SURAH AL-ANFAAL: 29

AL-ANFAAL (8)

AL-ANFAAL: 29

TAKWA KEPADA ALLAH DAN KEUTAMAANNYA

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Perintah untuk bertakwa sangat banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Namun, di sini perintah itu disampaikan dengan lafal syarat karena Allah SWT berbicara dengan para hamba sesuai dengan kebiasaan para hamba berbicara dan berkomunikasi sesama mereka. Apabila seorang hamba bertakwa kepada Tuhannya, yaitu dengan mengikuti segala perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, meninggalkan segala yang syubuhat karena khawatir jatuh pada hal yang haram, memenuhi hatinya dengan niat yang ikhlas dan anggota tubuhnya dengan amal yang saleh, mewaspadai segala bentuk kemusyrikan baik yang tersembunyi maupun yang tampak jelas (yang tersembunyi yaitu dengan memerhatikan selain Allah dalam beramal) dan hidup di dunia dengan harta yang bersih, niscaya Allah akan karuniakan untuknya pembeda antara yang haq dengan yang batil. *Ibnu Ishaq* berkata ( الفُرْقَانَ) adalah pembeda antara yang haq dengan yang batil." *As-Sudiy* berkata ( الفُرْقَانَ), "Makna adalah keselamatan." *Al-Farra'* berkata, "Maknanya adalah kemenangan." Ada juga yang mengatakan bahwa maknanya adalah di akhirat nanti Allah akan memasukkanmu ke dalam surga dan memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka."

Ayat tersebut menyebutkan tiga jenis balasan untuk takwa;

_Pertama,_ (يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًۭا) Furgan ini mencakup seluruh bentuk perbedaan yang terjadi antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir. Di dunia, Allah khususkan hidayah dan mengenal Allah hanya untuk orang-orang beriman. Allah khususkan hati mereka mendapat kelapangan. *Allah berfirman:*

_"Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?"_ *(az-Zumar: 22)*

Allah SWT hilangkan rasa iri dan dengki dari hati mereka dan sifat menipu serta curang dari dada mereka. Allah khususkan mereka dengan kemenangan dan kemuliaan, sebagai mana *Dia berfirman:*

_"Dan milik Allah kemuliaan, dan juga milik Rasul serta orang-orang beriman."_ *(al-Munaafiquun: 8)*

*Dia juga berfirman.*

_"Untuk Dia menangkan (Islam) atas seluruh agama..."_ *(ash-Shaff: 9)*

Sementara kondisi orang kafir dan orang fasiq adalah sebaliknya. Di akhirat nanti mereka akan memperoleh pahala, manfaat yang abadi dan penghargaan dari Allah dan para malaikat.

_Kedua,_ (وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ), Maksudnya Allah akan menghapuskan dampak dari berbagai dosa dan kesalahan, baik dosa besar maupun kecil. Dia akan menghapusnya dan menutupinya di dunia. Jelas bahwa tobat merupakan salah satu bukti ketakwaan.

_Ketiga_, (وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ), Artinya Dia hilangkan dosa-dosa itu di hari Kiamat nanti karena Allah adalah pemilik karunia yang sangat besar. Zat yang sifatnya demikian apabila ia berjanji pasti akan ia penuhi. Secara umum, takwa akan menjadi cahaya di dunia dan akhirat, faktor kebahagiaan dunia dan akhirat, mewujudkan semua harapan dan selamat dari segala keburukan dan kejahatan. Oleh karena itu, *Allah SWT berfirman:*

_"Dan berbekallah, maka sesungguhnya bekal terbaik itu adalah takwa. Bertakwalah pada-Ku wahai orang-orang yang berpikir!"_ *(al-Baqarah: 197)*. =======

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login