YUUNUS (21)
Surah Yuunus Ayat 46-56
ADZAB BAGI ORANG-ORANG MUSYRIK DI DUNIA DAN AKHIRAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini menunjukkan hal-hal berikut.
1. Adzab orang-orang yang kafir sangat pedih dan dilipat gandakan di dunia dan akhirat, di dunia ini mereka diadzab dengan kekalahan, kehinadinaan dan sejenisnya baik rasa resah di hati atau rasa takut, dan di akhirat dengan adzab neraka. Allah SWT selalu memperlihatkan kepada Rasul-Nya bentuk dan macam adzab mereka, dan pada hari Kiamat nanti Allah SWT memperlihatkan kepada beliau adzab yang lebih pedih dan lebih banyak. Hal ini menunjukkan bahwa akibat orang-orang yang Mukmin sangat terpuji dan akibat orang-orang yang berdosa adalah sangat tercela.
2. Masing-masing umat mempunyai seorang rasul yang menjadi saksi atas mereka. Apabila datang rasul mereka di hari Kiamat nanti, Allah SWT akan memberikan keputusan antara mereka, dan juga Allah SWT tidak akan menyiksa mereka di dunia sampai Allah SWT mengutus seorang rasul kepada mereka. Barangsiapa yang beriman maka dia akan selamat, dan barangsiapa yang tidak beriman dia akan binasa dan diadzab, sesuai dengan firman Allah SWT:
_"Dan Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorqng rasul."_ *(al-Isra': 15)*
3. Keputusan antara para hamba Allah SWT adalah hak dan benar adanya untuk menegakkan keadilan yang mutlak, dan mereka tidak akan disiksa tanpa perbuatan dosa, dan mereka tidak akan diadzab tanpa adalah hujjah yang benar.
4. Perdebatan tentang turunnya siksa Allah SWT dan datangnya hari Kiamat, merupakan masalah lama yang memang sudah ada sejak umat yang terdahulu bersama para rasul mereka dan antara bangsa Arab bersama Rasulullah saw. dan itu akan terus berlanjut antara orang-orang yang kafir dengan para dai dan ulama Islam.
5. Turunnya adzab telah ditetapkan dengan waktu tertentu dalam ilmu Allah SWT tak ada satu orang pun yang dapat menurunkannya kecuali Allah SWT. Jika datang waktu pembinasaan satu umat, maka tidak bisa diundur dan tidak bisa pula untuk dimajukan sedikit pun, tidak ada seorang rasul pun atau seorang nabi atau orang lain selain mereka yang dapat mengalihkan turunnya adzab yang telah ditetapkan itu.
6. Permintaan disegerakannya adzab tidak membawa manfaat apa-apa, melainkan yang bermanfaat adalah mengimaninya sebelum turun adzab itu. Jika adzab itu sudah turun, maka keimanan itu tidak lagi bermanfaat dan berguna karena beriman dalam keadaan putus asa tidak berguna dan tidak diterima. Dan yang mengatakan dalam firman Allah SWT ( ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ ) apakah sekarang [baru kamu memercayai], padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan? bisa itu malaikat sebagai bentuk pengolok-olokan terhadap mereka, atau memang itu dari Allah SWT.
7. Celaan terhadap orang-orang yang zalim dengan apa yang dikatakan kepada mereka ( ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ ) Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal yaitu adzab yang terus-menerus dan tidak ada hentinya, dan ini tidak lain adalah balasan bagi orang yang kafir dan berbuat maksiat.
8. Datangnya hari Kiamat, kebangkitan dan dihidupkannya kembali manusia adalah benaradanya dimana Allah SWT dan rasul-Nya telah bersumpah atas kebenaran hal ini tanpa ada keraguan sedikit pun dalam hal terjadinya, dan semua manusia tidak akan bisa luput dari adzab Allah SWT dan pembalasan-Nya.
9. Allah SWT tidak akan menerima tebusan dari siapa pun dari adzab-Nya karena Allah adalah Pemilik langit dan bumi, segala sesuatu ada di bawah kerajaan dan kekuasaan-Nya, seperti yang difirmankan Allah SWT,
_"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu),"_ *(Ali 'Imraan:91)*
10. Orang-orang kafir; yang zalim, yang berdosa akan menyesal atas perbuatan mereka di dunia, dan mereka terkadang menyembunyikan penyesalan itu, dan terkadang pula mereka memperlihatkannya. Sementara para pemimpin orang-orang sesat akan menyembunyikan penyesalan mereka dari para pengikutnya sebelum mereka dibakar di dalam api neraka, dan apabila mereka dilemparkan ke dalam api neraka, mereka langsung dilalapnya dan tidak bisa lagi berpura-pura, dengan dalil pernyataan mereka seperti yang difirman Allah SWT:
_"Mereka berkata "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orang-orang yang tersesat._ *(al-Mu'minuun: 106)*
Allah menjelaskan bahwa tidak lagi bisa menyembunyikan apa yang ada pada diri mereka.
11. Keputusan yang adil antara orang-orang kafir itu sendiri untuk membayar kezaliman sesama mereka pasti adanya di akhirat nanti, maka Allah SWT akan meringankan adzab itu dari orang-orang yang mazlum sementara kepada mereka yang zalim akan ditambah dan diperberat.
12. Peringatan manusia merupakan suatu keharusan dalam hal-hal berikut. Sesungguhnya Allah SWT adalah Pemilik langit dan bumi, dan sesungguhnya adzab Allah adalah hak dan pasti adanya tidak ada yang dapat menolak terjadinya apa yang telah Allah SWT janjikan, dan sesungguhnya Allah SWT adalah Yang Menghidupkan dan Mematikan dan kepada-Nya kembalinya manusia, dan sesungguhnya Dia Mahakuasa atas apa yang dikehendaki-Nya, Yang Maha Mengetahui semua tempat keberadaan mereka sebelum hari kebangkitan dan Kiamat baik di darat maupun di lautan, dan sesungguhnya orang-orang kafir yang mengingkari kebangkitan mereka lengah akan perkara akhirat, mereka melalaikan persiapan kehidupan akhirat.
Allah SWT di akhirat, sebagaimana di dunia Maha Kuasa bagi diri-Nya untuk menghidupkan dan mematikan, kekuasaan-Nya tidak akan habis dan punah, dan benda yang secara zat bisa untuk hidup dan mati, maka benda itu selamanya bisa untuk hal keduanya itu.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
