Selamat datang di Forum Diskusi KKTA Plus

Apakah Wajib Membantu Saudara yang Tidak Amanah dalam Mengelola Harta?

Purwati

Assalammu'alaikum ustadz izin bertanya, bagaimana kalau tidak membantu saudara sendiri setelah beberapa kali sudah dibantu. Karena yang dibantu lebih boros dari yang memberi

Lenny Irawati - AR12

0

1 Replies

#1

Pertanyaannya sangat realistis dan sering terjadi dalam keluarga.

1️. Hukum Membantu Saudara

Membantu saudara itu sangat dianjurkan, bahkan termasuk silaturahim dan sedekah.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sedekah kepada orang miskin bernilai satu pahala, sedangkan kepada kerabat bernilai dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahim.” (HR. Tirmidzi)

Tetapi… Membantu saudara bukan kewajiban mutlak, kecuali: Orang tua, Anak, Atau kerabat yang memang menjadi tanggungan nafkah menurut syariat. Selain itu hukumnya sunnah (anjuran), bukan wajib.

2️. Jika Yang Dibantu Boros dan Tidak Berubah?

Di sini perlu kebijaksanaan. Islam melarang kita membantu dalam hal yang justru memperparah keburukan. Allah berfirman:

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ

“Janganlah kalian serahkan harta kalian kepada orang-orang yang belum cakap (boros/tidak bijak).” (QS. An-Nisa: 5)

Jika bantuan kita justru: Membuat dia makin boros, Tidak belajar bertanggung jawab, Mengandalkan terus-menerus, maka menghentikan bantuan bukan dosa. Itu bisa jadi bentuk mendidik.

3️. Apakah Berdosa Jika Tidak Membantu Lagi?

Tidak berdosa jika: Sudah berusaha membantu beberapa kali. Bantuan tidak memperbaiki keadaan. Anda sendiri merasa keberatan atau terbebani. Islam tidak memerintahkan kita menzalimi diri sendiri demi orang lain.

4️. Sikap yang Lebih Bijak

Daripada berhenti total dengan emosi, bisa memilih jalan tengah: Tidak memberi uang tunai. Memberi dalam bentuk kebutuhan pokok. Membantu mencarikan pekerjaan. Memberi nasihat tentang pengelolaan keuangan. Membatasi nominal bantuan. Ini membantu tanpa merusak.

5️. Jaga Hati

Yang penting: Jangan karena kesal lalu memutus silaturahim. Jangan menghina atau merendahkan. Tetap lembut, tapi tegas. Kadang menolak dengan cara baik lebih mendidik daripada terus memberi tanpa arah.

Semoga Allah beri hikmah dalam bersikap dan menjaga keluarga tetap rukun

Allahu A’lam bisshowab

0
powered by der-it-blog.de
 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login