SURAH AT-TAUBAH: 67-70

AT-TAUBAH (27)

SURAH AT-TAUBAH: 67-70

SIFAT-SIFAT ORANG-ORANG MUNAFIK DAN BALASAN BAGI MEREKA DI AKHIRAT

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal berikut.

1. Kemunafikan, adalah sebuah penyakit akut dan mengakar pada diri manusia. Orang-orang yang terjangkit penyakit ini di setiap zaman mempunyai karakter yang sama dalam memerintahkan kemungkaran, melarang kebaikan, tidak mau berinfak untuk keperluan jihad fi sabilillah dan tidak mau menunaikan kewajiban di dalam harta mereka.

2. Ada dua adzab bagi orang-orang munafik. Pertama adzab di neraka Jahannam dan sejenisnya.

3. Balasan bagi suatu perbuatan sesuai dengan perbuatan tersebut. Firman Allah SWT (نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ). Maksdunya mereka mengabaikan perintah-Nya dan tidak mau taat kepada-Nya, sehingga mereka seperti orang yang melupakan Allah. Jadi, sebagai konsekuensinya, Allah tidak memberikan rahmat-Nya kepada mereka. Allah menyebut balasan bagi dosa mereka tersebut sama dengan perbuatan dosa itu sendiri dalam rangka mengimbanginya, karena, ia merupakan balasan dan hukuman bagi suatu perbuatan tertentu, dan ini adalah majas.

Hal ini seperti kata-kata orang Arab, "Al-jazaa' bil-jazaa' (balasan bagi suatu perbuatan adalah perbuatan yang sama)” ini juga seperti *firman Allah SWT,*

_"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal,"_ *(asy-Syuuraa: 40)*

4. Sebab bagi ditimpakannya adzab atas orang-orang kafir dan orang-orang munafik adalah sama di setiap masa, yaitu mereka mengutamakan dunia atas akhirat dan terlena dengan kenikmatannya, serta mendustakan, menipu dan mengkhianati para Nabi. Allah menjanjikan neraka Jahannam bagi orang-orang kafir, sebagaimana Dia menjanjikannya kepada orang-orang kafir sebelum mereka karena perbuatan mereka yang sama, seperti memerintahkan kemungkaran dan melarang kebaikan.

Di dalam sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw., beliau bersabda:

"لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ"

_“Sungguh kalian akan mengikuti kebiasan umat sebelum kalian, satu jengkal demi satu jengkal, satu lengan demi satu lengan, hingga jika mereka masuk ke lubang kadal Arab, pasti kalian juga akan memasukinya.”_

Para sahabat lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah mereka Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, "Lalu siapa lagi?"

*Ibnu Abbas* mengatakan bahwa, "Alangkah mirip antara kondisi saat ini dengan kondisi zaman dahulu; kita diserupakan dengan Bani Israil." Perkataan serupa juga diriwayatkan dari *Ibnu Mas'ud*.

5. Firman Allah SWT (كَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ) Menunjukkan disyari'atkannya qiyas dan disejajarkannya berbagai hal yang serupa dan mirip. Dan ini dikuatkan oleh firman Allah SWT,

_"Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!."_ *(al-Hasyr: 2)*

6. Di akhirat, tidak ada pahala bagi amal orang-orang kafir (أُو۟لَـٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَـٰلُهُمْ) Artinya, kebaikan-kebaikan mereka sia-sia belaka (وَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ) sehingga mereka tidak mendapatkan pahala sama sekali.

7. Dibinasakannya umat dan kaum terdahulu akibat kekafiran dan pendustaan mereka terhadap para nabi mengandung nasihat dan pelajaran bagi orang berakal yang mau mengambil pelajaran.

Tidak ada hukuman tanpa adanya dosa (فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ) Artinya, Allah tidaklah sekali-kali membinasakan mereka hingga Dia mengutus para nabi kepada mereka dan mereka melakukan hal-hal yang mengakibatkan mereka pantas mendapatkan adzab (وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ) Artinya, merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri setelah tegaknya hujjah atas mereka.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login