SURAH ALI 'IMRAN 169 - 175 BAGIAN 1

*ALI 'IMRAN (50)*

*ALI 'IMRAN 169-175*

*KEDUDUKAN SYUHADA YANG BERJUANG DI JALAN ALLAH SWT*
*[Bagian 1/3]*

*SEBAB TURUNNYA AYAT*

*1. Sebab turunnya ayat 169:*
*Imam Ahmad, Abu Dawud dan al-Hakim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, ia berkata: *"Rasulullah saw. bersabda:*

_"Ketika saudara-saudara kalian terbunuh pada perang Uhud, maka Allah SWT menempatkan ruh-ruh mereka di dalam perut burung-burung berwarna hijau yang minum dari sungai-sungai surga, memakan dari buah-buahan surga dan kembali ke sarang yang terbuat dari emas di bawah teduhan 'Arsy. Ketika mereka mendapati diri mereka mendapatkan makanan dan minuman yang lezat serta tempat istirahat yang baih maka mereka berkata, "Siapakah kira-kira yang mau menyampaikan kepada saudara-saudara kami tentang keadaan kami, yaitu bahwa kami sebenarnya hidup di surga dan diberi rezeki, agar mereka tidak segan-segan untuk terus berjihad dan tidak takut ketika berperang." Lalu All.ah SWT berfirman, "Aku Yang akan menyampaikan berita tentang diri kalian kep ada mereka". Lalu Allah SWT menurunkan ayat 169 ini dan ayat setelahnya."_



*Tirmidzi* juga meriwayatkan hadits yang sama dari *Jabir.*

*2. Sebab turunnya ayat 172:*
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a*., ia berkata, "Sesungguhnya Allah SWT menurunkan rasa takut ke dalam hati Abu Sufyan ketika ia hendak pergi ke Badar untuk memenuhi tantangannya melawan kaum Muslimin yang ia sampaikan sendiri kepada kaum Muslimin usai perang Uhud. Lalu ia pun tidak jadi melanjutkan perjalanannya dan kembali pulang ke Makkah. Lalu Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Abu Sufyan telah mendapatkan sesuatu dari kalian. Dan Allah SWT telah menurunkan perasaan takut di dalam hatinya, maka ia pun kembali pulang ke Makkah".

Perang Uhud terjadi pada bulan Syawal, sedangkan pada bulan Dzulqa'dah, para saudagar datang ke Madinah dan melakukan niaga di Badar ash-Shughra. Setelah terjadinya perang Uhud, para saudagar mulai berdatangan dan waktu itu kaum Muslimin baru mengalami luka akibat kekalahan yang menimpa mereka pada perang Uhud dan mereka pun mengeluhkan keadaan tersebut. Lalu Rasulullah saw meminta orang-orang untuk ikut pergi bersama beliau menuju ke Badar. Lalu datanglah iblis dan ia meminta kawan-kawannya untuk menakut-nakuti kaum Muslimin seraya berkata, "Sesungguhnya orang-orang telah mempersiapkan pasukan untuk memerangi kalian." Sehingga hal ini membuat orang-orang tidak mau ikut bersama Rasulullah saw. lalu beliau berkata, "Aku tetap akan pergi meskipun tidak ada seorang pun yang bersedia ikut denganku." Lalu ikut bersama beliau, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Zubair, Sa'd, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Mas'ud, Hudzaifah bin Yaman dan Abu Ubaidah bin Jarrah. Jumlah mereka waktu itu adalah 70 orang. Lalu mereka pun pergi untuk mencari Abu Sufyan dan mereka terus berjalan hingga sampai di ash-Shafra'. Lalu Allah SWT menurunkan ayat 172 ini dan setelahnya.

Thabrani dengan sanad shahih meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata: "Ketika kaum musyrik kembali dari perang Uhud, mereka berkata, "Betapa buruk apa yang kalian perbuat, kalian tidak berhasil membunuh Muhammad dan tidak pula bisa membawa tawanan para wanita, maka oleh karena itu, kembalilah kalian untuk memerangi kaum Muslimin lagi." Lalu Rasulullah saw. pun mendengar berita kembalinya lagi kaum musyrik tersebut. Lalu beliau pun mengajak kaum Muslimin pergi hingga sampai di *Hamra'ul asad* atau *Bi'ru Abu 'Utbah.* Lalu Allah SWT menurunkan ayat 172 ini.

Sebelumnya, Abu Sufyan telah menyampaikan tantangannya kepada Rasulullah saw dan berkata, "Kita bertemu kembali pada musim pasar Badar di Badar di mana kalian telah membunuh kawan-kawan kami. Orang yang takut dan pengecut, maka ia kembali pulang, sedangkan orang yang berani, maka ia bersiap-siap untuk berperang." Lalu kaum Muslimin pun datang ke Badar pada waktu yang telah ditentukan, namun di sana mereka tidak menemukan seorang pun. Lalu mereka pun akhirnya menggunakan kesempatan tersebut untuk berniaga. Lalu Allah SWT menurunkan ayat 174 surah Ali 'Imran.

*Ibnu Murdawaih* meriwayatkan dari *Abu Rafi'* bahwa Rasulullah saw. mengutus Ali bin Abi Thalib r.a. bersama beberapa orang untuk mencari Abu Sufyan. Lalu di tengah pencarian, mereka bertemu dengan seorang Arab badui dari Khuza'ah, lalu ia berkata kepada mereka, "Sesungguhnya orang-orang telah mempersiapkan pasukan untuk memerangi kalian." Lalu mereka berkata, "Cukup Allah SWT sebagai penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung." Lalu Allah SWT menurunkan ayat 172 ini.===

*SEJARAH PERANG HAMRA'UL ASAD*

Diriwayatkan bahwa Abu Sufyan dan kawan-kawannya ketika tiba di *ar-Rauha'* (nama sebuah tempat yang terletak antara Makkah dan Madinah) dalam perjalanan pulang dari Uhud, mereka merasa menyesal dan berkeinginan untuk kembali lagi untuk memerangi kaum Mukminin yang tersisa. Lalu berita ini sampai kepada Rasulullah saw. lalu beliau berkeinginan untuk menggertak mereka dan memperlihatkan kepada mereka kekuatan beliau dan para sahabat. Lalu beliau mengajak para sahabat untuk pergi mencari Abu Sufyan seraya berkata, "Tidak pergi bersama kami kecuali orang-orang yang ikut perang bersama kami kemarin". Lalu beliau pun pergi bersama sekelompok sahabat hingga sampai di Hamra'ul Asad (sebuah daerah yang berjarak delapan mil dari Madinah). Padahal para sahabat yang ikut pergi bersama beliau waktu itu masih mengalami luka yang menimpa mereka pada perang Uhud. Namun mereka tetap mencoba bertahan dan memaksakan diri agar mereka tidak kehilangan pahala. Waktu itu, Allah SWT menurunkan rasa takut ke dalam hati orang-orang musyrik, sehingga membuat mereka cepat-cepat kembali pulang ke Makkah. Lalu turunlah ayat ini. Kejadian ini disebut perang Hamra'ul Asad sebagai kelanjutan dari perang Uhud.

*SEJARAH PERANG BADAR ASH SHUGHRA*

Diriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, *Mujahid dan 'Ikrimah* bahwa ayat 173 surah Ali 'Imran turun berkaitan dengan perang *Badar ash-Shughra.*

Kisahnya adalah seperti berikut, ketika Abu Sufyan hendak beranjak pergi dari Uhud, ia berkata kepada Rasulullah saw "Wahai Muhammad, kita bertemu kembali pada musim Badar tahun depan jika kamu bersedia." Lalu Rasulullah saw berkata, "Baiklah, insya Allah". Ketika waktu yang telah disepakati tiba, Abu Sufyan bersama kawan-kawannya pun berangkat. Lalu ketika mereka sampai di Mijannah dari arah Marruzh Zahran, Allah SWT menurunkan rasa takut ke dalam hati Abu Sufyan sehingga ia berkeinginan untuk kembali pulang. Lalu ia bertemu dengan Nu'aim bin Mas'ud yang pulang dari menunaikan umrah, lalu ia berkata kepadanya, "Sesungguhnya saya telah membuat kesepakatan dengan Muhammad dan para sahabatnya untuk berperang kembali pada musim Badar. Namun tahun ini adalah tahun kekeringan, padahal yang baik untuk kami adalah musim di mana kami bisa mendapatkan tumbuh-tumbuhan dan kami bisa minum susu. Oleh karena itu, saya melihat lebih baik saya kembali dan saya tidak ingin Muhammad keluar untuk menepati kesepakatan tersebut sedangkan saya tidak jadi pergi, karena hal ini bisa membuat mereka semakin berani. Oleh karena itu, saya minta kamu pergi ke Madinah dan buatlah mereka takut. Saya akan memberimu upah berupa sepuluh ekor unta yang saya titipkan kepada Suhail bin Amr."

Lalu *Nu'aim bin Mas'ud* pun datang ke Madinah dan di sana ia melihat kaum Muslimin telah bersiap-siap untuk berangkat memenuhi tantangan Abu Sufyan. Lalu Nu'aim berkata kepada mereka, "Apa yang kalian lakukan ini bukanlah langkah yang tepat, sebelumnya mereka telah mendatangi kalian di rumah-rumah kalian dan tempat-tempat menetap kalian, dan di antara kalian tidak ada yang bisa selamat dari mereka kecuali ia menjadi orang yang terusin lalu sekarang kalian justru ingin mendatangi mereka, padahal sekarang mereka telah mempersiapkan pasukan untuk menyambut kedatangan kalian di musim pasar Badar. Sungguh, di antara kalian tidak akan ada yang bisa selamat." Perkataan Nu'aim ini berhasil memunculkan pengaruh yang besar di dalam jiwa sekelompok kaum dari orang-orang Islam.

Lalu *Rasulullah saw. berkata*, _"Sungguh, demi Dzat Yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, aku akan tetap pergi meskipun sendirian."_ Lalu ada 70 orang yang tetap ikut pergi menemani Rasulullah saw.. Mereka berkata, _"Cukuplah Allah SWT menjadi penolong kami dan Allah SWT adalah sebaik-baik pelindung."_ Rasulullah saw pun akhirnya memenuhi tantangan Abu Sufyan untuk bertemu kembali di Badar dan kejadian ini dikenal dengan sebutan perang Badar ash-Shughra.

Selanjutnya di Badar, Rasulullah saw tinggal di Badar selama delapan hari menunggu kedatangan Abu Sufyan, namun beliau tidak bertemu dengan seorang pun di sana. Hal ini dikarenakan Abu Sufyan tidak jadi melanjutkan perjalanannya dan memutuskan untuk kembali pulang ke Makkah bersama pasukannya yang berjumlah dua ribu personil. Selanjutnya, penduduk Makkah menyebut mereka dengan sebutan, _"Jaisyus sawiiq."_ (pasukan sawiq) dan berkata kepada mereka, "Kalian keluar tidak lain hanya untuk minum sawiq." Sawiq adalah sejenis makanan yang terbuat dari gandum yang dilembutkan.

Ketika itu, bertepatan dengan musim pasar di Badar dan kaum Muslimin waktu itu membawa bekal dan barang dagangan, lalu mereka melakukan niaga di sana dan mendapatkan laba yang banyak. Mereka pun kembali ke Madinah dengan keadaan selamat dan membawa laba yang banyak.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login