SURAH YUSUF
SURAH YUUSUF
MAKKIYYAH, SERATUS SEBELAS AYAT
[Bagian 1/4]
PENAMAAN DAN SEBAB TURUNNYA SURAH
Dinamakan *Surah Yuusuf* karena di dalamnya terdapat kisah nabiyullah Yusuf. Diriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi pernah bertanya kepada *Rasulullah saw.* tentang kisah *Nabi Yusuf*, lalu turunlah surah ini. *Imam Hakim* dan selainnya meriwayatkan dari *Saad bin Abi Waqqaas*, ia mengatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah saw.. Kemudian Rasul membacakannya kepada mereka suatu ketika, mendengar hal tersebut mereka berkata, "Andai engkau kisahkan kepada kami”, maka turun ayat (نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ) *(Yuusuf: 3)* dan *(al-Kahf: 13)* Suatu ketika beliau membacakan kepada mereka, kemudian mereka berkata, "Andai engkau berkata kepada kami", maka turun ayat (ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ) *(az-Zumar: 23)* Surah ini diturunkan setelah terjadinya krisis yang sangat dasyat kepada nabi dan orang-orang Quraisy di Mekah dan setelah 'aatnul hazan (tahun kesedihan). Karena pada tahun tersebut nabi kehilangan istri tercinta, *Khadijah*, dan pamannya *Abu Thalib*, sang penolong baginya.
Diriwayatkan sababun nuzul surah ini bahwa sebagian orang-orang kafir Mekah menemui orang-orang Yahudi untuk mencari tahu perihal *Muhammad saw.*, kemudian orang-orang Yahudi berkata kepada mereka, "Tanyakan kepadanya mengapa keluarga *Ya'qub* berpindah dari Syam ke Mesir dan tanyakan kepadanya tentang kisah Yusuf." Kemudian turunlah surah ini.
Meskipun surah Yuusuf termasuk surah Makkiyyah namun uslubnya sangat tenang dan fleksibel, dipenuhi dengan kelembutan dan kasih sayang serta kehalusan dan kelunakan, tidak menampakan bentuk ancaman dan peringatan sebagaimana layaknya surah-surah Makkiyyah. *Imam Atha'* mengatakan, "Tidak ada orang yang bersedih kecuali dia akan merasa tenang ketika mendengar surah Yuusuf." *Baihaqi* meriwayatkan dalam kitab _Ad-dalaa'il_ dari *Ibnu Abbas* bahwa sekelompok dari orang-orang Yahudi masuk Islam ketika mendengar Rasulullah saw. membacakan surah Yuusuf kepada mereka karena kesinambungan isi surah dengan keyakinan mereka.
*HUBUNGAN SURAH DENGAN SURAH SEBELUMNYA*
Surah ini diturunkan setelah surah Huud, keduanya mempunyai kesamaan antara satu sama lain, misalnya sama-sama berisi kisah para nabi dan penetapan wahyu atas Muhammad saw.. Kisah para nabi banyak sekali diulang-ulang dalam surah-surah Al-Qur’an dengan uslub yang berbeda-beda dan tujuan yang bermacam-macam. Di antaranya bertujuan sebagai nasihat dan bahan renungan. Berbeda dengan kisah Nabi Yusuf, karena tidak pernah diceritakan kecuali dalam surah ini. Dalam surah ini diceritakan kisah Yusuf dalam beberapa pasal yang tersusun rapi juga mencakup semua perjalanannya agar menjadi tanda kemukjizatan Al-Qur'an, baik dari kisah secara keseluruhan maupun satu pasal saja, baik kisah secara global maupun terperinci dan jelas. Para ulama mengatakan bahwa Allah SWT menyebutkan kisah para nabi dalam AlQur'an dan mengulang-ulangnya dalam satu makna dan tujuan yang berbeda-beda juga dengan lafal yang bertingkat-tingkat dari segi _balaghah_. Allah juga menyebutkan kisah Yusuf, namun Allah tidak mengulangnya. Tidak ada seorang pun yang mampu menandingi kisah-kisah Al-Qur’an baik yang disebut secara berulang-ulang maupun yang tidak berulang-ulang dan keseluruhannya adalah mukjizat bagi orang yang berpikir.
*ISI DAN KANDUNGAN SURAH*
Dalam surah ini terkandung kisah Nabi Yusuf yang mencakup semua bagian yang amat menggetarkan, terkadang membuat gembira dan terkadang membuat sedih. Dimulai dengan menerangkan kedudukan Nabi Yusuf di mata ayahnya Ya'qub dan kedekatan antara keduanya. Tentang hubungannya dengan saudara-saudaranya seperti persekongkolan saudara-saudaranya untuk melemparkanya ke dalam sumur, menjualnya kepada kepala keamanan Mesir, pembelian makanan saudara-saudaranya kepadanya yang pertama kali (ketika Yusuf telah menjadi menteri keuangan) dan diberinya makanan kepada mereka tanpa membeli, pelarangannya kepada saudara-saudaranya untuk membeli makanan darinya pada waktu yang kedua kali jika mereka tidak datang dengan saudara mereka (Benyamin), tinggalnya Benyamin bersamanya dalam sebuah rencana yang telah diatur dan pencurian yang dibuat-buat sehingga mereka datang dengan Yusuf kepada ayah mereka (Syu’aib) bersama-sama, kemudian pengenalan Yusuf kepada saudara-saudaranya tentang siapa sebenarnya dirinya. Juga tentang ujian Yusuf dan ketampanan dirinya, kisah Yusuf bersama perempuan al-Aziz dan terbebasnya dari fitnah, dakwah Yusuf kepada agamanya di dalam penjara, keluarnya dari penjara dan takwil mimpi raja, menjadi penguasa, menteri keuangan dan perdagangan dan kepala hakim, pandangan Ya'qub ketika datang seseorang yang membawa baju Yusuf, dan pertemuan Yusuf bersama orang tua dan saudara-saudaranya.
Kemudian, dijelaskan pelajaran yang dapat diambil dari kisah-kisah tersebut, tentang penetapan kenabian Muhammad saw. dan ayat-ayat _tasliyyah_ (hiburan) baginya, tentang datangnya kabar gembira setelah kesulitan dan penghormatan setelah kesendirian, seperti kisah perpindahan Yusuf dari penjara menuju istana dan menjadi seorang yang terhormat di Mesir serta semua kesabaran dan keteguhannya dalam menghadapi kesulitan yang mendatangkan jalan keluar dan pertolongan baginya. Diterangkan pula peringatan bagi orang-orang musyrik bahwa Allah akan menurunkan adzab kepada mereka sebagaimana terjadi pada orang-orang sebelum mereka, nasihat dan pelajaran juga akhlak yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Yusuf, di antaranya adalah yang terpenting tentang pertolongan Allah bagi rasul-rasul-Nya setelah datang keputusasaan.
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
