السَلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Izin bertanya ustadz …
Bagaimana caranya menyampaikan ke seseorang yang tidak pernah percaya adanya siksa kubur dan Hari kiamat Padahal beliau adalah muslim?
جزاك الله خيرا
السَلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Izin bertanya ustadz …
Bagaimana caranya menyampaikan ke seseorang yang tidak pernah percaya adanya siksa kubur dan Hari kiamat Padahal beliau adalah muslim?
جزاك الله خيرا
Bahwa prinsip utama sebelum menyampaikan, tujuan kita bukan menang debat, tapi membuka hati. Apalagi beliau muslim, berarti fondasi imannya masih ada.
Allah berfirman: “Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.” Hikmah = tepat cara, tepat waktu, tepat bahasa.
1️. Jangan mulai dari “kamu salah”, “Itu sesat”, “Kamu kafir”, “Kalau nggak percaya berarti keluar dari Islam”. Karena kalimat seperti ini menutup hati sebelum masuk ke dalil.
Mulailah dengan: “Saya pengin belajar bareng”, “Boleh diskusi santai nggak?”, “Saya juga dulu sempat bingung soal ini”. Rendahkan ego, bukan kebenaran.
2️. Mulai dari Al-Qur’an dulu, bukan ancaman, kan beliau muslim, maka Al-Qur’an masih jadi rujukan. Tanya pelan-pelan: “Menurut Bapak, Al-Qur’an itu firman Allah ya?” Kalau jawab iya, lanjut: “Kalau begitu, bagaimana kita memahami ayat-ayat yang bicara tentang hari kebangkitan dan kehidupan setelah mati?”. Jangan langsung sebut “siksa kubur”, karena ini sering jadi titik sensitif.
Mulai dari hari akhir dulu.
3️. Ajak berpikir, bukan disuruh percaya.
Contoh pendekatan logika (tanpa debat): “Allah menciptakan manusia dari tidak ada, menurut Bapak, apakah membangkitkan kembali lebih sulit?” “Kalau tidak ada hari pembalasan, di mana keadilan bagi orang yang dizalimi seumur hidup?”Ini membangunkan fitrah, bukan memaksa.
4️. Tentang siksa kubur: sampaikan bertahap
Kalau sudah menerima: Akhirat, Kebangkitan, Hisab. Baru masuk: “Dalam Islam, ada fase antara dunia dan akhirat. Sebagian ulama menjelaskan dari ayat dan hadits, di situlah ada nikmat atau azab kubur.”
Jangan bilang: “Pokoknya wajib percaya, titik!” Tapi: “Kalau belum bisa menerima sekarang, tidak apa-apa. Yang penting kita jujur mencari kebenaran.”
5️. Yang paling penting adalahakhlak kita.
Kadang akhlak lebih kuat dari 100 dalil. Jika kita Lembut, Tidak merendahkan, Konsisten shalat & adab, Tidak mudah marah. Insya Allah Itu sendiri sudah dakwah hidup. Karena banyak orang menolak konsep, bukan karena dalilnya lemah, tapi karena penyampainya kasar.
6️. Dan jangan lupa: hidayah bukan di tangan kita
Tugas kita: Menyampaikan. Bukan: Memaksa, Menghukum, Menentukan akhir iman seseorang. Nabi ﷺ sendiri tidak bisa memberi hidayah kepada orang yang beliau cintai.
Wallahu a’lam bisshowab
Please log in to post a reply.
Login