Selamat datang di Forum Diskusi KKTA Plus

Etika Menyikapi Orang yang Dzolim dalam Perspektif Islam

Purwati

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz afwan izin bertanya bgmn cara menyikapi org yg dzolim Kepada kita, dan mohon maaf ada di surat Al A'Raaf:199

Bahwa kita selain memaafkan maka apa BLH berpaling/ jaga jarak dg org yg jahil agar TDK terjadi lagi kedzoliman yg terulang???

Mohon pencerahan nya Ustadz

Syukron jazaakallaah khoir

Darwati (AR12)

Modified on Selasa, 24 Februari 2026 10:25
0

1 Replies

#1

QS. Al-A‘rāf: 199.

“Jadilah engkau pemaaf, perintahkan yang ma‘ruf, dan berpalinglah dari orang-orang yang jahil.”Ayat ini bukan satu perintah, tapi tiga sikap sekaligus. Dan urutannya sangat penting.

 

1️.“Khudzil ‘afwa” jadilah pemaaf. Artinya: Memaafkan bukan berarti membenarkan kezaliman, Tapi membersihkan hati dari dendam. Memaafkan itu urusan hati, bukan urusan jarak fisik. ➡️ Anda boleh memaafkan, tanpa harus membuka pintu dizalimi lagi.

2️.“Wa’mur bil ‘urf” tetap di jalan yang benar

Maksudnya: Kita tetap pegang prinsip, Tidak ikut cara jahilnya, Tidak membalas dengan kezaliman. à Ini menunjukkan ketinggian akhlak, bukan kelemahan.

3️. “Wa a‘ridh ‘anil jāhilīn” berpaling dari orang jahil

Nah, ini inti pertanyaan Anda. Berpaling di sini apa maksudnya?

Para ulama menjelaskan: Tidak meladeni, Tidak membuka ruang konflik, Menjaga jarak dengan cara terhormat, Bukan memutus silaturahim dengan kebencian.

Jadi jawabannya jelas: BOLEH bahkan DIANJURKAN menjaga jarak

jika: Kezaliman berulang, Tidak ada penyesalan, Kita sudah menasihati dengan baik, Berdekatan hanya membuka pintu dosa baru

 

 

Memaafkan ≠ membiarkan dizalimi

Ini kaidah penting: Islam tidak menyuruh kita jadi korban terus-menerus,  Sabar bukan berarti pasrah pada kezaliman. Namun Menjaga diri dari kezaliman itu bagian dari hikmah. Rasulullah tidak mendekatkan diri kepada orang yang terus-menerus menyakiti beliau jika tidak ada maslahat.

Contoh sikap yang benar (praktis) adalah Tetap sopan, Tidak membuka rahasia diri, Tidak intens berinteraksi, Tidak memancing konflik, Tidak membalas keburukan, Tidak menaruh dendam

Inilah yang dinamakan menjaga diri tanpa mengeraskan hati

 

Wallahu a’lam bisshowab

0
powered by der-it-blog.de
 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login