AN-NISAA' (51)
AN-NISAA': 80-82
TAAT KEPADA RASUL BERARTI TAAT KEPADA ALLAH DAN PERINTAH MENTADABBURI AL-QUR'AN YANG MERUPAKAN WAHYU ALLAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Muqati*l meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّنِي فَقَدْ أَحَبَّ اللَّهَ، وَمَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
_"Barangsiapa mencintaiku berarti dia mencintai Allah, dan barangsiapa taat kepadaku, maka dia taat kepada Allah."_
Mendengar perkataan Nabi seperti ini, orang-orang munafik berkata, "Tidakkah kalian mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu? Dia telah mendekati kemusyrikan. Dia melarang kita menyembah selain Allah, namun dia mengharapkan kita untuk menganggapnya sebagai Tuhan, sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani terhadap Isa." Kemudian Allah menurunkan ayat ini.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa poin berikut ini:
1. Kewajiban menaati Rasulullah. Taat kepada Rasululllah berarti taat kepada Allah.
2. Orang yang enggan taat kepada Rasulullah berarti tunduk kepada hawa nafsu dan mencelakakan dirinya sendiri karena dia menggiring dirinya menuju neraka jahannam di akhirat.
3. Tipu daya orang-orang munafik dapat diketahui. Ketika di hadapan Nabi mereka berkata, "Tugas kami adalah taat keepadamu" atau "Kami akan taat" atau perintahmu akan kami taati", namun kemudian mereka membatalkan ucapan mereka sendiri. Ini adalah sikap orang-orang bodoh dan dungu. Ucapan mereka di hadapan Rasul sama sekali tidak ada manfaatnya karena orang yang tidak punya keyakinan untuk taat tidak dianggap sebagai orang yang taat. Yang penting adalah hasilnya dan ketaatan harus disertai dengan keyakinan dalam hati.
Dengan sikap seperti ini orang-orang munafik tidak akan mendapatkan apa-apa. Bahkan dengan sikap seperti ini mereka akan terhina di dunia dan juga akan binasa di akhirat karena Allah mencatat dan memperhitungkan setiap amalan mereka. Oleh sebab itu, tidak perlu terlalu risau dengan masalah mereka. Nabi pun disuruh untuk mengabaikan mereka, memasrahkan segala urusan kepada Allah, bertawakal dan yakin bahwa Allah akan menolong untuk mengalahkan musuh-musuh Islam, dan Allah adalah senikmatnikmat penolong dan senikmat-nikmat Zat Yang dipasrahi.
4. Wajib mentadaburi Al-Qur'an untuk mengetahui kandungan maknanya. Ini adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Membaca al-Qur;an dengan tanpa meresapi maknanya dan maksudnya adalah belum cukup. Oleh sebab itu, ayat ini juga menjadi dalil bagi wajibnya berpikir dan ber-istidlaal (mencari dalil), tidak boleh taklid dalam masalah aqidah dan ushuluddin, sebagaimana ia juga menjadi dalil bagi qiyas.
5. Yang dimaksud dengan ( ٱخْتِلَـٰفًۭا كَثِيرًۭا ) bukanlah perbedaan qiraa'aat, perbedaan pentamsilan atau perbedaan jumlah surat dan ayat. Yang dimaksud dengan ( ٱخْتِلَـٰفًۭا كَثِيرًۭا ) adalah pertentangan dan keterpautan tingkatan dalam masalah i'jaaz keindahan dan susunan bahasa, pertentangan dalam masalah makna dan pokok pikiran, pertentangan dalam masalah pemberitaan dan informasi dan juga pertentangan dalam masalah dasar-dasar sistem kehidupan yang diajarkan. Semua jenis pertentangan ini tidak ada dalam Al-Qur'an.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
