SURAH AT-TAUBAH: 111-112

AT-TAUBAH (44)

SURAH AT-TAUBAH: 111-112

SIFAT-SIFAT ORANG MUKMIN YANG BENAR DAN SEMPURNA ADALAH YANG BERJIHAD, BERTOBAT, DAN BERIBADAH

SEBAB TURUNNYA AYAT

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Anshar—saat itu mereka berjumlah tujuh puluh orang laki-laki—membaiat Rasulullah saw. pada baiat kedua yaitu Baiat Aqabah Kubra. Saat itu orang yang umurnya paling muda adalah Aqabah bin Amru. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abdullah bin Rawahah berkata kepada Rasulullah saw., "Berilah sumpah untuk Tuhanmu dan untuk dirimu apa yang engkau kehendaki.” Beliau berkata, "Aku beri sumpah untuk Tuhanku agar kalian menyembah-Nya dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan apa pun, dan aku beri sumpah untuk diriku agar kalian menjaga aku sebagaimana kalian menjaga diri dan harta kalian." Mereka berkata, "Jika kami melakukan hal itu apa yang kami dapatkan?” Beliau menjawab, "Surga." Mereka berkata lagi, "Perdagangan ini menguntungkan, kami tidak akan mundur dan tidak akan meminta mundur.” Maka turunlah ayat (۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ).

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat ini menunjukkan hal berikut ini: 

1. Sesungguhnya pahala berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa atau dengan keduanya adalah surga. Allah SWT telah menunjukkan makna ini melalui kiasan, dimana menyamakan pengorbanan itu dengan transaksi jual beli. Karena itu, bagi seorang hamba hendaklah menyerahkan jiwa dan hartanya dan Allah SWT akan memberinya pahala dan ganjaran. Allah SWT telah menegaskan bahwa Dia akan memberikannya surga dengan sepuluh penegasan, yaitu karena yang membelinya adalah Allah SWT, penyampaian pahala dengan jual beli dan ini adalah hak yang benar dan yang pasti. Firman-Nya (وَعْدًا ) dan janji Allah SWT adalah hak dan benar, dan penetapan hal itu di dalam kitab-kitab samawi kubra yaitu Taurat, Injil, dan Al-Qur’an dimana hal itu berarti kesaksian semua kitab itu dan semua para rasul dan nabi atas jual beli ini, dan firman-Nya (وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ ۚ) sebagai bentuk penegasan tertinggi, dan juga firman-Nya (فَٱسْتَبْشِرُوا۟ بِبَيْعِكُمُ) juga sebagai bentuk penegasan yang tertinggi, dan firman-Nya (وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ) serta firman-Nya (ٱلْعَظِيمُ).

2. Para ulama berpendapat bahwa sebagaimana Allah SWT membeli dari orang-orang Mukmin yang baligh dan mukallaf, begitu juga Allah SWT membeli dari anakanak yang masih kecil, Allah SWT membuat mereka sakit yang di situ ada kemaslahatan dan ibrah bagi orang-orang yang sudah baligh karena anak-anak kecil itu jauh lebih baik dan tidak melakukan kerusakan apa pun pada saat sakit, kemudian Allah SWT memberi ganti bagi anak-anak kecil dengan ganti yang baik.

3. Hanya berperang di jalan Allah dan demi mendapatkan ridha-Nya saja yang berhak mendapatkan balasan ini yaitu surga.

4. Syari’at dan kewajiban berjihad atau melawan musuh sudah ada sejak lama yaitu sejak masa Nabi Musa a.s..

5. Tidak ada yang lebih menepati janji dari Allah SWT dan ini mencakup penepatan janji dan juga ancaman. Akan tetapi janji-Nya itu untuk semua, adapun ancaman-Nya adalah khusus bagi orang-orang yang berdosa dan melakukan kejahatan serta pada sebagian situasi.

6. Hasan al-Bashri berkata tentang ayat (فَٱسْتَبْشِرُوا۟ بِبَيْعِكُمُ). Demi Allah tak ada satu pun di atas bumi ini seorang Mukmin kecuali dia masuk dalam jual beli ini.

7. Ayat (ٱلتَّـٰٓئِبُونَ ٱلْعَـٰبِدُونَ) menyebutkan sembilan sifat setelah sifat jihad di jalan Allah, sifat orang-orang Mukmin yang sempurna adalah sepuluh. Dua ayat ini saling terikat satu sama lain dan tidak berdiri sendiri. Ibnu Abbas berkata bahwa ketika turun ayat (۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ) ada seseorang bertanya, "Wahai Rasulullah, walaupun dia berzina, mencuri, meminum khamr,” maka turunlah ayat (ٱلتَّـٰٓئِبُونَ ٱلْعَـٰبِدُونَ)

Sifat-sifat yang sembilan itu adalah orang yang kembali dari keadaan yang hina dina dalam maksiat kepada Allah SWT ke keadaan yang terpuji dalam taat kepadaNya, orang yang taat kepada Allah SWT dan ridha dengan qadha-Nya, orang yang memanfaatkan nikmat Allah SWT dalam taat kepada-Nya, orang yang selalu memuji Allah SWT dalam keadaan apa pun, orang yang berpuasa dan orang yang berpuasa dinamakan sebagai orang yang melawat, karena orang itu selalu meninggalkan semua kenikmatan, baik dalam bentuk makanan, minuman, atau pernikahan. Imam ‘Atha mengatakan as-saa’ihuun adalah orang-orang yang berjihad.

(ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّـٰجِدُونَ) yang ruku', yang sujud dalam shalat fardhu dan lainnya. (ٱلْـَٔامِرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ) yang menyuruh berbuat makruf yaitu kepada keimanan dan Sunnah Rasulullah saw.. (وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ) dan mencegah berbuat mungkar dari perbuatan kufur, bid'ah dan maksiat, (وَٱلْحَـٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِ ۗ) yang memelihara hukum-hukum Allah yaitu orang yang selalu menjalankan apa yang diperintahkan dan mencegah apa yang dilarang.

Ini adalah sifat-sifat orang Mukmin yang sempurna yang disebutkan Allah SWT agar orang-orang yang beriman saling berlomba memiliki sifat-sifat ini. 

8. Memelihara hukum-hukum Allah mencakup semua taklif syari’at atau perintah agama baik yang menyangkut ibadah maupun muamalah. Adapun penjabaran sifat-sifat yang sembilan itu sebelumnya, hal itu karena kebanyakan sifat-sifat itu merupakan kewajiban bagi orang yang mukallaf. 

9. Firman-Nya (وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ ) merupakan peringatan bahwa penggembiraan yang disebutkan itu tidak akan didapat kecuali bagi orang-orang Mukmin yang mempunyai sifat-sifat ini.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login