YUUSUF (9)
Surah Yuusuf Ayat 30-35
_BAGIAN KELIMA_: TERSEBARNYA BERITA DI KALANGAN PEREMPUAN-PEREMPUAN KOTA DAN RENCANA ISTRI AL-AZIZ MENGUNDANG MEREKA SERTA PEMENJARAAN YUSUF
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut.
1. Berita buruk sangat cepat menyebar di kalangan masyarakat, terlebih jika yang berada di balik semua itu adalah perempuan.
2. Cercaan perempuan-perempuan pembesar pemerintah di kalangan masyarakat Mesir terhadap istri al-Aziz merupakan kejadian yang pertama kali terjadi. Berdasarkan adat yang berkembang saat itu, cercaan tersebut merupakan hal yang pantas dan benar. Karena bagaimana mungkin istri seorang menteri Mesir menggoda dan merayu seorang pelayan dan pembantu sendiri di rumahnya. Ini merupakan suatu hal di luar kebiasaan karena tingginya kedudukan seorang majikan dan ketidakmungkinan bergaulnya seorang majikan dengan seorang pelayan. Oleh karena itu, perempuan-perempuan para pembesar pemerintahan mencerca tindakan dan cinta istri al-Aziz terhadap pelayannya karena tindakannya telah menyimpang dari adat yang benar.
3. Dalam menanggapi cercaan perempuan-perempuan di kalangan pembesar pemerintah, istri al-Aziz membalasnya dengan hal serupa. Dia mengundang perempuan-perempuan itu pada sebuah acara agar mereka terjatuh dalam siasat yang telah direncanakannya dan akan jelas di depan mereka alasan mengapa dia membujuk pelayannya. Seketika perempuan-perempuan yang diundangnya benar-benar terkagum dan terpana melihat ketampanan dan keindahan Yusuf dengan kesempurnaan yang ada pada dirinya, dan tanpa terasa mereka telah melukai jari mereka sendiri dengan pisau yang seharusnya mereka gunakan untuk memotong makanan yang telah disediakan. Mereka menyangka bahwa mereka sedang memotong _al-atraj_ (jeruk biasa, jeruk sunkis atau sejenisnya, yaitu buah yang ukurannya lebih besar dari lemon dan bisa dikonsumsi setelah kulitnya dikupas).
4. Perempuan-perempuan yang diundang istri al-Aziz tidak mampu mengungkapkan kekaguman mereka ketika melihat Yusuf. Mereka berkata, "Yang kami lihat ini bukanlah manusia, tetapi ini adalah malaikat yang mulia.” Maksud perkataan mereka tersebut, merupakan bentuk pengakuan terhadap ketampanan dan kesempurnaan Yusuf yang tak tertandingi, juga kesuciannya dari perbuatan maksiat sebagaimana halnya para malaikat. Adapun perkataan mereka, "Maha sempurna Allah" merupakan bentuk penetapan kesucian dan kebebasan Yusuf dari tuduhan menggoda istri al-Aziz. Artinya, Yusuf sangat jauh (tidak mungkin) untuk melakukan hal tersebut.
5. Ketika istri al-Aziz melihat perempuan-perempuan yang diundangnya jatuh dalam siasatnya dan terkagum dengan keelokan Yusuf, dia (Zulaikha) mencoba membersihkan kesalahannya dengan berkata, "Itulah orangnya yang telah membuat kalian mencela diriku karena aku mencintai dan menggodanya.” Kata _al-laumu_ adalah membicarakan atau menyifati seseorang dengan keburukan.
6. Yusuf lebih memilih masuk penjara karena mengharap ridha Allah SWT dan karena penjara lebih ia sukai. Maksudnya, lebih mudah baginya atau lebih ringan daripada terjatuh ke dalam jurang kemaksiatan, bukan berarti Yusuf benar-benar menyukai masuk ke dalam penjara. Dikisahkan bahwa Yusuf ketika berkata, "Penjara lebih aku sukai” Allah mewahyukan kepadanya, "Wahai Yusuf! Engkau telah memenjarakan dirimu dengan engkau berkata, "Penjara lebih baik bagiku." Andaikan engkau berkata, "Keselamatan lebih aku sukai," niscaya Aku akan menyelamatkanmu.
Dalam do'anya, Yusuf menghimpun antara pengaruh dorongan sifat kemanusiaan dan sifat ketertarikan kepada perempuan dengan kesungguhan hati yang didasari pertolongan dari Allah SWT. Hal itu agar dia menjadi panutan bagi manusia. Yusuf juga menjelaskan dalam doanya bahwa mengikuti keinginan perempuan adalah kebodohan dan keadaan orang yang terjatuh dalam godaannya termasuk golongan orang-orang yang bodoh. Maksudnya, termasuk orang yang berbuat dosa dan berhak mendapatkan kehinaan atau termasuk orang yang melakukan perbuatan orangorang yang bodoh, yaitu orang-orang yang melakukan perbuatan atas dasar apa yang mereka tidak ketahui. Hal ini menunjukkan bahwa siapa pun tidak akan dapat mencegah kemaksiatan kepada Allah kecuali dengan pertolongan Allah. Juga menunjukkan buruknya sifat kebodohan dan kehinaan bagi orang yang bodoh.
8. Allah SWT mengabulkan doa Yusuf dan menganugerahkan kasih sayang-Nya serta memeliharanya dari melakukan perzinaan. Semua itu karena kesabarannya dan permohonannya yang tulus kepada Allah dari tipu daya istri al-Aziz. Merupakan kehendak Allah SWT untuk memperkenankan doa orang yang dizalimi, orang yang memohon perlindungan kepada-Nya dan orang yang menolak kemaksiatan karena mengharap ridha dari-Nya.
9. Al-Aziz dan anggota keluarga yang bermusyawarah memutuskan untuk memenjarakan Yusuf sampai waktu yang tidak ditentukan sebagai bentuk penyembunyian kejadian agar tidak tersebar luas ke penjuru Mesir meskipun mereka telah mengetahui dan jelas tentang kesucian dan _keiffahan_ Yusuf dengan melihat bukti-bukti. Maksudnya, bukti-bukti dan kesaksian-kesaksian tentang kebenaran dan terbebasnya Yusuf dari tuduhan seperti baju gamis Yusuf yang terkoyak di bagian belakang, kesaksian saksi dari keluarga istri al-Aziz, terpotongnya tangan-tangan dengan pisau dan ketidaksabaran perempuan-perempuan yang diundang istri al-Aziz untuk melihat Yusuf secara langsung.
10. Yusuf tidak ridha dengan tuduhan perbuatan keji yang ditujukan kepadanya. Karena kedudukan dan martabatnya sangat tinggi dan mulia. Meskipun demikian, dia juga tidak menginginkan dipenjara dan tinggal selama lima tahun di dalamnya. Atas dasar ini, ulama berkata bahwa jika seseorang dipaksa untuk masuk penjara atas tuduhan berzina, maka hukumnya tidak boleh menurut ijma.
Adapun jika dipaksa dengan hukuman pukulan (cambukan) ulama berbeda pendapat pada masalah ini. Pendapat yang shahih yaitu apabila kejadian tersebut merupakan malapetaka, maka terputus baginya dosa dan hukuman had. Karena Allah SWT tidak mengumpulkan hamba-Nya sebagai orang yang diadzab, dan tidak menjadikan hamba-Nya di antara malapetaka, karena itu termasuk dosa besar dalam agama. *Allah berfirman*, _"Dan Dia (Allah) tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama."_ *(al-Hajj: 78)* ===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
