Ada ayat atau hadis yang menyatakan "Allah menciptakan manusia dan perbuatannya", seolah olah segala yang dilakukan manusia juga dari Allah SWT jua, bagaimana maksud sebenarnya ustadz?
Nur Edy Sabiliat-IR02
Ada ayat atau hadis yang menyatakan "Allah menciptakan manusia dan perbuatannya", seolah olah segala yang dilakukan manusia juga dari Allah SWT jua, bagaimana maksud sebenarnya ustadz?
Nur Edy Sabiliat-IR02
Wa‘alaikumussalām warahmatullāhi wabarakātuh
Pertanyaan ini masuk dalam pembahasan besar tentang aqidah qadar (takdir) dan hubungan antara kehendak Allah dan perbuatan manusia.
Memang ada ayat yang sering dijadikan dasar, yaitu:
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
“Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian kerjakan.” (QS. As-Saffat: 96)
Sekilas ayat ini seolah menunjukkan bahwa semua perbuatan manusia diciptakan Allah. Lalu bagaimana maksudnya?
1️. Aqidah Ahlus Sunnah Tentang Perbuatan Manusia
Ahlus Sunnah berada di tengah antara dua kelompok ekstrem:
o Jabariyah → manusia tidak punya pilihan (seperti robot).
o Qadariyah → manusia menciptakan perbuatannya sendiri sepenuhnya.
o Ahlus Sunnah mengatakan: Allah menciptakan manusia., Allah menciptakan kemampuan dan kehendaknya., Allah mengetahui dan menakdirkan segala sesuatu., Tapi manusia tetap memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya.
2️. Bagaimana Memahami “Allah Menciptakan Perbuatan Kalian”?
Maknanya: Allah menciptakan: Diri kita, Akal kita, Kemampuan kita, Gerak kita, Sebab-sebab terjadinya perbuatan. Tetapi pilihan (ikhtiar) tetap milik manusia. Contoh sederhana: Allah menciptakan: Tangan, Kekuatan, Kesempatan, Tapi kita yang memilih: Memukul orang, Atau membantu orang.
Karena itu Allah berfirman:
لِمَن شَاءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ
“Bagi siapa di antara kalian yang ingin menempuh jalan lurus.” (QS. At-Takwir: 28). Ada kehendak manusia.
Namun ayat selanjutnya:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ
“Kalian tidak dapat berkehendak kecuali jika Allah menghendaki.” (QS. At-Takwir: 29). Artinya kehendak kita berada di bawah kehendak Allah, bukan di luar-Nya.
3️. Kenapa Allah Tetap Menghukum Jika Dia Yang Menciptakan?
Karena manusia: Diberi akal, Diberi pilihan, Diberi petunjuk, Diberi peringatan. Allah berfirman:
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا
“Kami telah menunjukkan jalan, ada yang bersyukur dan ada yang kufur.” (QS. Al-Insan: 3). Kalau manusia benar-benar dipaksa, maka perintah dan larangan tidak ada maknanya.
4️. Perumpamaan Agar Lebih Mudah Dipahami
Seperti listrik dari PLN; PLN menyediakan listrik (kekuatan). Tapi Anda yang memilih: Menggunakannya untuk lampu (baik), Atau menyetrum orang (jahat). Sumber energi dari luar, tapi penggunaan adalah pilihan Anda.
Intinya; Semua terjadi dalam ilmu dan kehendak Allah. Allah pencipta segala sesuatu, termasuk kemampuan manusia. Manusia tetap punya pilihan dan tanggung jawab. Karena itu pahala dan dosa itu adil.
Imam Ath-Thahawi berkata: “Hamba berbuat secara hakiki, dan Allah adalah pencipta mereka dan pencipta perbuatan mereka.”
Jadi, kalimat “Allah menciptakan manusia dan perbuatannya” tidak berarti manusia dipaksa. Artinya: Allah menciptakan sistem, kemampuan, dan takdirnya. Manusia memilih dalam ruang yang Allah ciptakan. Karena itu manusia tetap bertanggung jawab. Ini rahasia besar dalam aqidah qadar, dan akal kita hanya bisa memahami sebatas yang Allah jelaskan
Please log in to post a reply.
Login