AT-TAUBAH (20)
SURAH AT-TAUBAH: 46-48
DALIL TIDAK IKUTNYA ORANG-ORANG MUNAFIK DALAM PERANG TANPA UZUR DAN MEREKA IKUT PERANG
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut.
1. Orang-orang munafik tidak melakukan persiapan untuk peperangan adalah dalil yang jelas bahwa mereka tidak ingin turut serta dalam peperangan, baik diberi izin oleh Nabi Muhammad saw. ataupun tidak, padahal mereka mampu dan bisa menyiapkan untuk peperangan ini.
2. Celaan terhadap mereka—karena tidak menyiapkan diri untuk peperangan—menunjukkan kewajiban menyiapkan diri untuk jihad sebelum datang waktunya. Ini adalah seperti *firman Allah SWT:*
_"Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda."_ *(al-Anfaal: 60)*
Keikutsertaan orang-orang munafik dan keberangkatan mereka bersama orang-orang Mukmin pada Perang Tabuk dan lainnya bukanlah kebaikan dan keuntungan. Justru kejelekan dan kerusakan. Allah SWT telah menjelaskan kerusakan-kerusakan ini dan meringkasnya dalam tiga perkara yaitu perusakan sistem dan kerja, pemecahan suara umat Islam dengan adu domba dan mengajak pelan-pelan sekelompok orang yang lemah iman, akal dan tekad kepada barisan mereka dan mendengar ucapan mereka. Kemudian Dia menjelaskan hal itu dengan ayat-ayat lain. Diantaranya:
_"Maka jika Allah mengembalikanmu (Muhammad) kepada suatu golongan dari mereka (orang-orang munafik), kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku."_ *(at-Taubah; 83)*
_"Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan mengatakan bahwa, "Biarkanlah kami mengikuti kamu." Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, "Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami."_ *(al-Fath: 15)*
3. Ketidaksukaan Allah terhadap keberangkatan mereka. Maknanya, keinginan Allah meniadakan hal itu. Yakni mereka tidak berangkat perang. Sebab keberangkatan mereka menyebabkan kerusakan, tidak menolong kaum Muslimin, menakutnakuti kaum Muslimin dari musuh serta mengobarkan perbedaan dan persengketaan. Keluar untuk berperang dengan hal semacam ini termasuk maksiat dan kekufuran. Oleh karena itu, Allah tidak menyukainya dan melemahkan mereka untuk berperang. Karena hal itu adalah maksiat. Allah tidak menyukai kerusakan.
4. Maksud dari firman Allah SWT (ٱقْعُدُوا۟ مَعَ ٱلْقَـٰعِدِينَ), adalah peringatan mengenai kehinaan mereka dan menyamakan mereka dengan perempuan, anak-anak dan orang-orang lemah yang keadaan mereka adalah duduk di rumah. Mereka adalah laki-laki dan perempuan yang tidak bisa bekerja, laki-laki dan perempuan yang tidak ikut berperang.
5. Tipu daya manusia, baik orang-orang munafik. Yahudi, orang-orang Musyrik maupun lainnya tidak akan beruntung. Kekuatan apa pun di dunia tidak akan bisa berdiri di hadapan kehendak Allah yang bersifat memaksa, demi meninggikan agama Allah, kemenangan syari'at-Nya dan menolong Nabi Muhammad saw.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
