TERJEMAH HARI KE-116

*Terjemah Hari ke-116*
*Rabu,  01 April 2026/ 12 Syawal 1447 H*

Membaca halaman 231-232
(  Qs 11 : 82-97)


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيلٍ مَّنْضُودٍ

82. "Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkir-balikkan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar,"

مُّسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ  ۖ وَمَا هِىَ مِنَ الظّٰلِمِينَ بِبَعِيدٍ

83. "yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim."

وَإِلٰى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا  ۚ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِّنْ إِلٰهٍ غَيْرُهُۥ  ۖ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ  ۚ إِنِّىٓ أَرٰىكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيطٍ

84.."Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (makmur). Dan sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab pada hari yang membinasakan (kiamat)."

وَيٰقَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ  ۖ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

85. Dan wahai kaumku! Penuhilah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan jangan kamu membuat kejahatan di Bumi dengan berbuat kerusakan."

بَقِيَّتُ اللَّهِ خَيْرٌ لَّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِينَ  ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ

86. Sisa (yang halal) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu."

قَالُوا يٰشُعَيْبُ أَصَلٰوتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَنْ نَّفْعَلَ فِىٓ أَمْوٰلِنَا مَا نَشٰٓؤُا  ۖ إِنَّكَ لَأَنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ

87. "Mereka berkata, "Wahai Syu'aib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai."

قَالَ يٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلٰى بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّى وَرَزَقَنِى مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا  ۚ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلٰى مَآ أَنْهٰىكُمْ عَنْهُ  ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلٰحَ مَا اسْتَطَعْتُ  ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِاللَّهِ  ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

88. "Dia (Syu'aib) berkata, "Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) perbaikan selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali."

وَيٰقَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِىٓ أَنْ يُصِيبَكُمْ مِّثْلُ مَآ أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صٰلِحٍ  ۚ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِّنْكُمْ بِبَعِيدٍ

89. "Dan wahai kaumku! Janganlah pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu berbuat dosa, sehingga kamu ditimpa siksaan seperti yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud, atau kaum Saleh, sedang kaum Luth tidak jauh dari kamu."

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا إِلَيْهِ  ۚ إِنَّ رَبِّى رَحِيمٌ وَدُودٌ

90. "Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih."

قَالُوا يٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرٰىكَ فِينَا ضَعِيفًا  ۖ وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنٰكَ  ۖ وَمَآ أَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ

91. "Mereka berkata, "Wahai Syu'aib! Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang engkau katakan itu, sedang kenyataannya kami memandang engkau seorang yang lemah di antara kami. Kalau tidak karena keluargamu, tentu kami telah merajam engkau, sedang engkau pun bukan seorang yang berpengaruh di lingkungan kami."

قَالَ يٰقَوْمِ أَرَهْطِىٓ أَعَزُّ عَلَيْكُمْ مِّنَ اللَّهِ وَاتَّخَذْتُمُوهُ وَرَآءَكُمْ ظِهْرِيًّا  ۖ إِنَّ رَبِّى بِمَا تَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

92. "Dia (Syu'aib) menjawab, "Wahai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, bahkan Dia kamu tempatkan di belakangmu (diabaikan)? Ketahuilah (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan."

وَيٰقَوْمِ اعْمَلُوا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عٰمِلٌ  ۖ سَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَمَنْ هُوَ كٰذِبٌ  ۖ وَارْتَقِبُوٓا إِنِّى مَعَكُمْ رَقِيبٌ

93. "Dan wahai kaumku! Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah! Sesungguhnya aku bersamamu adalah orang yang menunggu."

وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَأَخَذَتِ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِى دِيٰرِهِمْ جٰثِمِينَ

94. "Maka ketika keputusan Kami datang, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Sedang orang yang zalim dibinasakan oleh suara yang mengguntur, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumahnya,"

كَأَنْ لَّمْ يَغْنَوْا فِيهَآ  ۗ أَلَا بُعْدًا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُودُ

95. "seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, binasalah penduduk Madyan sebagaimana kaum Samud (juga) telah binasa."

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسٰى بِئَايٰتِنَا وَسُلْطٰنٍ مُّبِينٍ

96. "Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan bukti yang nyata,"

إِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَإِيهِۦ فَاتَّبَعُوٓا أَمْرَ فِرْعَوْنَ  ۖ وَمَآ أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ

97. "kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun bukanlah (perintah) yang benar."

 

Best Regards, 
*Team Kurikulum Evaluasi KKTA 4 plus 2025/2026*
*Komunitas One Day One Juz*

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login