Selamat datang di Forum Diskusi KKTA Plus

Tilawah Cepat vs Tajwid: Hukum Membaca Al‑Qur’an dengan Target Khatam

Purwati

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Izin bertanya ustadz, bagaimana hukumnya ketika orang membaca Alquran yang mengejar target , terutama di bulan Ramadhan ini berlomba² membacanya, dalam 3 hari sudah khatam , apakan pengaruh dari segi hukum tajwid atau makhroj dari bacaan tersebut, kecuali qori/qori'ah, atau bolehkan pakai cara kita mengikuti bacaan dari murotal² melalui YouTube??

Yang pakai metode tercepat ?

Rasti (AR22)

1
Thanked by: Purwati

1 Replies

#1

Wa’alaikumussalām warahmatullāhi wabarakātuh. Pertanyaannya sangat relevan di bulan Ramadhan dan menunjukkan kehati-hatian dalam beribadah. Semoga Allah memberkahi niat baik ini

1️. Hukum mengejar target khatam Al-Qur’an (bahkan 3 hari)

Pada asalnya: boleh dan baik, khususnya di bulan Ramadhan. Dalil dan praktik: Banyak sahabat dan ulama salaf memperbanyak tilawah di Ramadhan, Sebagian mereka khatam setiap 3 hari, bahkan lebih cepat ➡️ Jadi mengejar target khatam tidak salah, selama Niatnya baik, Tidak meremehkan adab Al-Qur’an

Tapi… ada catatan penting dari sisi tajwid & makhraj. Di sinilah letak kehati-hatian yang Anda tanyakan. Membaca cepat itu boleh, selama Huruf tetap jelas, Makhraj tidak berubah, Hukum tajwid pokok tidak rusak

Yang tidak boleh adalah Mengubah huruf (س jadi ش, ق jadi ك, dll), Menghilangkan huruf, Memanjangkan atau memendekkan harakat sampai mengubah makna. Jika kecepatan bacaan menyebabkan kesalahan yang mengubah huruf atau makna, maka: Dosa jika sengaja, Wajib memperlambat bacaan. Ini berlaku untuk siapa pun, kecuali qāri’/qāri’ah yang memang sudah sangat terlatih.

2. Mana yang lebih utama: cepat atau tartil?

Allah berfirman: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”

Tartil artinya: Tenang, Jelas, Sesuai kaidah

Maka kaidah ulama adalah  Sedikit tapi benar, lebih utama daripada banyak tapi rusak.

1.    Bagaimana jika mengikuti murottal dari YouTube?

Boleh bahkan sangat dianjurkan, dengan beberapa catatan: Boleh jika: Mengikuti qāri’ yang bacaan tajwidnya jelas, Digunakan untuk menjaga tempo & ketepatan, Tidak sekadar “mengejar audio” tapi tetap sadar bacaan sendiri.

Perlu hati-hati jika Terlalu memaksakan kecepatan qāri’ yang belum mampu diikuti, Mulai menebak-nebak bacaan, Huruf jadi tidak jelas karena mengejar tempo

Tips amannya adalah Pilih murottal tempo sedang, Pause jika perlu, Tidak masalah lebih lambat dari audio

2.    Jadi bagaimana sikap terbaik di Ramadhan?

Sikap yang paling selamat dan berpahala:

1.      Tetap punya target tilawah (itu baik)

2.      Jaga tajwid & makhraj semampunya

3.      Jangan memaksakan kecepatan

4.      Boleh pakai murottal sebagai panduan

5.      Sisipkan waktu tadabbur walau sedikit

Ramadhan bukan sekadar berapa kali khatam, tapi seberapa hormat kita kepada Kalamullah.

Semoga Allah Menerima setiap huruf yang kita baca, Memperbaiki bacaan kita sedikit demi sedikit, Menjadikan Al-Qur’an penolong kita di dunia & akhirat

Hukum membaca Al-Qur’an dengan metode tercepat (target khatam 3 hari) HUKUM ASALNYA: BOLEH. Bahkan ada contohnya dari para salaf yang khatam 3 hari di Ramadhan.

SELAMA memenuhi syarat ini: Huruf tidak berubah, Makharijul huruf tetap keluar, Tidak menghilangkan huruf atau harakat, Tidak mengubah makna Jika syarat ini TERJAGA boleh dan berpahala Jika TIDAK terjaga wajib diperlambat

Catatan penting untuk NON qāri / qāriah

Metode tercepat TIDAK BOLEH jika: Huruf “ditelan” Bacaan jadi samar, Tajwid pokok rusak (ikhfa, idgham, mad asli, dll) Sekadar “ngejar halaman”

Kaidah ulama: Kesalahan bacaan yang mengubah huruf/makna tidak boleh, meski niatnya khatam.

Apakah bacaan cepat memengaruhi tajwid & makhraj? YA, SANGAT BISA, jika: Kecepatan melebihi kemampuan,  Lidah & mulut belum terbiasa, Tidak punya dasar tajwid yang kuat. Karena itu: Yang cepat boleh, Yang terburu-buru sampai rusak tidak boleh

Bagaimana dengan mengikuti murottal YouTube (metode tercepat)? BOLEH, bahkan MEMBANTU, Asal cara pakainya benar.

Yang dianjurkan: Pilih qāri’ tempo cepat tapi jelas, Ikuti sebatas kemampuan, Tidak memaksa menyamai kecepatan jika belum mampu, Boleh pause, ulang, atau melambatkan.

Yang tidak dianjurkan: Mengikuti qāri’ super cepat tanpa control, Menebak bacaan karena tertinggal, Mulai tidak sadar huruf yang dibaca. Ingat: audio itu pembantu, bukan pengganti bacaan kita.

Wallahu a’alam bisshowab.

0
powered by der-it-blog.de
 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login