AL-AN'AAM (23)
AL-AN'AAM: 71-73
KEISTIMEWAAN BERIMAN KEPADA ALLAH SWT DAN KEHINAAN KEMUSYRIKAN
SEBAB TURUNNYA AYAT
*As-Siddi* mengatakan bahwa orang-orang musyrik berkata kepada orang-orang Muslim; Ikutilah jalan kita dan tinggalkanlah agama Muhammad saw.. Dengan demikian, *Allah SWT menurunkan ayat (قُلْ أَنَدْعُوا۟ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعْقَابِنَا).*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ada beberapa pelajaran dari ayat di atas, di antaranya sebagai berikut.
1. Tetap teguh di atas jalan kebenaran dan hidayah setelah mengetahui hakikat keduanya dan menjauhkan diri dari kesesatan dan kemusyrikan setelah mengingkari kedustaan dan penyimpangan yang ada dalam di dalamnya.
2. Petunjuk Allah yang ada di dalam Al-Qur’an merupakan petunjuk yang benar. Seorang Muslim diperintahkan untuk ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT Sang Pemilik hidayah dan Tuhan semesta alam, baik jin maupun manusia. Ia juga diperintahkan untuk mendirikan shalat secara sempurna dan diperintahkan untuk bertakwa, yakni menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
3. Ibadah hanya ditujukan kepada Zat yang dapat memberikan manfaat dan mudharat, yaitu Allah semata. Allah adalah Sang Pencipta yang haq, Sang Pemberi rezeki, dan Zat yang berhak memberikan perintah baik yang bersifat _takwiini_ maupun _takliifi_, semua perintah-Nya wajib ditaati. Dia yang memiliki kekuasaan mutlak atas segala tindakan makhluk-Nya di dunia dan akhirat. Dia mengetahui perkara yang gaib (yang tidak dirasakan oleh kita) dan yang tampak (alam kasat mata). Dia Mahabijaksana terhadap makhluk-makhluk-Nya, serta mengetahui semua keadaan yang paling kecil dan paling besar sekali pun.
Kata (الْحَقُّ ) ditafsirkan oleh ulama Ahlus Sunnah bahwa Allah SWT Sang Pemilik semua ciptaan dan Penguasa seluruh alam semesta. Segala tindakan penguasa di dalam kekuasaan-Nya pasti baik dan tepat. Dengan demikian, seluruh tindakanNya secara mutlak baik dan benar.
Adapun kaum _Muktazilah_, mereka mengatakan bahwa makna dari _al-Haqq_ ialah sesuatu yang terjadi yang sesuai dengan kemaslahatan para _mukallaf_ dan sejalan dengan kebaikan bagi manusia.
4. *Firman Allah SWT ( كُن فَيَكُونُ)* menunjukkan bahwa proses penciptaan, hisab, dan kebangkitan berjalan dengan cepat.
5. Ayat-ayat yang menyebutkan sifat-sifat Allah SWT di atas menunjukkan bahwa tiada yang patut disembah, kecuali Allah semata.
6. Telah disepakati bahwa yang meniup sangkakala di hari Kiamat adalah malaikat *Israfil.* Dialah yang meniupnya dan Allah SWT yang menghidupkan semua jiwa. *Abu Haitsam* mengatakan "Barangsiapa mengingkari bahwa sangkakala adalah tanduk, dia sama seperti orang yang mengingkari _’arsy, mizan_, jembatan _shiratal mustaqim_, dan mentakwil dengan berbagai macam takwilan.” *Ibnu Faris* berkata, "Sangkakala yang disebutkan dalam hadits adalah semacam tanduk yang ditiup pada hari Kiamat."====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
