Surah Yuusuf Ayat 102-108

YUUSUF (25)

Surah Yuusuf Ayat 102-108

BAGIAN KESEMBILAN BELAS : PENEGASAN KENABIAN MUHAMMAD SAW., INFORMASI HAL-HAL GAIB, BERPALING MERENUNGI AYAT-AYAT, DAN SERUAN BELIAU KEPADA TAUHID

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.

1. Informasi tentang kisah Nabi Yusuf dan kisah-kisah para nabi terdahulu dengan kaum mereka adalah berita-berita gaib yang menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT dan kebenaran dakwah Nabi Muhammad saw.. Oleh karenanya, informasi-informasi tersebut merupakan mukjizat Rasulullah saw.

2. Ayat (وَمَآ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ ) turun untuk menenteramkan hati Rasulullah saw.. Bahkan sekalipun kamu menginformasikan kepada mereka tentang kisah Yusuf, mereka tetap tidak mau beriman. Artinya, kamu tiada memiliki kuasa untuk memberi hidayah kepada orang yang kamu inginkan.

3. Tugas setiap nabi adalah menyampaikan wahyu yang diturunkan kepadanya dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, dan ketulusan serta menginginkan pahala di sisi Allah SWT tanpa membebani orang-orang untuk membayar atau memberikan semacam, upah atau imbal balik.

4. Al-Qur’an dan wahyu adalah nasihat, dan peringatan bagi seluruh alam, bukan bagi orang Arab saja. Al-Qur'an dan wahyu adalah pengajaran untuk seluruh manusia, tentang bukti-bukti tauhid, keadilan dan kenabian, hari akhir, cerita dan kisah-kisah, berbagai macam pembebanan, dan ibadahibadah. Oleh karenanya, di dalamnya terkandung banyak manfaat yang agung.

5. Betapa banyak ayat, tanda, dan bukti petunjuk wujud Allah SWT dan keesaan-Nya, kuasa-Nya, hikmah-Nya, ilmu-Nya, dan rahmat-Nya yang terdapat di langit dan bumi seperti bintang-bintang, planet-planet, lautan, sungai, pegunungan, tumbuh-tumbuhan dan pepohonan, gurun sahara yang begitu luas terhampar, segala macam makhluk hidup dan benda mati, binatang, dan buah-buahan yang beragam rasa, bau, aroma, warna, ciri-ciri dan spesifikasinya. Semua itu adalah tanda dan bukti-bukti petunjuk yang bersifat indrawi.

6. Keimanan orang-orang musyrik adalah palsu dan batil. Mereka mengakui wujud Allah SWT sebagai Pencipta mereka dan Pencipta segala sesuatu. Namun, mereka menyembah dan memuja-muja berhala. *Ibnu Abbas r.a*. menuturkan, ayat ini turun menyangkut bacaan talbiyah orang-orang musyrik, _"Labbaika laa syariika laka illaa syariikan huwa laka tamlikuhu wa maa malaka"_ (aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu kecuali sekutu yang itu adalah kepunyaan-Mu, Engkau memilikinya sedang ia tidak memiliki). Ada keterangan lain dari *Ibnu Abbas r.a*., bahwa ayat ini turun menyangkut _kaum Nasrani_ dan _kaum Musyabbihah_ yang menyerupakan Allah SWT dengan makhluk-Nya, mereka sekilas tampak beriman, namun sebenarnya mereka adalah musyrik. Ada pendapat lain menyebutkan bahwa ayat ini turun menyangkut orangorang munafik. Namun yang lebih utama dan tepat adalah melihat ayat ini dalam konteks umum. Maksudnya, ayat ini sebagaimana yang dikatakan oleh al-Hasan adalah (وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ) kebanyakan mereka beriman hanya di lisan, namun hati mereka kafir.

7. Adzab Allah SWT, hukuman-Nya, serta hari Kiamat, datang secara tiba-tiba tanpa disadari oleh manusia.

8. Jalan dan manhaj Nabi Muhammad saw. dan para pengikut beliau yang beriman adalah dakwah mengajak ke surga dengan berdasarkan keyakinan dan kebenaran.

Slogan seorang Mukmin adalah _"Subhaanallaah wa maa anaa minal musyrikiina."_ Aku bertasbih menyucikan Allah SWT dari setiap bentuk sekutu apa pun, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah SWT.

Agama disebut _sabiil_ (jalan) karena agama adalah titian yang membawa kepada pahala, sebagaimana firman Allah SWT,

_"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu."_ *(an-Nahl: 125)* ===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login