Selamat datang di Forum Diskusi KKTA Plus

Hukum Memberi Makanan dan Rokok kepada Orang yang tidak berpuasa

Purwati

Assalamualaikum warahmatullahi Ustadz

Izin bertanya pada waktu puasa jika kita mengerjakan tukang yang ngak puasa bagaimana hukumnya kalau kita memberi rokok dan makan minum?

Efi Chusniyah (AR21)

Modified on Selasa, 24 Februari 2026 10:25
0

1 Replies

#1

Dari pertanyaan diatas kita harus melihat inti hukumnya dulu.

Orang yang sedang berpuasa tidak boleh membantu orang lain untuk bermaksiat, termasuk membantu orang berbuka tanpa uzur di siang Ramadhan.

Allah berfirman: “Dan janganlah kalian tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Mā’idah: 2)

 

1️. Memberi makan & minum kepada tukang yang tidak puasa HARAM / tidak boleh jika: Dia muslim, Tidak punya uzur syar’i (sakit, safar, dll), Makan/minum di siang hari Ramadhan à Karena itu berarti ikut membantu pelanggaran puasa.

Walaupun: Kita tidak ikut makan, Niatnya kasihan, Dia bekerja berat. à Kasihan boleh tapi tidak boleh melanggar syariat.

Boleh jika: Dia non-muslim, Atau muslim tapi punya uzur syar’i yang jelas (sakit, musafir, hamil, menyusui, dll) à Namun tetap lebih baik dilakukan secara tertutup, demi menjaga kehormatan Ramadhan.

 

2️. Memberi rokok di siang hari Ramadhan

Ini lebih tegas lagi. Tidak boleh, karena: Merokok membatalkan puasa, Merokok sendiri makruh bahkan haram menurut banyak ulama. Memberi rokok = membantu dua pelanggaran sekaligus, baik kepada tukang, teman dan siapa pun.

 

3️. Solusi bijak yang dianjurkan

Agar tetap manusiawi dan berpahala: Sampaikan di awal pekerjaan “Maaf ya, kalau siang Ramadhan saya tidak bisa sediakan makan/minum.”

Janji berbuka; Siapkan takjil, Makan setelah Maghrib dan Naikkan upah / tambah jam istirahat à Ini lebih adil dan halal dan ini cara tegas tapi beradab.

Inti dari jawaban adalah

ü  Memberi makan/minum siang Ramadhan kepada muslim tanpa uzur tidak boleh

ü  Memberi rokok tidak boleh

ü  Boleh jika non-muslim atau ada uzur syar’i

ü  Solusi terbaik: beri saat berbuka atau kompensasi lain

Menjaga syariat bukan berarti tidak punya empati, tapi empati yang taat aturan Allah. Semoga Allah menerima puasa kita, menjaga niat kita, dan memberi kita hikmah dalam bersikap.

Wallahu a’lam bisshowab

0
powered by der-it-blog.de
 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login