Selamat datang di Forum Diskusi KKTA Plus

Menghadapi Orang Tua yang Terjerumus Syirik di Usia Senja

Purwati

Assalamu'alaikum Wr Wb

ustadz izin bertanya...

kalau ada orang yang hidupnya punya amalan musyrik dan menjauh dari Allah  sampai sudah tua menjadi belenggu diri sendiri..

Nah apa yang harus dilakukan anak dan keluarganya?

karena sekarang si ibu tersebut sudah agak pikun dan sekarang ini suka berhalusinasi dan berteriak teriak

Mohon pencerahannya ustadz

Sumaryati (AR12)

 

Modified on Selasa, 24 Februari 2026 10:25
0

1 Replies

#1

Pertama: pahami kondisi ibu dengan adil

Dari cerita diatas, ada dua hal yang berbeda:

1️. Masa lalu ibu à Pernah melakukan amalan musyrik, jauh dari Allah

2️. Kondisi sekarang à Sudah tua, pikun, halusinasi, teriak-teriak

Dalam Islam, kondisi sekarang sangat menentukan hukum dan tanggung jawabnya.

Orang pikun & hilang akal: bagaimana hukumnya?

Dalam Islam: Orang yang akalnya rusak atau hilang, tidak dibebani dosa

Rasulullah bersabda: “Diangkat pena (catatan dosa) dari tiga golongan:
… orang gila sampai sadar kembali.”

Para ulama menjelaskan:Pikun berat, demensia, halusinasi termasuk hilangnya kemampuan sadar. Artinya: Ibu tidak lagi menanggung dosa baru, Ucapan teriak, bicara aneh, atau halusinasi tidak dicatat sebagai dosa. Dan Allah Maha Adil dan Maha Pengasih.

 

Lalu bagaimana dengan amalan musyrik masa lalu?

Ini penting tapi juga menenangkan:

ü  Jika dilakukan karena ketidaktahuan, Allah lebih dekat pada ampunan

ü  Jika belum pernah benar-benar paham tauhid, hujjahnya belum sempurna

ü  Jika sekarang sudah tidak sadar, maka urusannya sepenuhnya di tangan Allah

Kita tidak boleh memvonis akhir ibu. Yang wajib sekarang adalah bakti dan ikhtiar anak-anaknya.

 

Lalu apa yang diharuskan anak dan keluarga?

1️. Tetap rawat dengan penuh kasih, Layani dengan sabar, Jangan membentak, Jangan mengungkit masa lalu. à Ini ibadah besar. Bahkan bisa menghapus dosa anak.

2️. Perdengarkan dzikir & Al-Qur’an (tanpa memaksa), Putar surah pendek, Dzikir lembut: lā ilāha illallāh, astaghfirullāh, Tidak perlu menyuruh atau mengoreksi. Insya Allah, Walau beliau tampak tidak sadar, ruh tetap mendengar.

3️. Doakan, bukan mendebat. Doa yang dianjurkan anak: “Ya Allah, ampunilah ibuku, rahmati dia, dan wafatkan ia dalam husnul khatimah.” ➡️ Doa anak tembus hijab, meski ibu tak lagi bisa beramal.

4️. Bersedekah atas nama ibu. Sedekah makanan, Bantu orang miskin. Niatkan: “Ya Allah, jadikan ini pahala untuk ibuku” à Ini sangat dianjurkan dan disepakati para ulama.

5️. Jika halusinasi & teriakan berat. Ikhtiarnya dua arah:

a.      Medis (dokter, obat penenang jika perlu)

b.      Ruqyah syar’iyyah lembut, bukan yang keras atau menakutkan

Jangan dibawa ke dukun,  Jangan ditambah ritual aneh.

Yang sering membuat anak TENANG. Ingat ini baik-baik:

ü  Allah lebih sayang kepada ibu Anda daripada Anda sendiri

ü  Allah menilai akhir hidup sesuai kemampuan akal

ü  Tugas anak bukan menyelamatkan dengan paksa, tapi berbakti dan berdoa

ü  Kadang, bakti anaklah yang menjadi sebab ampunan orang tua.

 

Intinya adalah Jangan sibuk bertanya: “Apakah ibu saya selamat atau tidak?” Tapi fokuslah pada:  “Apa yang Allah minta dari saya sebagai anak hari ini?”

Dan jawabannya adalah: ➡️ Sabar, rawat, doakan, dan tetap berbuat baik. Semoga Allah: Menguatkan hati Anda, Mengangkat derajat ibu Anda, Menjadikan ini sebab husnul khatimah untuk seluruh keluarga

0
powered by der-it-blog.de
 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login