Surah Yuunus Ayat 25-27

YUUNUS (14)

Surah Yuunus Ayat 25-27

SERUAN MENUJU SURGA, KONDISI ORANG-ORANG YANG BERBUAT BAIK DAN BERBUAT JAHAT DI AKHIRAT

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat ini jelas mengajak dan menyerukan kepada kebahagian abadi dan kekekalan di dalam surga melalui iman dan amal saleh. Dan itu dengan menjelaskan jalan dan kumandangan bahwa Allah tidak menyerukan kalian untuk mengumpulkan segala apa pun yang berbau duniawi, melainkan menyerukan kalian untuk taat kepada-Nya, taat kepada
hukum-hukum-Nya, agar kalian masuk ke dalam Daarussalam yang tak lain adalah surga. Qatadah dan al-Hasan berkata, 'As-Salam adalah Allah, dan rumah-Nya adalah surga.

Surga dinamakan Daarussalam karena barangsiapa yang masuk ke dalamnya maka dia akan selamat dari segala bentuk keburukan dan kesengsaraan." Seruan ini dengan firman Allah SWT (يَدْعُوأ) merupakan seruan umum kepada semua manusia untuk masuk ke wilayah iman sebagai penampakan hujjah-Nya dan khusus memberikan hidayah kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya dari para hamba-hamba-Nya sebagai bentuk ketidak butuhan dari hamba-Nya dan sebagai bentuk pembedaan antara perintah dan kehendah di sana ada seruan umum dimana Allah SWT menyerukan kepada semua makhluk ciptaan-Nya untuk masuk ke dalam Daarussalam, dan ada hidayah khusus yang memang beda dari seruan yang umum itu yang mencakup taufiq ilahiyah dari Allah SWT. Dan _siraathul mustaqim_ (jalan yang lurus) itu hanya satu, baik kita katakan bahwa hal itu adalah Al-Qur'an Kitabullah atau itu adalah agama Islam. 

Bagi orang-orang yang berbuat amal baik di dunia ini, dia mendapat pahala yang terbaik yaitu surga dan tambahan itu adalah karunia dari Allah SWT berupa pelipatgandaan kebaikan dan melihat wajah Allah al-Karim serta perasaan kebahagiaan yang zahir dan batin, tak ada debu hitam yang menutupi wajah mereka pada saat mereka dikumpulkan di hadapan Allah SWT dan tak ada pula kehinadinaan. Bagi orang-orang yang berbuat kejahatan yang telah menyekutukan Allah SWT dengan sekutu-sekutu yang lain, mereka telah kafir dan ingkar terhadap nikmat-Nya, mereka tidak membalas nikmat itu dengan iman dan ihsan, mereka mendapat adzab yang setimpal dengan kejahatan mereka tanpa ditambah-tambah, dengan penuh keadilan. Mereka diselimuti rasa hina dan dina. Mereka tidak mempunyai pelindung yang menjaga dan melindungi mereka dari adzab Allah, dan wajah mereka hitam kelam (كَأَنْمَا أُعْثِيَتْ وُجُو هُهُمْ فِطَعًا مِنِالَّيل) seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam pada saat malam itu dalam keadaan gelap gulita.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk penghuni ahli surga dengan karunia dan rahmat-Nya dan menjaga kita dari adzab penghuni neraka, dalam bentuk kebaikan dan ihsan, serta menunjukkan kita ke jalan yang benar.

Dengan ayat ini dan apa yang telah di jelaskan oleh sunnah nabawiyah para ulama Ahlus Sunnah menetapkan boleh dan kemungkinannya melihat Allah SWT di akhirat nanti, dan itu ditegaskan dengan firman Allah SWT "Wajah-wajah (orang Mukmin) pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya." (al-Qiyaamah:22-23)

Ayat ini menetapkan dua hal bagi penghuni surga: Yang pertama-Muka yang berseri-seri dan yang kedua adalah melihat Allah SWT.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login