SURAH YUUNUS: 4

YUUNUS (3)

SURAH YUUNUS: 4

PENETAPAN HARI KEBANGKITAN DAN HARI PEMBALASAN

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat ini menunjukkan hal-hal berikut ini.

1. Penetapan adanya _ba'ts_ (hari kebangkitan) _hasyr_ dan _nasyr_ (dikumpulkannya manusia) dengan dalil bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia Yang telah memulai menciptakan alam ini dan Dia Yang akan menghidupkan kembali,

_"Sebagaimana diciptakan semula."_ *(al-A'raaf: 29)*

Allah SWT Mahakuasa menciptakan kita pada awal pertama kali tanpa contoh sebelumnya, tentunya Dia Mahakuasa pula untuk menghidupkan kita kembali karena memang kita sudah pernah diciptakan-Nya dan ini lebih mudah dan gampang.

2. Balasan itu sesuatu yang sudah ditetapkan adanya atas amal perbuatan, adapun balasan bagi orang-orang yang beriman yang berbuat amal saleh, itulah fokus yang dituju dari penciptaan manusia dengan dalil alasan kembalinya kepada Allah SWT bahwa itulah balasan karena keadilah menuntut diberikannya imbalan atas amal saleh dan itu merupakan balasan yang baik yang tidak sebanding dengan amal perbuatan yang telah dikerjakan, melainkan jauh lebih baik dan lebih tinggi serta lebih sempurna dari perbuatan tersebut. Sebagaimana firman Allah SWT:

_"Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan."_ *(as-Sajdah: 17)*

Sebuah Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari:

- قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ -

_"Aku telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang beramal saleh, sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terdetik di hati manusia."_ *(HR Bukhari)*

Adapun bagi orang-orang yang kafir atas kekafiran mereka, itu tidaklah menjadi tujuan dari penciptaan manusia, melainkan sebagai tuntutan keadilan dan akal untuk membedakan antara orang-orang yang berbuat amal baik dan mereka yang melakukan perbuatan buruk, antara orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat, antara mereka yang beriman dan mereka yang kafir; karena kita sendiri menyaksikan di dunia ini orang-orang kafir dan fasik selalu dalam keadaan bersenang-senang sementara kita melihat para ulama dan orang-orang saleh kebalikan dari itu, apakah secara logika sama antara orang yang berbuat amat baik dengan mereka yang bersantai dan berleha-leha, antara orang berbuat amal saleh dengan yang melakukan kejahatan? Allah SWT berfirman:

_"Pantaskah Kami memperlakukan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di bumi? Atau pantaskah Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang jahat."_ *(Shaad: 28)*

Dengan demikian jelaslah bahwa setelah kehidupan ini, ada kehidupan lain untuk menjalankan keadilan di antara makhluk-makhluk Allah SWT.

Ayat ini juga menunjukkan bahwa sesungguhnya tidak ada perantara, apakah orang yang _mukallaf_ harus Mukmin atau dia kafir karena dalam ayat ini Allah SWT hanya menyebutkan dua bagian ini.

*Ringkasnya*: Allah SWT menetapkan adanya _ba'ts, hasyr, dan nasyr_ dengan tujuan untuk memberikan balasan bagi orang-orang taat dan mengadzab orang-orang yang kafir dan berbuat maksiat, dan hikmah itu menuntut adanya pembedaan antara orang yang berbuat baik dan orang yang berbuat jahat.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login