar-Razi. Maksud ayat di atas adalah setiap belahan dan bagian bumi terlihat seperti datar. Adapun bumi secara keseluruhannya dengan ukurannya yang besar berbentuk bulat, dengan bukti bumi dikukuhkan dan distabilkan dengan gunung-gunung yang tertancap kukuh dan menjulang tinggi seperti yang disebutkan dalam ayat di atas. Juga seperti yang disebutkan dalam ayat lain,
_"Dan gunung-gunung sebagai pasak."_ *(an-Naba': 7)*
Juga berdasarkan bukti ditutupkannya malam atas siang dan siang atas malam. _At-Takwir_ berarti, menutupkan sesuatu pada benda yang berbentuk bulat.
4. Tentang ayat (وَفِى ٱلْأَرْضِ قِطَعٌۭ مُّتَجَـٰوِرَٰتٌۭ) *al- Qurthubi* berkomentar, ayat ini memuat bukti terkuat tentang keesaan Allah SWT dan keagungan _shamadiyyah_-Nya (menjadi tempat bergantung segala sesuatu). Juga, bimbingan bagi orang yang tersesat dari _makrifat_ kepada-Nya. Karena Allah SWT menegaskan dengan ayat ( يُسْقَىٰ بِمَآءٍۢ وَٰحِدٍۢ) bahwa semua itu adalah karena kehendak-Nya dan kuasa-Nya. Ini menjadi bukti terkua’t tentang kebatilan pandangan naturalisme. Jika seandainya semua itu adalah karena air dan tanah ,dan bahwa faktor yang memberikan efek adalah alam, tentunya perbedaan dan keragaman itu tidak akan terjadi.
5. Seruan yang kuat, bahkan sebuah keharusan dan kewajiban untuk mempergunakan dan memberdayakan potensi akal pikiran, menggali bukti-bukti dan tanda-tanda yang terdapat di alam ini yang membuktikan eksistensi Allah SWT, kesempurnaan dan totalitas kuasa-Nya, ilmu-Nya dan keesaan-Nya.
6. Menyangkut ayat (وَٰحِدٍۢ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍۢ فِى ٱلْأُكُلِ ۚ) *Hasan al-Bashri* menuturkan, yang dimaksudkan dengan ayat ini adalah perumpamaan dan ilustrasi yang dibuat Allah SWT untuk menggambarkan Bani Adam. Asal-usul mereka satu, namun mereka berbeda-beda dalam hal kebaikan dan keburukan, keimanan dan kekafiran, seperti perbedaan buah-buahan yang disirami dengan air yang sama.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
