SURAH AT-TAUBAH: 124-127

AT-TAUBAH (50)

SURAH AT-TAUBAH: 124-127

SIKAP ORANG-ORANG MUNAFIK YANG ADA DALAM AL-QUR’AN

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat ini menunjukkan hal berikut.

1. Keimanan bisa bertambah dan berkurang, dan ini menjadi madzhab mayoritas ulama salaf dan khalaf. Orang-orang Mukmin akan bertambah keimanan mereka dengan diturunkannya Al-Qur’an dan bergembira dengan diturunkannya ini untuk dapat membersihkan jiwa mereka dan menggapai kebahagiaan mereka.

2. Kekafiran akan semakin bertumpuk dimana sebagiannya bergabung dengan yang lainnya. Hal itu karena mereka setiap kali Allah menurunkan wahyu yang baru, mereka semakin bertambah kafir dan munafik. Adzab mereka pun akan semakin berlipat ganda.

3. Orang-orang munafik yang mengolok-olok Al-Qur’an akan mati dalam kekafiran dan mereka tidak bertobat. Hal itu menunjukkan bahwa mereka terus-menerus dalam kekafiran.

4. Sarana untuk mengingatkan orang-orang munafik akan keimanan dan kebenaran sangat banyak dan terulang-ulang, telah banyak ujian dan cobaan atas mereka seperti turunnya penyakit, kelaparan, kekeringan dan paceklik, berjihad bersama Nabi saw. setiap tahun sekali atau dua kali, dan mereka melihat apa yang Allah SWT janjikan berupa pertolongan dan dukungan.

5. Dari sarana-sarana yang juga mengajak kepada berimannya orang-orang munafik adalah bahwa Al-Qur'an telah membuka tabir rahasia mereka, dengan mengungkapkan perkara-perkara mereka yang gaib, namun demikian mereka tetap saja menjauh dari hal itu yang menjadi kebenaran. Mereka tidak mau mendengar Al-Qur'an dengan penuh tadabur dan penuh pemikiran yang mendalam dalam ayatnya,

_"Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti."_ *(al-Anfaal: 22)*

_"Maka apakah mereka tidak memerhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci."_ *(Muhammad: 24)*

Firman Allah SWT (أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَـٰذِهِۦٓ إِيمَـٰنًۭا ۚ ) merupakan kata-kata yang terlontar sebagai bentuk olok-olok, dan firman-Nya (نَّظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ) cukup dengan sebagian mereka melihat sebagian lainnya secara mengolok-olok dan minta pergi.

6. Sesungguhnya Allah SWT telah memalingkan mereka dari keimanan dan ditutupnya mereka dari keimanan ini seperti dalam madzhab Ahlus Sunnah karena jiwa mereka telah berpaling darinya; untuk firman-Nya (صَرَفَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُم) adalah bisa sebagai doa keburukan atas mereka yaitu katakan ini kepada mereka, atau bisa sebagai pemberitaan tentang keberpalingan mereka dari kebaikan, petunjuk dan hidayah, sebagai kiasan dari perbuatan mereka.

Ini sebagai bantahan atas kelompok Qadariyah dalam keyakinan mereka bahwa hati manusia ada di tangan mereka dan anggota tubuh mereka dalam kendali mereka. Mereka dalam memperlakukannya sesuai dengan keinginan mereka dan mengendalikan dengan keinginan dan pilihan mereka.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login