SURAH AL-AN'AAM: 111-113

AL-AN'AAM (33)

AL-AN'AAM: 111-113

FENOMENA KEANGKUHAN ORANG ORANG MUSYRIK DAN KETIADAAN HARAPAN BAGI MEREKA UNTUK BERIMAN

SEBAB TURUNNYA AYAT

Diriwayatkan dari *Ibnu Abbas* bahwa Rasulullah saw. mendatangi sekelompok kafir Mekah dan para pembesarnya. Mereka lalu berkata kepada Nabi, 'Tunjukkan kepada kami para malaikat yang dapat menjadi saksi bahwa kamu adalah Rasulullah atau bangkitkan beberapa orang yang sudah mati dari golongan kami sehingga kami bisa menanyai mereka, apakah yang kamu katakan itu benar atau tidak? Atau hadapkanlah Allah dan para malaikat kepada kami." Lalu, turunlah ayat tersebut.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Sebagaimana telah diketahui dalam ilmu Allah, orang-orang kafir tidak akan beriman meskipun mereka melihat mukjizat yang hebat dan ayat-ayat yang memiliki makna yang mendalam yang menunjukkan kebenaran para rasul. Seandainya Allah SWT mengabulkan apa yang mereka minta, lalu Dia menurunkan malaikat kepada mereka, orang-orang yang sudah mati kembali hidup lalu berbicara dengan mereka serta semua ayat terkumpul kepada mereka dengan terang dan dihadapan mereka, mereka tidak akan beriman karena kekufuran telah mengakar kuat dalam diri mereka dan mereka tidak siap untuk menerima kebenaran. Sebagian besar orang-orang musyrik bodoh terhadap kebenaran dan tidak mengetahuinya. Di antara sunnatullah ialah adanya musuh-musuh Nabi dan pengikutnya, baik dari kalangan manusia maupun kalangan jin. Kebenaran akan tampak dengan adanya kebatilan.

Para pengikut kebatilan menundukkan pendengaran mereka kepada apa yang dibisikkan oleh setan jin dan manusia. Mereka tunduk pada ucapan manis dan penuh tipuan yang tidak dapat dipercaya dan lemah.

*Malik bin Dinar* berkata, _"Setan dari golongn manusia lebih berbahaya bagiku daripada setan dari goolongan jin. Pasalnya, jika aku memohon perlindungan kepada Allah, setan dari kalangan jin akan pergi dariku. Adapun setan dari kalangan manusia, ia mendatangiku lalu menarikku melakukan maksiat secara terang-terangan."_

Allah SWT mampu untuk mengubah orang-orang musyrik menjadi Mukmin. Namun, hikmah, kehendak, dan iradah Allah menghendaki untuk membiarkan mereka untuk memilih keimanan dan kekufuran supaya balasannya benar-benar adil dan sesuai dengan realitas.

*Firman Allah SWT (مَّا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوٓا۟ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ)* menunjukkan bahwa Allah SWT tidak menghendaki keimanan dari mereka. Mereka tidak akan beriman, kecuali jika Allah menghendakinya.

Tujuan dari ucapan yang manis dan indah —yakni kebatilan—adalah agar didengar dan diperhatikan oleh orang-orang yang tidak beriman pada hari akhir dan agar mereka senang dengan ucapan itu. Hal itu akan menyebabkan mereka melakukan perbuatan maksiat, keburukan, dan dosa.

Demikianlah hukuman bagi orang-orang yang bermaksiat disebabkan oleh perilaku mereka. Allah SWT tidak sedikit pun mendapatkan manfaat dari adzab dan siksaan yang mereka terima. Hukuman merupakan konsekuensi dari sebuah keadilan untuk membedakan antara orang-orang yang baik dan orangorang yang jahat. Oleh karena itu, menyamakan antara orang yang taat dan menjalankan perintah Allah dengan orang yang melakukan maksiat; berpaling dan sombong; menentang dan mengingkari perintah-perintah Allah; tidak peduli dengan apa yang dilarang oleh Allah; berpaling dari seruan kebaikan merupakan sikap yang tidak sesuai dengan akal sehat.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login