YUUNUS (1)
SURAH YUUNUS: 1-2
MASALAH DITURUNKANNYA WAHYU KEPADA NABI SAW.
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Ketika Allah SWT mengutus Muhammad sebagai seorang rasul, bangsa Arab mengingkari itu, atau banyak orang yang mengingkari itu dari mereka. Mereka berkata, "Allah lebih Agung untuk mengutus seorang rasul-Nya dari manusia.” Allah menurunkan (أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَآ) dan menurunkan ayat.
_"Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad), melainkan orang laki-laki."_ *(Yuusuf: 109)*
Beberapa tempat lainnya, ketika terus melontarkan argumen mereka dengan mereka mengatakan, “Jika memang itu harus manusia, semestinya bukan sosok Muhammad dan orang lain lebih pantas darinya menjadi rasul,
_"Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu di antara dua negeri ini (Mekah dan Thaif) ini."_ *(az-Zukhruf: 31)*
Orang yang lebih mulia dari Muhammad yang mereka maksudkan adalah *Walid bin Mughirah* dari Mekah dan *Mas'ud bin 'Amru ats-Tsaqafi* dari Thaif. Allah SWT menurunkan ayat sebagai bantahan atas mereka:
_"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu."_ *(az-Zukhruf: 32)*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
1. Al-Qur'an adalah kitab yang ditata rapi dan jelas yang mengandung di dalamnya halal dan haram, ketentuan Allah dan hukum.
2. Pemberian wahyu kepada seorang manusia untuk menyampaikan risalah Allah kepada umat manusia merupakan perkara biasa dan rasional, dan tidak menjadi sesuatu yang aneh, melainkan sesuatu yang sejalan dengan hikmah, rasio, dan realitas.
3. Standar pemilihan para nabi tidak mengandalkan ukuran dan keinginan manusia seperti harta, kekayaan, kedudukan dan jabatan, tetapi standar itu ada pada ilmu Allah karena nabi yang dipilih adalah sosok yang paling pantas dan paling mampu untuk mengemban risalah ilahiyah dan yang paling pantas dan mampu dalam merealisasikan kemaslahatan dan penyampaian wahyu kepada manusia.
4. Tugas rasul adalah memberi peringatan dan menyampaikan berita gembira, peringatan atas perbuatan maksiat dengan neraka, berita gembira dari perbuatan taat dengan surga. Rasul pun mempunyai kekhususan lain seperti yang disampaikan oleh Nabi saw. dalam hadits shahih tentang diri beliau sendiri, beliau bersabda:
إِنَّ لِي أَسْمَاءً، أَنَا مُحَمَّدٌ وَأَحْمَدُ، وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمْحُو اللَّهُ بِيَ الْكُفْرَ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمَيَّ، وَأَنَا الْعَاقِبُ
_“Aku mempunyai lima nama, aku Muhammad dan Ahmad, dan aku al-Maahi dimana dengan diriku Allah akan menghapus kekufuran, dan aku al-Haasyir dimana manusia akan dikumpulkan di hadapanku dan aku al-Aaqib yaitu sebagai nabi terakhir.”_ *(HR: al-Bukhari dan Muslim)*
Sebagaimana *firman Allah SWT*:
_"Dan penutup para nabi"_ *(al-Ahzaab: 40)*
Tak ada yang bisa dilakukan dan diperbuat oleh orang-orang yang bodoh dan merugi kecuali tuduhan murahan yang tidak berarti, maka dari itu orang-orang kafir mengatakan "Ini (rasul ini) tak lain hanyalah sebagai seorang penyihir yang nyata" atau "Al-Qur’an tak lain hanyalah sihir yang nyata” berdasarkan dua bacaan seperti disebutkan di atas. Orang-orang kafir menyatakan Al-Qur'an adalah sihir, hal itu seperti yang dikatakan oleh ar-Raazi menandakan agungnya posisi Al-Qur'an di tengah mereka karena Al-Qur'an adalah sebuah mukjizat dan tak ada yang mampu untuk menandinginya. Karena itu, mereka menggunakan kata-kata seperti yang sering mereka lontarkan untuk tujuan penghinaan seperti yang terlihat, mereka memaksudkan dari kata-kata mereka adalah bahwa Al-Qur’an merupakan ucapan yang terhias agar terlihat indah, namun hakikatnya adalah sebuah kebatilan yang tak terjadi. Atau mereka memang menyatakan hal itu sebagai bentuk pujian dan mereka memaksudkannya bahwa AlQur'an dengan segala kesempurnaan kefasihannya yang tidak bisa ditandingi, maka dia tak lain hanyalah sihir.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
