ALI 'IMRAN (26)
ALI 'IMRAN 86-91
MACAM-MACAM TIPE ORANG KAFIR DIPANDANG DARI SISI PERTOBATAN
Sebab Turunnya Ayat 86
*An-Nasa'i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a*., ia berkata:
"Ada seorang laki-laki dari kaum Anshar masuk Islam, kemudian ia murtad kemudian ia merasa menyesal, lalu ia meminta kaumnya untuk menanyakan kepada Rasulullah saw. apakah dirinya masih bisa bertobat?. Lalu turunlah ayat 86 sampai dengan ayat 89 surah Ali 'Imran. Lalu kaumnya pun memberitahukan hal itu kepadanya, lalu ia pun kembali masuk Islam."
*Musaddid* meriwayatkan _di dalam musnadnya_ dan *Abdurrazzaq dari Mujahid,* ia berkata, "Al-Harits bin Suwaid datang, lalu ia masuk Islam, kemudian ia murtad, lalu kembali kepada kaumnya. Lalu turunlah ayat 86 sampai dengan 89 surah Ali 'Imran. Lalu ada seseorang dari kaumnya datang menemuinya lalu membacakan ayat ini kepadanya. Lalu al-Harits berkata, "Sungguh demi Allah, menurut sepengetahunku kamu adalah orang yang benar dan jujur; namun Rasulullah saw jauh lebih jujur dan benar dari pada kamu, dan sesungguhnya Allah SWT jauh lebih benar dan jujur daripada kamu dan Rasulullah saw." Lalu ia kembali dan masuk Islam, sejak saat itu keislamannya baik.
*Hasan al-Bashri dan Qatadah* berkata, "Ayat ini turun berkaitan dengan kaum Yahudi, karena telah disampaikan berita gembira kepada mereka, yaitu tentang diutusnya Nabi Muhammad saw. dan sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir. Namun, ketika beliau sudah diutus, maka mereka mengingkari dan menentang beliau.
Lalu Allah SWT menurunkan ayat 87 surah Ali 'Imran." Ini diriwayatkan oleh 'Abd bin Humaid dan yang lainnya.
Maksudnya ayat ini turun berkaitan dengan Ahli Kitab, yaitu kaum Yahudi dan Nasrani. Mereka melihat dan mengetahui tentang sifat-sifat Nabi Muhammad saw yang terdapat di dalam kitab suci mereka dan mereka pun mengakuinya dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw. adalah memang benar seorang Nabi. Oleh karena itu, mereka biasa memohon kedatangan Nabi Muhammad saw. untuk mendapatkan kemenangan atas orang-orang musyrik. Namun, ketika Nabi Muhammad saw. telah diutus dan ternyata bukan berasal dari golongan mereka, tetapi berasal dari golongan bangsa Arab, maka mereka pun merasa hasud dan dengki terhadap orang Arab. Mereka selanjutnya mengingkari kenabian Nabi Muhammad saw. dan kafir terhadap beliau, padahal mereka sebelumnya telah beriman.
Menurut saya, tidak masalah ayat ini memiliki lebih dari satu sebab diturunkannya. Meskipun indikasi-indikasi yang ada lebih menguatkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan Ahli Kitab dan disamakan dengan mereka orang-orang musyrik. Karena ayat-ayat sebelumnya memang berkisar seputar perbincangan dan perdebatan dengan mereka serta perintah untuk mencerabut akar-akar kesyirikan dari diri mereka.
Pendapat ini pula yang dianggap lebih kuat oleh *Ibnu Jarir ath-Thabari* dan didukung di dalam *tafsir al-Manar*.
*Penjelasan global ayat:*
1. Orang-orang yang bertobat dengan pertobatan yang benar jujur dan sungguh-sungguh. Mereka inilah yang diisyaratkan oleh ayat (إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟) "kecuali orang-orang yang bertobat."
2. Orang-orang yang bertobat dengan pertobatan yang tidak benar dan tidak sungguh-sungguh. Mereka ini yang tersebutkan di dalam ayat, (لَّن تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ) "sekali-kali tidak akan pernah diterima tobat mereka."
3. Orang-orang yang memang tidak bertobat dan mati dalam keadaan kafir. Mereka inilah yang disebutkan di dalam ayat, (إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌۭ) "sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mereka mati masih tetap dalam kafir."
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini membagi orang-orang kafir menjadi tiga kelompok berdasarkan sikap mereka yang tetap pada kekufuran atau menerima iman. Ini adalah pembagian yang jelas dan sesuai dengan realita yang ada.
Barangsiapa yang kafir setelah Islam dan ia bersikap zalim dan tetap pada kekufuran dan kezalimannya, maka Allah SWT tidak akan menunjukinya selama ia masih menetapi kekufuran dan kezalimannya serta tidak bersedia kembali kepada Islam. Baginya sebuah hukuman yang sangat berat, yaitu berhak mendapat murka Allah SWT dan abadi di dalam neraka jahannam tanpa sedikit pun mendapatkan keringanan hukuman dan sekali-kali ia tidak akan diberi penangguhan hukuman. Namun, jika mereka kembali kepada Islam, bertobat dan berusaha memperbaiki apa yang telah mereka rusak, maka pintu ampunan dan rahmat terbuka bagi mereka. Tentunya pintu ampunan dan rahmat ini juga terbuka bagi setiap Muslim yang melakukan maksiat lalu ia bertobat, berusaha memperbaiki diri dan memurnikan amalnya hanya untuk Allah SWT.
Sedangkan orang yang kafir setelah mereka beriman dan mereka tetap berada di dalam kekufuran, maka pertobatan mereka sebut sebagai pertobatan yang tidak diterima, karena mereka memang tidak ada keinginan sama sekali untuk bertobat. Allah SWT selalu menerima semua tobat jika memang didasari atas ketulusan dan keinginan yang jujur dan sungguh-sungguh.
Namun, Allah SWT tidak akan menerima tobat yang dilakukan ketika ajal telah datang. *Allah SWT berfirman:*
_"Dan tobat itu tidaklah tobat (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih."_ *(an-Nisaa': 18)*
Hal ini dikuatkan oleh hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh *Imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah* dan yang lainnya dari Ibnu'Umar r.a.:
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
_"sesungguhnya Allah SWT menerima tobat setiap hamba selama ia belum sekarat."_
Barangsiapa yang mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali tidak akan diterima kebaikannya sedikit pun, walaupun seandainya ia telah berinfak berupa emas sepenuh bumi. Setelah ia mati, segala bentuk tebusan tidak akan bermanfaat baginya bagaimanapun banyaknya. *Allah SWT berfirman:*
_"Dan takutlah kamu pada hari, (ketika) tidak seseorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikitpun, tebusan tidak diterima, bantuan tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong."_ *(al-Baqarah: 123)*
_"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafa'at. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim."_ *(al-Baqarah: 254)*
_"sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari adzab pada hari kiamat, niscaya (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat adzab yang pedih."_ *(al-Maa'idah: 36)*
*Imam Bukhari dan Muslim* meriwayatkan dari *Anas bin Malik r.a.*, bahwa *Rasulullah saw bersabda:*
يُقَالُ لِلْكَافِرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لَكَ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا أَكُنْتَ تَفْتَدِي بِهِ؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ. فَيُقَالُ لَهُ: قَدْ سُئِلْتَ مَا هُوَ أَهْوَنُ مِنْ ذَلِكَ.
_"Pada hari kiamat, dikatakan kepada orang kafir, "seandainya kamu memiliki harta berupa emas sepenuh bumi, apakah kamu akan menggunakannya untuk menebus dirimu (dari siksa)?" Lalu ia berkata, "Benar." Lalu dikatakan kepadanya, "sebelumnya, di dunia kamu telah dimintai sesuatu yang jauh lebih ringan dari itu."_ *[Al-Bukhari (6538) dan Muslim (2805)]*
Adapun tentang tidak bermanfaatnya kebaikan yang dilakukan oleh orang kafir di dunia, ada riwayat hadits lain yang menjelaskan tentang hal ini, yaitu bahwa Rasulullah saw. ditanya tentang Abdullah bin Jad'an yang pada masa jahiliah dikenal dermawan suka menjamu tamu, membebaskan tawanan dan memberi makan, apakah itu semua bermanfaat baginya? Lalu *Rasulullah saw berkata:*
لَا، إِنَّهُ لَمْ يَقُلْ قَطُّ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ
_"Tidak, karena ia tidak pernah sekali pun berkata, "Ya Allah, ampunilah kesalahanku pada hari kiamat."_
*[Al-Bukhari (3184) dan Muslim (2807)].*===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
