SURAH ALI 'IMRAN 79-80

*ALI 'IMRAN (23)*

*ALI 'IMRAN 79-80*

*KEBOHONGAN YANG DIBUAT-BUAT AHLI KITAB TERHADAP PARA NABI* 

*SEBAB TURUNNYA AYAT*

*Ibnu Ishaq dan Baihaqi* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, ia berkata, "Ketika para rahib Yahudi dan Nasrani dari Najran berkumpul di hadapan Rasulullah saw. dan beliau menyampaikan dakwah kepada mereka untuk masuk Islam, *Abu Rafi' al-Qurazhi* berkata, "Wahai Muhammad, apakah kamu menghendaki kami menyembah kamu seperti orang-orang Nasrani menyembah Isa?" Lalu beliau berkata, "Aku berlindung kepada Allah SWT dari hal itu." Lalu Allah SWT pun menurunkan kedua ayat ini.

Di dalam tafsirnya, *Abdurrazzaq* meriwayatkan dari *Hasan al-Bashri*, ia berkata, "Telah sampai kepada saya bahwa ada seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah, kami mengucapkan salam kepadamu seperti sebagian kami mengucapkan salam kepada sebagian yang lain, maka apakah kami tidak boleh bersujud kepadamu?" Lalu beliau
berkata, "Tidak boleh, tetapi muliakan dan hormatilah Nabi kalian dan ketahui serta hormatilah hak keluarganya. Karena tidak boleh bersujud kecuali kepada Allah SWT." Lalu turunlah kedua ayat ini.

Maksud dari ayat ini adalah mendustakan Ahli Kitab yang mengagungkan Nabi Isa a.s. dan 'Uzair dengan pengagungan yang berlebihan sampai kepada bentuk penyembahan.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Merupakan sebuah kemustahilan jika seorang Nabi atau rasul yang telah diamanati wahyu oleh Allah SWT lalu ia menyerukan kepada manusia untuk menyembah dirinya. Karena *_al-Amiin_* (orang yang memiliki sifat amanah atau jujur) biasanya akan menunaikan apa yang diamanatkan kepadanya. Sesungguhnya dakwah seluruh Nabi tidak lain adalah menyerukan manusia untuk menyembah Allah SWT semata, tiada sekutu bagi-Nya. Sedangkan ibadah atau penyembahan menuntut adanya keikhlasan dan ketulusan.

*Allah SWT berfirman:*

_"Katakanlah, "Hanya Allah yang aku sembah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku."_ *(az-Zumar: 14)*

_"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)."_ *(al-Bayyinah: 5)*

Ayat ini juga menunjukkan bahwa ilmu yang benar dan pemahaman rahasia-rahasia syari'at menghendaki untuk diamalkan, menuntut ketaatan dan mematuhi kewajiban-kewajiban agama. Karena barangsiapa yang mengenal Allah SWT maka ia akan takut disertai sikap tunduk kepada-Nya, dan barangsiapa yang takut disertai ketundukan kepada-Nya, maka ia akan menjalankan perintah-perintah-Nya.

Barangsiapa yang diberi kitab suci, hikmah dan kenabian, maka ia adalah orang yang paling mengenal Allah SWT.

Barangsiapa yang mempelajari syari'at, tetapi ia tidak mengamalkannya, maka ia tidak dianggap dan tidak bernilai di hadapan Allah SWT ilmunya berubah menjadi sebuah bencana baginya dan menjadi hujjah atau bukti atas kesesatannya.

Pendekatan diri kepada Allah SWT tidak lain dengan amal, sedangkan ilmu yang tidak bisa mendorong si pemiliknya untuk beramal, maka ilmu tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai ilmu yang benar. Kekufuran bertentangan dengan Islam, sedangkan Islam adalah agama fitrah dan menurut penegasan Al-Qur'an, Islam adalah agama seluruh para Nabi.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login