AN-NISAA' (34)
AN-NISAA': 40-42
DORONGAN UNTUK MELAKUKAN PERINTAH AGAMA DAN ANCAMAN TERHADAP KEMAKSIATAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat di atas menerangkan beberapa perkara:
1. Allah mempunyai sifat yang sempurna, dan suci dari sifat kekurangan dan kelemahan. Allah tidak akan menzalimi hamba-Nya dengan mengurangi pahala amal meskipun hanya seberat dzarrah, melainkan Allah akan memberikan pahala secara adil. Maksudnya adalah Allah tidak akan pernah berbuat zalim, sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah:
_"Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya sendiri."_ *(Yuunus: 44)*
*Imam Muslim* meriwayatkan dari *Anas* bahwa *Rasulullah saw. bersabda:*
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً، يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا، وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ، وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ، لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ يُجْزَى بِهَا
_"Sesungguhnya Allah tidak akan menzalimi orang beriman yang melakukan kebajikan. Dia akan mengganjarnya di dunia dan juga di akhirat. Adapun orang kafir yang melakukan amal kebajikan bukan karena Allah, maka mereka akan menikmatinya di dunia, namun ketika di akhirat mereka tidak akan mendapatkan pahala kebajikannya itu."_ *(HR Muslim)*
2. Melipatgandakan pahala kebajikan dan memberi pahala yang agung yaitu surga. *Imam Ahmad* meriwayatkan dari *Abu Hurairah* bahwa dia mendengar *Rasulullah saw bersabda:*
_"Sesungguhnya Allah SWT akan mengganjar orang Mukmin yang melakukan satu kebajikan dengan dua ribu pahala kebajikan, kemudian rasul membaca ayat, "Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisiNya."'_ *(an-Nisaa': 40) (HR Imam Ahmad)*
*Ubaidah* menceritakan bahwa *Abu Hurairah* berkata, "Jika Allah mengatakan "Pahala yang agung, siapakah yang dapat mengukurnya.
Sebagaimana telah kita ketahui, ayat ini merupakan salah satu ayat yang lebih utama daripada terbitnya matahari.
3. Perilaku orang-orang kafir di akhirat sangat mengherankan dan kondisi ini dipaparkan oleh Allah dengan sangat menakjubkan. Firman Allah ini mengandung maksud dorongan agar manusia melakukan perintah-perintah-Nya dan ancaman bagi orang yang lalai tidak melakukan kebajikan.
4. Setelah orang-orang kafir dihadapkan dengan amal-amalnya yang munkar muncul keinginan di hati mereka untuk kembali ke tanah dan ingin menutupi perilaku yang sebenarnya di hadapan Allah. Namun kebohongan mereka sangat ketara, dan apa yang mereka lakukan semuanya diketahui oleh Allah sehingga mereka tidak sanggup menutup-nutupinya.
*Ibnu Abbas* pernah ditanya mengenai ayat ini dan juga mengenai ayat:
_"Demi Allah, ya Tuhan kami, tidaklah kami mempersekutukan Allah."_ *(al-An'aam: 23)*
*Ibnu Abbas* berkata, "Setelah orang-orang kafir itu mengetahui bahwa yang masuk surga hanya orang-orang Islam, mereka pun berkata,'Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah. Namun Allah kemudian mengunci mulut mereka, dan yang berbicara akhirnya adalah tangan dan kaki-kaki mereka, sehingga mereka tidak dapat menutup-nutupi diri mereka sebenarnya."===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
