*Terjemah Hari ke-157*
*Selasa, 12 Mei 2026 / 24 Dzulqaidah 1447 H*
Membaca halaman 313-314 (QS. Toha:13-51 )
﴿ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ﴾
﴿ وَاَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوْحٰى ﴾
13. Aku telah memilihmu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).
﴿ اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ ﴾
14. Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.
﴿ اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى ﴾
15. Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
﴿ فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ فَتَرْدٰى ﴾
16. Janganlah engkau dipalingkan darinya (iman pada hari Kiamat) oleh orang yang tidak beriman padanya dan mengikuti hawa nafsunya sehingga engkau binasa.
﴿ وَمَا تِلْكَ بِيَمِيْنِكَ يٰمُوْسٰى ﴾
17. Apa yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa?”
﴿ قَالَ هِيَ عَصَايَۚ اَتَوَكَّؤُا عَلَيْهَا وَاَهُشُّ بِهَا عَلٰى غَنَمِيْ وَلِيَ فِيْهَا مَاٰرِبُ اُخْرٰى ﴾
18. (Musa) berkata, “Ia adalah tongkatku. Aku (dapat) bersandar padanya, merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku, dan memiliki keperluan lain padanya.”
﴿ قَالَ اَلْقِهَا يٰمُوْسٰى ﴾
19. (Allah) berfirman, “Lemparkanlah (tongkat) itu, wahai Musa!”
﴿ فَاَلْقٰىهَا فَاِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعٰى ﴾
20. Maka, dia (Musa) melemparkannya. Tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
﴿ قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۗ سَنُعِيْدُهَا سِيْرَتَهَا الْاُوْلٰى ﴾
21. Dia (Allah) berfirman, “Ambillah dan jangan takut! Kami akan mengembalikannya pada keadaannya semula.
﴿ وَاضْمُمْ يَدَكَ اِلٰى جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍ اٰيَةً اُخْرٰىۙ ﴾
22. Kepitlah (telapak) tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia akan keluar dalam keadaan putih (bercahaya) tanpa cacat sebagai mukjizat yang lain.
﴿ لِنُرِيَكَ مِنْ اٰيٰتِنَا الْكُبْرٰى ۚ ﴾
23. (Kami perintahkan itu) untuk memperlihatkan kepadamu sebagian tanda-tanda kebesaran Kami yang terbesar.
﴿ اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى ࣖ ﴾
24. Pergilah kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.”
﴿ قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ ﴾
25. Dia (Musa) berkata, “Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku,
﴿ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ ﴾
26. mudahkanlah untukku urusanku,
﴿ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ ﴾
27. dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku
﴿ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ ۖ ﴾
28. agar mereka mengerti perkataanku.
﴿ وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ ۙ ﴾
29. Jadikanlah untukku seorang penolong dari keluargaku,
﴿ هٰرُوْنَ اَخِى ۙ ﴾
30. (yaitu) Harun, saudaraku.
﴿ اشْدُدْ بِهٖٓ اَزْرِيْ ۙ ﴾
31. Teguhkanlah kekuatanku dengannya,
﴿ وَاَشْرِكْهُ فِيْٓ اَمْرِيْ ۙ ﴾
32. dan sertakan dia dalam urusanku (kenabian)
﴿ كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيْرًا ۙ ﴾
33. agar kami banyak bertasbih kepada-Mu,
﴿ وَّنَذْكُرَكَ كَثِيْرًا ۗ ﴾
34. dan banyak berzikir kepada-Mu.
﴿ اِنَّكَ كُنْتَ بِنَا بَصِيْرًا ﴾
35. Sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami.”
﴿ قَالَ قَدْ اُوْتِيْتَ سُؤْلَكَ يٰمُوْسٰى ﴾
36. (Allah) berfirman, “Sungguh, telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa.
﴿ وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً اُخْرٰىٓ ۙ ﴾
37. Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan nikmat kepadamu pada kesempatan yang lain (sebelum ini),
﴿ اِذْ اَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اُمِّكَ مَا يُوْحٰىٓ ۙ ﴾
38. (yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan.
﴿ اَنِ اقْذِفِيْهِ فِى التَّابُوْتِ فَاقْذِفِيْهِ فِى الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّ لَّهٗ ۗوَاَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّيْ ەۚ وَلِتُصْنَعَ عَلٰى عَيْنِيْ ۘ ﴾
39. (Ilham itu adalah perintah Kami kepada ibumu,) ‘Letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Maka, biarlah (arus) sungai itu membawanya ke tepi. Dia akan diambil oleh (Fir‘aun) musuh-Ku dan musuhnya.’ Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku467) dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
467) Setiap orang yang memandang Nabi Musa a.s. akan merasakan cinta, kasih, dan sayang kepadanya.
﴿ اِذْ تَمْشِيْٓ اُخْتُكَ فَتَقُوْلُ هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلٰى مَنْ يَّكْفُلُهٗ ۗفَرَجَعْنٰكَ اِلٰٓى اُمِّكَ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ەۗ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنّٰكَ فُتُوْنًا ەۗ فَلَبِثْتَ سِنِيْنَ فِيْٓ اَهْلِ مَدْيَنَ ەۙ ثُمَّ جِئْتَ عَلٰى قَدَرٍ يّٰمُوْسٰى ﴾
40. Ketika saudara perempuanmu berjalan (untuk mengawasi dan mengetahui berita), dia berkata (kepada keluarga Fir‘aun), ‘Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?’ Maka, Kami mengembalikanmu kepada ibumu agar senang hatinya dan tidak bersedih. Engkau pernah membunuh seseorang (tanpa sengaja)468) lalu Kami selamatkan engkau dari kesulitan (yang besar) dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan (yang berat). Lalu, engkau tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan,469) kemudian engkau, wahai Musa, datang menurut waktu yang ditetapkan.
468) Yang terbunuh adalah seorang bangsa Qibti yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil sebagaimana yang dikisahkan dalam surah al-Qaṣaṣ/28: 15.-><-469) Nabi Musa a.s. melarikan diri dari Mesir ke Madyan. Di sana dia dinikahkan oleh Syekh Madyan dengan salah seorang putrinya dan menetap beberapa tahun lamanya.-><-
﴿ وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِيْۚ ﴾
41. Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk-Ku.
﴿ اِذْهَبْ اَنْتَ وَاَخُوْكَ بِاٰيٰتِيْ وَلَا تَنِيَا فِيْ ذِكْرِيْۚ ﴾
42. Pergilah engkau beserta saudaramu dengan (membawa) tanda-tanda (kekuasaan)-Ku dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku.
﴿ اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ ﴾
43. Pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.
﴿ فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى ﴾
44. Berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.”
﴿ قَالَا رَبَّنَآ اِنَّنَا نَخَافُ اَنْ يَّفْرُطَ عَلَيْنَآ اَوْ اَنْ يَّطْغٰى ﴾
45. Keduanya berkata, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau akan makin melampaui batas.”
﴿ قَالَ لَا تَخَافَآ اِنَّنِيْ مَعَكُمَآ اَسْمَعُ وَاَرٰى ﴾
46. Dia (Allah) berfirman, “Janganlah kamu berdua khawatir! Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua. Aku mendengar dan melihat.
﴿ فَأْتِيٰهُ فَقُوْلَآ اِنَّا رَسُوْلَا رَبِّكَ فَاَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ وَلَا تُعَذِّبْهُمْۗ قَدْ جِئْنٰكَ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ ۗوَالسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدٰى ﴾
47. Maka, datanglah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dan katakanlah, ‘Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu. Lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka.470) Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.
470) Di Mesir, Bani Israil menjadi budak Fir‘aun. Mereka dipekerjakan untuk mendirikan bangunan-bangunan yang besar dan kota-kota secara paksa. Maka, Nabi Musa a.s. meminta agar Fir‘aun membebaskan mereka.
﴿ اِنَّا قَدْ اُوْحِيَ اِلَيْنَآ اَنَّ الْعَذَابَ عَلٰى مَنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰى ﴾
48. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) kepada siapa pun yang mendustakan (para rasul) dan berpaling (dari tuntunannya).’”
﴿ قَالَ فَمَنْ رَّبُّكُمَا يٰمُوْسٰى ﴾
49. Dia (Fir‘aun) berkata, “Siapakah Tuhanmu berdua, wahai Musa?”
﴿ قَالَ رَبُّنَا الَّذِيْٓ اَعْطٰى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهٗ ثُمَّ هَدٰى ﴾
50. Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah menganugerahkan kepada segala sesuatu bentuk penciptaannya (yang layak), kemudian memberinya petunjuk.”471)
471) Yang dimaksud dengan petunjuk di sini adalah akal, insting (naluri), dan kodrat alamiah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing.
﴿ قَالَ فَمَا بَالُ الْقُرُوْنِ الْاُوْلٰى ﴾
51. Dia (Fir‘aun) bertanya, “Bagaimana keadaan generasi terdahulu?”
Best regards,
*Team Kurikulum Evaluasi KKTA 4 plus 2025/2026* *Komunitas One Day One Juz*
