AT-TAUBAH (21)
SURAH AT-TAUBAH: 49-52
PLAGIASI ORANG-ORANG MUNAFIK TERHADAP UZUR-UZUR YANG LAIN AGAR TIDAK MENGIKUTI PERANG TABUK DAN KESENANGAN MEREKA KETIKA ADA BENCANA YANG MENIMPA ORANG-ORANG MUKMIN DAN KESEDIHAN MEREKA KETIKA ORANG-ORANG MUKMIN MENDAPATKAN KEBAIKAN
*Sebab Turunnya Ayat (49)*
(وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ٱئْذَن لِّى), *Abu Na'im dan Ibnu Mardawaih* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, dia mengatakan bahwa, ketika Nabi Muhammad saw. ingin keluar Perang Tabuk, beliau bersabda kepada *Al-Jadd bin Qais*, "Wahai Jadd bin Qais, apa pendapatmu mengenai jihad memerangi Bani Ashfar?," lalu Jadd mengatakan bahwa. Wahai Rasulullah, aku adalah orang yang mempunyai beberapa istri. Setiap aku melihat perempuan-perempuan Bani Ashfar aku tergoda, berilah saya izin, jangalah engkau jadikan aku dalam fitnah. Lalu Allah menurunkan ayat (وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ٱئْذَن لِّى وَلَا تَفْتِنِّىٓ ۚ), maksudnya, janganlah kamu membuatku terfitnah dengan kecantikan wajah mereka.
*Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih* meriwayatkan dari *Jabir bin Abdillah* redaksi semacam ini. Bunyinya, Rasulullah saw. bersabda kepada *al-Jadd bin Qais*, "Wahai Jadd bin Qais, apa pendapatmu tentang memerangi Bani al-Ashfar? lalu dia mengatakan bahwa, "al-Ashfar? Jadd berkata—dia termasuk orang-orang munafik yang sudah tua, "Apakah engkau memberiku izin wahai Rasulullah saw.. Aku adalah laki-laki yang mencinta perempuan. Aku takut jika melihat perempuan-perempuan Bani Ashfar aku akan tergoda. Lalu Rasulullah saw. bersabda, sembari berpaling darinya, 'Aku memberimu izin". Kemudian turunlah ayat tersebut.
Ketika ayat ini turun Nabi Muhammad saw. mengatakan bahwa kepada Bani Salamah, *Jadd bin Qais* termasuk mereka.
“Siapa baginda kalian wahai Bani Salamah?, mereka mengatakan bahwa, 'Jadd bin Qais, hanya saja dia bakhil, penakut.' Lalu Nabi Muhammad saw. bersabda: _"Apa penyakit yang lebih buruk daripada bakhil? Baginda kalian adalah pemuda putih, Bisyr bin al-Barra’ bin Ma’rur._
*Sebab Turunnya Ayat (50)*
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Jabir bin Abdillah r.a.*, dia mengatakan bahwa, "Orang-orang munafik di Madinah yang tidak mengikuti perang, menyampaikan kabar buruk mengenai Nabi Muhammad saw., mereka mengatakan bahwa. Sesungguhnya Muhammad saw. dan para sahabatnya pergi berjihad dan mereka binasa. Lalu, sampai kepada penduduk Madinah kedustaan ucapan mereka dan sehatnya Nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya. Ini membuat mereka susah. Lalu Allah menurunkan ayat (إِن تُصِبْكَ حَسَنَةٌۭ تَسُؤْهُمْ ۖ ).
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut.
1. Uzur-uzur yang bohong tidak samar bagi Allah Yang Maha Mengetahui alam gaib, rahasia-rahasia diri, dan hal-hal samar yang ada di dada. Jadi, janganlah seorang pun tertipu dengan kecerdasan dan kepintarannya dalam menyembunyi¬ kan hakikat kebenaran. Allah SWT mengungkap segala sesuatu. Namun, orangorang munafik adalah kaum yang tertipu dan bodoh tidak mengetahui kebenaran ini.
2. Orang-orang munafik yang tidak turut serta bersama Rasulullah pada Perang Tabuk adalah orang-orang yang jatuh dalam dosa dan maksiat. Ahli ilmu ma'ani (cabang ilmu balaghah) mengenai firman Allah SWT (أَلَا فِى ٱلْفِتْنَةِ سَقَطُوا۟ ۗ ), berpendapat bahwa di dalamnya ada peringatan bahwa orang yang bermaksiat kepada Allah karena suatu tujuan, Allah akan membatalkan tujuannya itu. Tidakkah engkau melihat bahwa orang-orang itu memilih duduk agar tidak jatuh dalam fitnah (bencana). Jadi, Allah SWT menjelaskan bahwasanya mereka jatuh terjerumus dalam fitnah itu sendiri.
3. Orang-orang munafik adalah kayu bakar Jahannam. Mereka akan mendatanginya. Neraka Jahannam akan meliputi mereka dengan menyeluruh. Tidak seorang pun dari mereka pada hari Kiamat yang akan terlepas dari panasnya. Ini telah diungkapkan oleh Allah SWT (وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌۢ بِٱلْكَـٰفِرِينَ), Firman ini memberi keterangan bahwa mereka dalam keadaan sangat takut pada diri mereka, harta, dan anak-anak mereka karena bertambahnya kedaulatan Islam yang semakin tinggi dan luas wilayahnya. Ketakutan yang disertai dengan kebodohan adalah siksa ruhani yang paling besar, sebagaimana diucapkan oleh ar-Razi.
4. Ada macam lain dari tipu daya orang-orang munafik dan kejelekan batin mereka, yakni rasa tidak enak jika dalam sebagian peperangan ada kebaikan yang menimpa orang-orang Mukmin, seperti kemenangan atau harta rampasan perang. Juga kegembiraan mereka jika ada kejelekan yang menimpa orang-orang Mukmin, seperti bencana, kesulitan, musibah, dan hal yang tidak disukai. Kemudian, ucapan mereka adalah bahwa kami telah meng¬ ambil perkara menjadi masyhur tentang itu, yakni kewaspadaan, kesadaran, dan berbuat dengan teguh, sebelum terjadi apa yang telah terjadi. Kemudian, mereka berpaling untuk membicarakan kejelekan tersebut kepada keluarga mereka, dalam keadaan gembira dan senang.
5. Sanggahan pertama yang kukuh atas semua tipu daya itu bahwasanya orang tidak akan tertimpa kebaikan atau keburukan, ketakutan harapan, kesulitan atau keenakan, kecuali sudah ditentukan, ditulis dan oleh Allah SWT diputuskan dalam qadha-Nya. Dalil dalam pendapat ahlussunnah bahwa qadha Allah meliputi semua yang baru. Berubahnya sesuatu dari yang sudah ditentukan Allah adalah hal yang mustahil. Kandungan ayat ini menegaskan sabda Nabi Muhammad saw.
“Barangsiapa yang mengetahui rahasia Allah dalam takdir, maka ringan baginya musibah-musibah.”
6. Tawakal kepada Allah dengan makna pemasrahan perkara kepada-Nya setelah mengambil sebab (ikhtiar) adalah termasuk pokok-pokok keimanan.
7. Jawaban kukuh kedua mengenai kegembiraan orang-orang munafik karena musibah yang menimpa orang-orang Mukmin adalah orang-orang Mukmin menanti salah satu dari dua hal yang baik. Kemenangan atau mati syahid. Adapun orang-orang munafik, mereka menanti salah satu dari dua perkara jelek. Adzab Ilahi dengan pembinasaan total di dunia sebagaimana umat-umat yang laiu diadzab, seperti kaum 'Ad dan Tsamud atau adzab di tangan orang-orang Mukmin dengan terbunuh dan lainnya.====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
