*MARYAM (2)*
*YAHYA A.S. DIANGKAT MENJADI NABI DAN DIBERI HIKMAH KETIKA MASIH ANAK-ANAK*
*Surah Maryam Ayat 12-15*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Di dalam ayat-ayat di atas, Allah SWT menyebutkan sembilan sifat Nabi Yahya bin Zakariya a.s.. Kesembilan sifat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bersungguh-sungguh dan bersabar dalam menunaikan misi kenabian. Jadi maksud dari firman Allah (خُذِ ٱلْكِتَٰبَ بِقُوَّةٍ) bukanlah kemampuan untuk mengambil kitab karena hal itu sudah diketahui oleh siapa pun. Dengan demikian, kalimat ini harus dipahami dengan makna yang menunjukkan pujian, yaitu kesungguhan dan kesabaran dalam menunaikan misi kenabian.
2. Diangkat menjadi seorang nabi ketika masih kecil. Allah SWT mengangkat Yahya dan Isa menjadi nabi ketika keduanya masih kecil, tidak seperti Nabi Musa dan Nabi Muhammad saw yang diangkat ketika sudah dewasa, yaitu usia empat puluh tahun.
3. Dijadikan orang yang _hannaan_, yaitu orang pengasih, penyayang dan belas kasihan kepada manusia, seperti sifat Nabi Muhammad saw yang pengasih dan penyayang.
4. Allah menjadikannya orang yang membawa berkah dan manfaat dengan memberikan kebaikan dan hidayah kepada manusia. Hal ini sebagaimana sifat yang Allah sematkan kepada Nabi Isa di dalam firman-Nya:
_"Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada."_ *(Maryam:31)*
5. Ia merupakan orang yang bertakwa, sehingga menjauhi larangan Allah dan menunaikan perintah-Nya, tanpa mengabaikannya sama sekali. Oleh karena itu ia tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak pernah mendapatkan teguran.
6. Berbakti kepada kedua orang tuanya. Tidak ada ibadah yang nilainya lebih agung dari memuliakan kedua orang tua setelah memuliakan Allah SWT. Allah SWT juga menjadikan ketaatan kepada kedua orang tua langsung setelah ketaatan kepada Allah SWT:
_"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak."_ *(al-Israa': 23)*
7. Tidak sombong dan congkak, akan tetapi sebaliknya, ia adalah orang yang tawadhu. Dan ini merupakan salah satu sifat orang-orang Mukmin. Allah SWT juga telah memerintahkan Rasulullah saw. untuk tawadhu, dalam firman-Nya:
_"Dan berendah hatilah engkau terhadap orang yong beriman."_ *(al-Hijr: 88)*
Allah berfirman:
_"sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu,"_ *(Aali 'Imraan: 159)*
8. Tidak membangkang terhadap Allah dan tidak durhaka terhadap kedua orang tuanya.
9. Keselamatan dan keamanan dari Allah ketika dilahirkan, ketika meninggal dunia dan ketika dibangkitkan kembali.
(وَسَلَٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا)
Athiyyah berkata, "Menurut saya, ini merupakan ucapan selamat (tahiyyah) yang dikenal secara umum oleh orang-orang. Ucapan ini lebih mulia dan lebih mendalam dari sekadar jaminan keamanan. Karena jaminan keamanan didapatkan dengan tidak adanya pembangkangan dari seseorang, dan ini adalah tingkat keamanan terendah. Namun, suatu kehormatan ketika Allah SWT mengucapkan salam kepada Nabi Yahya dan memberinya keselamatan pada kondisi-kondisi seseorang sangat lemah, sangat memerlukan, tidak berdaya dan membutuhkan Allah SWT yang Mahakuasa.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
