Surah al-Israa’ Ayat 94-100

*AL-ISRAA' (20)*
 
*DI ANTARA KERANCUAN BERPIKIR ORANG-ORANG MUSYRIK, SIFAT KEMANUSIAAN PARA RASUL, DAN PENGINGKARAN TERHADAP HARI KEBANGKITAN*

*Surah al-Israa’ Ayat 94-100*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Dari ayat-ayat di atas dapat dipahami beberapa hal berikut.

1. Orang-orang kafir Quraisy adalah orang-orang kafir yang keras kepala. Mereka berkata kepada Nabi saw., "Kamu seperti kami, jangan kamu mewajibkan kami untuk tunduk kepadamu." Mereka lupa terhadap Al-Qur’an, sebuah mukjizat yang membuktikan kebenaran risalah yang beliau bawa.

Klaim mereka bahwa seorang utusan Allah tidak sepatutnya berasal dari manusia merupakan klaim yang tertolak. Ini karena penyampaian risalah dan hal-hal yang menyertainya, seperti meyakinkan orang-orang, berdialog dengan mereka, mempertimbangkan kebijaksanaan, dan mashalahat, semua ini menuntut rasul berasal dari orang-orang yang menjadi sasaran dakwah tersebut, sehingga malaikat hanya diutus kepada para malaikat. Karena seandainya Allah SWT mengutus seorang malaikat kepada manusia, pasti manusia tidak akan kuasa untuk melihat bentuk asli malaikat ter¬ sebut. Adapun para nabi dibuat mampu untuk melihat malaikat dan dalam diri mereka diciptakan kemampuan untuk melihat malaikat agar menjadi tanda dan mukjizat yang membuktikan kebenaran dari kenabian mereka.

2. Cukup Allah sebagai saksi dan pembenar bahwa Muhammad saw. ialah seorang utusan Allah. Diriwayatkan bahwa orangorang kafir Quraisy berkata ketika mendengar firman Allah SWT,

_“Bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"_ *(al-Israa': 93)*

Siapakah yang bersaksi untukmu bahwa kamu adalah utusan Allah? Lalu turun ayat *(قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًۭا)*

3. Seandainya Allah berkehendak untuk memberi petunjuk kepada orang-orang kafir, mereka pasti akan mendapatkan petunjuk. Jika mereka tidak mendapatkan petunjuk dari Allah SWT, tidak akan ada yang memberinya petunjuk.

4. *(وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ)* - ayat ini mempunyai dua kemungkinan arti.

_Pertama_, Ia adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan bahwa mereka digiring dengan cepat ke neraka Jahannam. Sebagaimana dikatakan oleh orang-orang Arab *(جَاءَ الْقَوْمُ عَلَى وُجُوهِهِمْ)* "Kaum itu datang di atas muka mereka" maksudnya adalah mereka datang dengan cepat.

_Kedua_. Orang-orang kafir benar-benar diseret wajah mereka, sebagaimana terjadi di dunia terhadap orang yang mengalami penghinaan dan siksaan yang sangat berat.

Al-Qurthubi berkata, "Makna (kedua) inilah yang benar berdasarkan hadits Anas a.s. yang telah disebutkan." Mereka dikumpulkan dalam kondisi tidak melihat apa yang membahagiakan mereka, bisu dari mengucapkan hujjah yang dapat di¬ terima, dan tuli dari apa yang bermanfaat bagi mereka. Ini menunjukkan bahwa indra mereka tetap berfungsi seperti ketika di dunia.

Ada yang berpendapat bahwa mereka dikumpulkan dalam kondisi yang disebutkan oleh Allah (buta, bisu, dan tuli) untuk membuat siksaan yang mereka rasakan semakin berat, kemudian diciptakan indra-indra untuk mereka ketika berada di dalam neraka, sehingga mereka pun dapat melihat, berdasarkan firman Allah SWT,

_"Dan orang yang berdosa melihat neraka, lalu mereka menduga, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya.”_ *(al-Kahf: 53)*

Mereka juga dapat berbicara berdasarkan firman Allah SWT,

_"Mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan."_ *(al-Furqaan: 13)*

Juga dapat mendengar, sesuai firman Allah SWT,

_"mereka mendengar suaranya yang gemuruh karena marahnya."_ *(al-Furqaan: 12)*

5. Tempat tinggal dan tempat menetap orangorang kafir ialah neraka Jahannam. Setiap kali apinya tenang, Allah membuatnya semakin membara. Tenangnya nyala api neraka tidak membuat kepedihan yang mereka alami menjadi berkurang.

6. Adzab tersebut adalah balasan bagi keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjah-Nya yang menunjukkan wujud dan keesaan-Nya. Adzab tersebut juga merupakan balasan bagi pengingkaran mereka terhadap hari kebangkitan. Pengingkaran ini disebabkan mereka menganggap tidak mungkin tulang belulang yang sudah hancur, bagianbagian tubuh yang telah tercerai berai dan hilang bentuknya dapat menjadi manusia yang kembali utuh. Mereka lupa bahwasanya Allah-lah yang telah menciptakan mereka pertama kali, dan menghidupkan mereka kembali adalah lebih mudah daripada menciptakan dari awal mula. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT,

_"Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) Janji yang pasti Kami tepati; sungguh. Kami akan melaksanakannya."_ *(al-Anbiyaa': 104)*

_"Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. Dia memiliki sifat yang Mahatinggi di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."_ *(ar-Ruum: 27)*

Dengan adanya semua bukti ini, orang-orang musyrik yang zalim tetap saja tidak beriman dan ingkar terhadap datangnya hari Kiamat dan ayat-ayat Allah.

7. Seandainya Allah melapangkan rezeki kepada para hamba-Nya, niscaya mereka akan bakhil juga. Karena firman Allah SWT *(قُل لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَآئِنَ رَحْمَةِ رَبِّىٓ إِذًۭا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ ٱلْإِنفَاقِ ۚ)*

Maksud dari perbendaharaan rahmat ialah perbendaharaan rezeki dan nikmat dari Allah.

Niscaya perbendaharaan itu kamu tahan karena takut membelanjakannya, disebabkan kebakhilan kalian.

Ini jawaban bagi perkataan mereka,

_“Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami."_ *(al-Israa': 90)*

Yaitu agar mereka dapat memiliki harta yang banyak dalam kehidupan.

Makna dari ayat-ayat di atas, seandainya kalian memiliki harta yang banyak, kalian akan bakhil juga dan sifat manusia sangat kikir.

Ayat di atas, berdasarkan pendapat yang benar, mencakup orang-orang musyrik dan lainnya.====

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login